1. Perjalanan Darat dan Air yang ‘tak manusiawi’ akan membuatmu kebingungan, “Di mana aku? Kenapa aku berada di tempat seperti ini?”

Truk melintasi sungai

Truk melintasi sungai via http://iirendotkom.blogspot.co.id

Perjalanan menuju Sukamade, Meru Betiri bukanlah perjalanan biasa yang bisa ditempuh sambil tiduran di atas mobil pribadi. Selain jaraknya yang cukup jauh, medan yang semula beraspal lambat laun akan berubah menjadi jalan berlubang (lubangnya hingga sebesar diameter jalan), lalu menjadi jalanan berbatu dengan jurang di satu sisinya. Untuk menyingkat waktu tempuh, kendaraan sering kali memotong jalur dengan melintasi sungai. Sopir-sopir yang lulus melewati medan ini, keahliannya sudah tak akan diragukan lagi. Bagaimana dengan penumpangnya? Melintasi rute yang tak manusiawi dengan truk besar yang menyeberangi sungai tiga kali bisa jadi akan menjadi uji ketahanan fisik dan mental terberat di hidup kalian.

2. Penginapan Super Comfort di Tengah Hutan

Setelah menempuh perjalanan panjang yang berat, melihat kendaraan yang kalian tumpangi telah sampai di bibir penginapan akan membuat kalian menjadi manusia paling bahagia di bumi. Meski penginapan Sukamade tidak seberapa besar, penginapan ini tergolong sangat nyaman. Beberapa kamar bahkan difasilitasi dengan spring bed yang empuk dan kamar mandi dalam. Tak hanya itu, lokasi penginapan berada diantara hutan-hutan dengan aneka ekosistem, seperti hutan pantai, hutan hujan tropis, hutan rawa, hutan nipah, dan perkebunan kakao. Suasana sepi senyap, udara sejuk sepanjang hari, dan atraksi alami segerombolan Macaca sp.di sekitar area penginapan akan membuat kalian betah!

3. Beragam ekosistem hutan yang alami menggoda kalian untuk tracking sepuasnya!

Tracking adalah kegiatan wajib yang harus kalian lakukan. Beragam ekosistem hutan yang ada menawarkan keindahannya sendiri. Jika kalian beruntung, kalian akan menemukan hewan-hewan liar di habitat aslinya, seperti rusa, kera, burung hantu, biawak, elang jawa, dll. Tetapi ingat, keberadaan hewan-hewan tersebut dilindungi dan dijaga kelestariannya. So, jangan coba-coba menganggu mereka!

 

 

4. Undangan Meneliti Bagi Para Ilmuan Pribumi

Sebanyak 518 jenis flora, terdiri 15 jenis yang dilindungi dan 503 jenis yang tidak dilindungi, serta fauna sebanyak 217 jenis, terdiri dari 92 jenis yang dilindungi dan 115 jenis yang tidak dilindungi telah teridentifikasi di TNMB. Meskipun menyimpan kekayaan alam yang sangat beragam, rupanya masih sangat sedikit peneliti-peneliti asal Indonesia yang mau menggali potensi TNMB sebagai objek pengembangan ilmu pengetahuan. Berbanding terbalik dengan  peneliti pribumi, banyak peneliti asing yang justru sangat antusias melakukan ekplorasi dan penelitian di TNMB. Petugas pengelola TNMB Wilayah Sukamade dengan tangan terbuka, mengundang peneliti tanah air untuk melakukan eksplorasi potensi alam TNMB, terutama dari sisi penyu. Kamu peneliti/calon peneliti yang cinta tanah air? Yuk, meneliti bareng kesini!

5. The Turtle Beach, Gelar yang Cantik untuk Pantai Secantik Sukamade

Selain ombak besar dan barisan bukit hijau yang menakjubkan, Pantai Sukamade memiliki pesonanya sendiri sebagai rumah bertelur bagi empat spesies penyu di dunia, yaitu penyu abu-abu atau lekang (Lepidochelys kempi), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Oleh karena itu, dibangunlah tempat konservasi penyu Sukamade. Bagi kalian pecinta penyu, jangan pernah lewatkan aktivitas mengamati penyu bertelur di malam hari dan melepas tukik pada pagi hari. Pihak pengelola telah memfasilitasi dengan baik kedua aktivitas ini. Kalian akan didampingi Jagawana dalam melakukannya. 

6. “Gak Mau Pulang. Pengen Tinggal di Sini Aja!”, itulah kalimat terakhir kalian ketika akan kembali ke kota

pantai sukamade

pantai sukamade via http://www.dokumentasipribadi

Hidup terisolasi di tengah hutan tanpa sinyal handphone dan pasokan listrik yang terbatas ternyata akan membuat kalian bersahabat lebih akrab dengan alam. Tanpa hiruk pikuk perkotaan yang biasa menyergap hidup kalian, tempat ini nyaris imajiner di bumi. Suara alam yang berbisik lembut terdengar dengan jelas. Keagungan Sang Pencipta yang selama ini tertutupi keegoisan diri, tabirnya terbuka sendiri. Di tempat ini, kalian telah belajar bahwa hidup sederhana dan menghargai alam akan membuat bumi jauh lebih baik. Sekembalinya dari sini, kalian bisa jadi akan enggan untuk sekadar membuang bungkus permen sembarangan. Atau bahkan kalian berangan tak ingin pulang, “Gak mau pulang! Pengen tinggal disini aja!”

Pada hakikatnya, kemana pun tujuan dari perjalanan yang kita tempuh akan membawa serta diri kita untuk tumbuh. Semakin jauh dan berat perjuangan kita untuk sampai, akan semakin banyak pula hal berharga yang akan kita dapatkan. Perjalanan ke Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri tidak akan berarti apabila hanya oleh-olehnya hanya foto selfie. Namun, wawasan baru, kebijaksanaan hidup, serta kerendahan hati-lah yang membuat perjalanan ‘tak manusiawi’ ini memiliki esensi.

“Menempuh perjalanan untuk tumbuh setinggi-tingginya dengan hati yang merendah serendah-rendahnya adalah keharusan bagi setiap manusia”

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya