Lebaran sebentar lagi!

Bagaimana kabar puasa kalian? Semoga masih semangat yah semua. Tak terasa, yah, setelah hampir sebulan kita berpuasa, menahan nafsu dan dahaga, sebentar lagi kita akan menyambut hari kemenangan. Berbagai tradisi seperti mudik dan berkunjung silaturahim sepertinya akan menjadi hal yang menyenangkan untuk beberapa hari ke depan.

Dan satu hal yang paling ditunggu-tunggu adalah menu makanannya. Apalagi, Hari Raya Idul Fitri ini hanya ada satu tahun sekali. Dan saat itu merupakan momen yang paling seru buat berkumpul dengan keluarga besar atau kerabat. Karena hanya setahun sekali, makanan-makanan yang disajikan adalah makanan yang khas dan tentu saja enak-enak.

Di Indonesia sendiri, hidangan yang paling umum saat perayaan Lebaran ini adalah Ketupat dan Opor Ayam. Namun di beberapa daerah sendiri pasti memiliki hidangan yang tentunya tak kalah lezat dari Opor Ayam. Salah satunya hidangan dari Suku Bugis ini. Wahhh, Pasti pada penasaran, bukan? Yuk, intip resep berikut.

1. Rasakan sensasi pedas dari Nasu Palekko, hidangan itik yang bikin ketagihan

Nasu Palekko

Nasu Palekko via http://inikata.com

Bagi kalian pecinta masakan pedas, tak ada salahnya untuk mencoba resep satu ini. Sebab, Hidangan satu ini digemari karena sensasi rasa pedasnya yang menggigit. Belum lagi sensasi rasa itik yang memiliki rasa gurih dan berbeda dari daging ayam. Dan makanan ini sering di temukan di rumah-rumah orang Bugis saat perayaan Lebaran.

Advertisement

Bahan yang dibutuhkan:


  • 1 ekor itik, dipotong sebesar dadu.

  • 1 sendok makan merica bubuk (sesuai selera)

  • 1 genggam cabe rawit (sesuai selera) ditumbuk hingga halus

  • 3 Lembar daun salam kering

  • 1 ½ liter air bersih

  • Garam, vetsin secukupnya (sesuai selera)

  • Bawang merah, bawang putih secukupnya

  • Paccukka (bagusnya gunakan asam jawa)

Cara membuatnya:

Advertisement


  1. Itik di potong kecil-kecil, Jangan buang kulit nya, yah. Sebab kulitnya saat nanti ditumis itu bisa mengeluarkan minyak yang bisa dipakai untuk menumis bumbunya.

  2. Haluskan semua bumbu, seperti bawang merah, merica, garam, dan cabai merah.

  3. Haluskan Asam jawa lalu tambahkan sedikti air, kemudian campur itik yang sudah di potong kecil-kecil kedalamnya. Asam ini berfungsi sebagai penghilang bau amis juga sebagai pemberi rasa asam pada itik.

  4. Tumis bumbu sebentar dengan minyak dari lemak yang dihasilkan kulit itik, kemudian masukkan itik yang telah bercampur dengan cuka di dalamnya.

  5. Tambahkan air, aduk sampai rata. Jangan lupa, tambahkan cabe sesuai selera, yah. Kemudian masak hingga bumbunya meresap.

  6. Tiriskan dan hidangkan dengan nasi selagi hangat!

2. Nikmati sedapnya Nasu Likku', Ayam rendang khas Bugis

Menu masakan nasu manu likku atau ayam yang dimasak dengan parutan lengkuas sudah tidak asing lagi, khususnya wilayah Sulawesi Selatan. Menu masakan khas Suku Bugis ini merupakan makanan wajib saat perayaan hari besar termasuk Ramadan.

Masakan satu ini juga sering kali disebut dengan rendangnya suku bugis. Karena masakan ini tidak berkuah dan hanya diselimuti kelapa yang dicampur dengan parutan lengkuas. Disebut juga nasu manu likku karena potongan-potongan ayam dimasak bersama lengkuas parut atau dicincang kasar. Berbeda dengan nasu palekko, nasu manu likku mengandalkan rasa gurih santan dan aroma khas lengkuas.

Bahan Yang kamu butuhkan: • 1 ekor ayam kampung, dipotong ukuran sedang • 100 gram kelapa parut, disangrai, dihaluskan • 1 sdt asam jawa -+ 1 sdt air panas • 400 ml santan dari ½ butir kelapa • 1 ¼ sdt garam • ½ sdt gula pasir • 2 sdm minyak untuk menumis

Bahan untuk bumbu: • ¾ sdt merica bubuk • ½ sdt kunyit bubuk • 2 cm lengkuas • 1 batang serai, diambil putihnya

Cara membuat :

1. Panaskan minyak di wajan. Tumis bumbu halus sampai wangi. Aduk terus agar bagian dasar wajan tidak gosong

2. Masukkan potongan ayam. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan santan, garam, gula, dan asam. Terus masak sampai daging menjadi empuk.

3. Masukkan kelapa sangrai halus. Masak sampai kuah menyusut dan mengental.

4. Angkat ayamnya. Lalu sajikan dengan taburan bawang goreng.

3. Tak lupa, hidangan satu ini selalu ada di meja-meja saat Lebaran, Burasa', ketupat khas Sulawesi Selatan

Nah, ini adalah salah satu hidangan yang paling penting. Tak lengkap rasanya bila menikmati kedua hidangan diatas tanpa merasakan Burasa'. Jika di daerah lain ketupat jadi primadona saat Lebaran, di Makassar, Burasa jadi “ketupat” alternatif yang jadi favorit masyarakat Makassar.

Burasa berbahan dasar beras pulen yang dimasak bersama santan kental hingga setengah matang, ada juga yang menambahkan daun pandan atau daun salam untuk mendapatkan wangi yang khas.

Bahan yang kamu butuhkan


  • 1/2 kg beras cuci bersih

  • 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa

  • 2 lembar daun salam

  • 1 batang serai

  • Garam secukupnya

  • Daun pisang dan tali

CARA MEMBUAT BURAS SANTAN TANPA ISI :


  1. Kukus beras sampai setengah matang, lalu angkat. Campur dengan santan mendidih, daun salam, sereh, dan garam. Aduk rata.

  2. Masak beras setengah matang sampai santan terserap. Tumbuk sampai agak hancur.

  3. Ambil 2 sendok makan beras setengah matang. Bungkus dengan daun pisang bentuk lonjong.

  4. Ikat tiap dua bungkus jadi satu ikatan.

  5. Rebus air hingga mendidih, kemudian masukkan bungkusan tersebut. Rebus selama 2 jam. Jika air rebusan habis, tambahkan air panas.

  6. Angkat dan Hidangkan buras selagi hangat

4. Nikmati Bajabu, Olahan Abon kelapa khas Bugis

Bajabu ikan

Bajabu ikan via https://twitter.com

Ada yang khas dari kuliner Lebaran atau Idul Fitri di Sulawesi Selatan (Sulsel). Satu di antaranya keberadaan abon kelapa yang biasanya digandengkan dengan buras. Abon ikan yang dikenal dengan nama Bajabo kelapa itu biasanya dapat dijumpai di meja makan masyarakat Bugis ketika lebaran tiba.

Bahan-bahan:

1 butir kelapa parut, buka kulit arinya sebelum diparut

1/2 kg Ikan Tongkol, bisa dikukus atau dipanggang

Bumbu-bumbu:

10 siung bawang Merah

4 Siung bawang putih

5 batang sereh

5 iris lengkuas

4 iris Jahe 5 biji Cabe keriting

1/2 sdt lada bubuk

1 sdt kunyit bubuk

Garam

Kaldu bubuk secukupnya

Minyak buat menumis

Cara Membuat:

1. Pertama-tama ikan tuna atau ikan layang dikukus hingga matang. Setelah itu, ikan yang sudah matang tersebut disuwir hingga daging dan tulangnya berpisah.

2. Setelah daging ikan telah dipisahkan dari tulangnya, langkah selanjutnya daging ikan itu diulek hingga halus tergantung keinginan.

3. Kemudian daging ikan yang sudah diulek halus dicampur dengan santan, sereh serta bahan lainnya yang juga telah dihaluskan. Selanjutnya dipanaskan dalam wajan menggunakan api kecil.

4. Selama dimasak, terus aduk hingga airnya habis dan bajabonya kering. Setelah kering silakan diangkat dari perapian dan siap disajikan

5. Terakhir, camilan hidangan penutup dari pisang, Barongko.

Kue Barongko adalah salah satu resep kue khas dari Makassar yang terbuat dari pisang yang dicampur dengan santan dan telur kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus, Tekstur kue ini sangat lembut karena sebelum dikukus pisang dihaluskan terlebih dahulu bersama santan menggunakan blender. Pisang yang digunakan dalam pembuatan kue barongko ini wajib menggunakan jenis pisang kepok karena akan mempengaruhi rasa apabila kita menggunakan pisang lain seperti pisang Ambon atau pisang raja.

Bahan-bahan:


  • 20 buah pisang kapok

  • 3 butir telur

  • 100 gr gula pasir

  • ½ sdt garam

  • ½ sdt vanili bubuk

  • 250ml santan kental

  • 2 lembar daun pandan

  • Daun pisang secukupnya (untuk membungkus)

Cara Membuat :


  1. Kupas pisang lalu buang bagian hitamnya kemudian masukan pisang dan santan kedalam blender, haluskan sampai tidak ada pisang yang menggumpal kemudian taruh kedalam wadah.

  2. Kocok lepas telur ayam lalu masukan kedalam wadah yang berisi pisang dan santan yang telah diblender

  3. Kemudian masukan gula pasir, garam & vanili bubuk, aduk rata

  4. Ambil Selembar daun pisang lalu bentuk seperti saat kita membuat botok, masukan potongan daun pandan kemudian ambil adonan kira-kira satu cangkir masukan kedalam daun lalu rapatkan dengan strapler, atau disemat menggunakan lidi juga boleh.

  5. Lakukan hal yang sama sampai adonan habis.

  6. Kukus kue barongko kira-kira 30 menit, apabila daun telah berubah warna menjadi gelap pertanda sudah matang

  7. Setelaha adonan matang, angkat lalu sajikan.

Nah, sudah tahu kan hidangan Lebaran seperti apa yang jadi khas suku Bugis. Beberapa mungkin sering dijumpai di hari-hari biasa, namun rasanya pasti berbeda jika dinikmati saat Lebaran. Nah resep mana saja yang kalian tertarik untuk dicoba?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya