#RemajaBicaraKespro-Konflik Orang Tua yang Berdampak pada Pertumbuhan Anak saat Remaja

Konflik dalam keluarga bisa berdampak pada anak saat remaja lho

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa setiap rumah tangga pasti terdapat konflik. Entah masalah dengan anak, mertua, ipar, tetangga, dan lain-lain. Yang membedakannya hanyalah bagaimana sikap orang tua untuk mengatur dan mencari solusi dari masalah tersebut. Bagaimana untuk mengecilkan masalah yang besar dan menghilangkan masalah yang kecil?

Namun kebanyakan di era sekarang ini para orang tua kurang mengerti bagaimana menyelesaikan masalah mereka. Beberapa konflik sumbernya adalah karena orang tua sibuk bekerja lalu lupa akan perhatian dan kasih sayang yang seharusnya diberikan penuh kepada anak-anaknya. Pertengkaran dan perpisahan menjadi tidak terhindarkan.

Untuk menghindari hal tersebut, ini dia beberapa tips dari pengalaman keluargaku.

 

 

 

Advertisement

1. Belajar ilmu parenting

Photo by Emma Bauso from Pexels

Photo by Emma Bauso from Pexels via https://www.pexels.com

Mengapa belajar ilmu parenting itu penting? Hal ini karena ilmu parenting merupakan sebuah bekal yang harus dimiliki bukan hanya untuk para calon mama dan papa muda, bahkan yang sudah menikah pun disarankan untuk terus menggali ilmu parenting. Setiap momen dan tahap permasalahan orang berbeda-beda, jadi ilmu parenting sangat penting agar kita tidak terpeleset untuk membuat keputusan yang tidak bijak.

Belajar ilmu parenting bisa dari buku, Youtube, atau bisa juga dari orang orang terdekat yang sudah berpengalaman.

Advertisement

 

2. Pastikan kita memilih calon pasangan yang tepat

Photo by Văn Thắng from Pexels

Photo by Văn Thắng from Pexels via https://www.pexels.com

Memilih pasangan hidup yang baik memang tidak mudah. Tapi kita bisa mengusahakannya dengan cara saling mengenal atau bertanya kepada orang-orang terdekat. Halini penting karena akan sangat mempengaruhi bagaimana masa depan anak-anak kita nanti akan diasuh dan dididik oleh calon ayah dan ibu yang seperti apa.

3. Didikan yang baik sejak dalam kandungan

Advertisement
Photo by freestocks.org from Pexels

Photo by freestocks.org from Pexels via https://www.pexels.com

Anak adalah peniru ulung, bahkan sejak dalam kandungan ibunya. Maka dari itu cobalah untuk berinteraksi, berbuat, atau berkata dengan perkataan yang baik-baik. Jadi calon bayi bisa belajar hal-hal baik sejak dalam kandungan.

 

4. Berikan kasih sayang dan perhatian yang cukup terutama di masa emas

Photo by Migs Reyes from Pexels

Photo by Migs Reyes from Pexels via https://www.pexels.com

Bukan hanya aku, tapi juga teman-temanku yang masa remajanya hilang arah. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian, kasih sayang, dan didikan yang baik dari orang tua pada masa-masa golden age-nya. Pada saat itulah otak anak mudah menyerap setiap apa yang mereka lihat, dengar, atau yang diajarkan pada mereka.

5. Tidak memperlihatkan masalah kepada anak-anaknya

Photo by Meruyert Gonullu from Pexels

Photo by Meruyert Gonullu from Pexels via https://www.pexels.com

Kadang memang sebagian orang tua tidak bisa mengontrol emosinya ketika sedang mempunyai konflik. Ketika ada permasalahan tidak melihat apakah ada anak mereka di sekitar. Hal itu tidak baik dilakukan terutama jika anak masih kecil karena akan mempengaruhi mental dan jiwanya di masa depan. Itu sebabnya ilmu parenting sangat penting karena kita bisa mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di depan anak-anak. 

Dari hal-hal yang sudah aku lalui, aku belajar mempersiapkan diri untuk keluarga kecilku di masa depan. Semoga tulisan ini juga dapat membantu bagi para pembaca 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

just an amateur writer

CLOSE