"Hmm hari gini masih LDR? Yakin awet?"

"Ngapain sih kamu masih LDR, ngrawat jodoh orang?"

"LDR? Yakin setia?"

Pasti kalimat-kalimat seperti ini sering menghantui para pejuang LDR dan ego mereka mulai bergejolak dan muncul pertanyaan,

"Wah aku bisa nggak ya melewatinya?

"Wah jangan-jangan bener lagi dia punya pacar di sana"

Rasa khawatir dan rasa curiga pasti bakalan menghantui para pejuang LDR, tapi ingat yang tahu pasanganmu adalah kamu, yang punya hubungan adalah kalian. Bukan teman-temanmu. Mereka berbicara seperti itu ya karena mereka tidak pernah di posisi kamu. Bagiku cewek atau cowok yang bisa LDR adalah orang yang bener-bener tahu arti berjuang sesungguhnya. Karena berjuang itu bukan cowok yang hujan-hujan nganterin kamu makanan tapi cowok yang rela nungguin kabar dari kamu saat kalian terpisah oleh jarak.

Aku menulis ini berdasarkan pendapatku dan yang mungkin aku alami juga. Aku merasa pejuang LDR itu butuh dihargai dan dimotivasi, bukan di-bully apalagi dikompor-kompori.

1. Pejuang LDR Lebih Mengerti Arti "Waktu"


Waktu adalah hal yang akan kamu benci atau hal yang akan sangat kamu hargai


Berbicara soal waktu, pejuang LDR pasti sangat membenci dan menghargai. Membenci karena tidak banyak waktu yang bisa dilakukan berdua dengan pasangan atau menghargai ketika ada kesempatan untuk bertemu. Bagi kamu pejuang LDR kamu pasti tahu arti waktu sesungguhnya karena waktu adalah hal yang sangat berhaga bagi kalian yang sama-sama berjuang. Sebentar apapun waktu kalian hargailah itu, dan gunakan waktu itu sebaik mungkin.

Advertisement

Sebagai pejuang LDR kalian tahu bahwa waktu itu adalah hal yang sangat sakral dan itu akan berdampak di kehidupan sehari-hari. Pejuang LDR akan membagi waktu sesuai porsinya masing-masing. Seperti, dalam sehari kalian mempunya kegiatan, pasti kalian akan datang tepat waktu karena ingin selesai tepat waktu juga, kalian ingin segera masuk kamar dan menelfon pasangan untuk menceritakan semua hal yang dilakukan. Kalian bisa membuat schedule kegiatan apa yang akan kalian lakukan dan kapan waktu yang tepat untuk bertemu atau hanya sekedar video call saja. Weekend adalah waktu yang tepat untuk me time dikamar sambil video call bersama pasangan hanya sekedar untuk bertukar rindu.

2. Pejuang LDR "Orang yang Sangat Sabar"


Sabar? Sebuah penantian dari proses yang panjang dan berujung dengan kebahagiaan


Banyak yang bilang sabar itu tidak ada batasnya tapi bagi pejuang LDR batas dari sebuah kesabaran adalah bertemu dan saling merindu. Pejuang LDR berhak mendapatkan predikat sebagai "Orang yang paling sabar". Kenapa? Karena hanya orang-orang terpilihlah yang mampu melewati proses yang sangat panjang hanya untuk saling bertemu.

Advertisement

Bersyukurlah kamu menjadi pejuang LDR karena kamu tau proses yang panjang adalah akhir dari penantian yang sangat berharga. Kalian sangat sabar untuk menahan rasa rindu yang sangat menggebu. Sabar untuk tidak marah-marah karena kalian ingin komunikasi tetap lancar.

3. Pejuang LDR Mengerti Tentang Prioritas


Kamu bukan berarti sebuah prioritas, karena ada hal yang lebih penting dari "kamu" sebagai sesbuah prioritas


Berbicara soal prioritas banyak pasangan yang meminta untuk dijadikan prioritas terutama kaum wanita seperti aku juga. Tetapi bagi pejuang LDR prioritas utama mereka bukanlah pasangan tapi sebuah tanggung jawab. Arti tanggung jawab disini adalah pekerjaan atau kuliah. Karena bagi pejuang LDR menyelesaikan tanggung jawab lebih cepat akan lebih baik karena mereka akan segera bertemu untuk bertukar cerita.

Kamu tidak dijadikan prioritas bukan berarti tidak dipedulikan tapi ada hal yang menjadikan kamu lebih dari prioritas pasanganmu.

4. Pejuang LDR Lebih Romantis dari Cerita Romeo dan Juliet


Romantis bukan melulu soal sebucket bunga yang dia berikan. Tapi romantis itu….


Pejuang LDR di dunia pasti akan iri dengan pasangan yang diberi bucket bunga setiap anniversary, atau dibawakan coklat setiap ngedate atau. Kamu sadar tidak sebagai pejuang LDR kamu itu sangat romantis. Kenapa bisa?


Pejuang LDR selalu menyisihkan waktunya buat sekedar menelfon menanyakan " Hai, kamu seharian ini ke mana aja?"


Pejuang LDR mempunyai jadwal tersendiri untuk video call sampai ketiduran. Waktu bertemu tanganmu bakalan digenggam karena doi bilang "Mumpung ketemu kamu, mau aku puas-puasin" . Waktu boncengan naik motor tangan kamu akan ditarik dimasukan ke kantong jaket dan bilang "Mumpung boncengin kamu, biar ada bekas pelukan kamu nih"

Romatis bukan? Kamu nggak akan merasakan hal ini kalau kamu belum LDR. Pasti kamu yang jadi pejuang LDR sekarang lagi senyum-senyum sendiri dan bayangin apa yang udah dilakukan pasanganmu kan? Jangan makin rindu yah!

5. Pejuang LDR yang Tahu Sebuah Makna dari "Menghargai"


Mengahrgai bukan soal ucapan happy anniversary tapi soal menjaga hati


Pernah nggak kalian marah karena lupa ngucapin anniversary? Dan kalian menuntut itu sebagai tanda bahwa itu sebuah penghargaan? Biasanya ini yang menjadi perdebatan disuatu hubungan sebagai embel-embel tidak menghargai pasangan. Betul?

Bagi pejuang LDR menghargai bukanlah ucapan anniversary setiap bulan atau setiap tahun. Menghargai itu tentang menjaga hati dan sebuah kepercayaan. Semua hubungan jika dilandasi bukan karena kepercayaan pasti akan berujung dengan kata "putus". Seseorang yang mampu menjaga kepercayaan pasangannya dan tidak menuntut ini itu patut diperjuangkan. Jika kamu masih menuntut banyak hal seperti minta pap lagi sama siapa aja, ada ceweknya nggak, ada cowoknya nggak lagi ngapain aja, boncengan sama siapa, duduk sampingnya siapa kamu bukan pejuang LDR sesungguhnya.


Hargailah pasanganmu dengan teman-temannya, berilah sedikit kebebasan untuknya berkembang dengan teman-temannya. Hidupmu bukan melulu soal pasanganmu.


Pejuang LDR mampu menghargai pasangannya bersama teman-temanya, dan dengan kesibukannya. Karena pejuang LDR menyadari waktu untuk bersama tidaklah ada, mereka membebaskan pasangannya untuk berkembang dengan lingkungannya. Pejuang LDR paham kesibukan pasangannya karena tahu itu adalah waktu killing time agar tidak terlalu merindu.

Bagi kalian yang sedang berjuang dengan jarak bersama pasangan kalian hargailah mereka dengan cara yang sederhana. Kebahagiaan mereka adalah kepercayaan kalian. Cemburu dan khawatir boleh tapi sewajarnya. Hargai pendapat mereka, hargai setiap waktu yang mereka luangkan hanya untuk menyapa melalui suara, hargai kepedulian mereka dan jangan pernah mencurigai terlalu.


Yang tahu akan sifat pasanganmu adalah dirimu sendiri

Yang tahu hubunganmu adalah kamu dan pasanganmu

Kunci dari hubunganmu adalah kamu, pasanganmu, dan kepercayaanmu bukan teman-temanmu


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya