5 Barang Sehari-Hari Ini Penyumbang Besar Limbah Lingkungan. Jangan Cuma Fokus dengan Limbah Plastik ya!

Hidup manusia sangat bergantung dengan sekitarnya. Ia tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain, lingkungan, dan elemen kehidupan lainnya. Namun, dengan perkembangan teknologi dan kepintaran manusia, sisi manusia yang individualis pun mulai terlihat. Manusia yang mulai tidak peduli dengan sekitarnya. Bahkan, tidak mempedulikan tanah yang diinjak oleh mereka. 

Menurut Jakarta Post, Indonesia menghasilkan sekitar 190,000 ton sampah setiap harinya. Mulai dari limbah perusahaan hingga limbah individual. Dalam skala dunia, Indonesia peringkat dua tertinggi dibelakang China sebagai pembuang limbah plastik terbanyak di dunia. Indonesia merupakan negara dengan salah satu penduduk terbanyak di dunia, dengan sekitar 267 juta penduduk. Angka ini akan terus meningkat apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat bahwa limbah merupakan suatu permasalahan yang harus diurus dari sekarang, maka tidak akan mulai. 

Sampah atau limbah pun membawa dampak yang besar terhadap bencana alam yang terjadi, seperti banjir yang sering terjadi, pencemaran air, udara, tanah, sehingga menjadi tidak sehat untuk manusia. 

Tidak hanya sampah plastik yang menjadi permasalahan limbah di Indonesia. Walau orang-orang sudah mulai sadar betapa bahayanya menggunakan sedotan plastik, tetapi mereka tidak menyadari limbah lainnya yang juga membahayakan dunia. Terkadang, orang terlalu fokus dengan sedotan plastik sehingga mereka melupakan bahwa botol yang mereka gunakan menggunakan bahan plastik yang dapat merusak lingkungan juga. Orang pun tidak menyadari bahwa produksi satu sedotan besi atau stainless strawmenyebabkan permasalahan pada lingkungan seperti 20 buah sedotan plastik.   

Selain sedotan plastik, ada beberapa limbah sehari-hari yang kita buang dan membawa permasalahan lebih terhadap lingkungan. Mereka adalah:

Advertisement

1. Batu baterai bekas 

ilustrasi baterai

ilustrasi baterai via http://https

Batu baterai bekas merupakan limbah yang berbahaya untuk lingkungan karena berbagai logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium. Bahan-bahan ini apabila tidak dibuang dengan benar akan membawa permasalahan yang banyak tidak hanya ke lingkungan tetapi juga bagi kesehatan orang–orang di sekitar limbah tersebut.

2. Pestisida

ilustrasi Pestisida

ilustrasi Pestisida via http://https

Pestisida sering digunakan untuk membunuh hama atau binatang lainnya yang menggangu kegiatan sehari-hari. Namun, pestisida dapat mencemari udara karena kandungan karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, klorin, sulfur, ferum, cuprum, merkuri, zinc dan arsenic. Bahan-bahan yang terkandung dalam pestisida ini akan mencemari udara jika saat disemprotkan cairannya terbawa angin.

Advertisement

3. Hairspray

Perawatan rambut

Perawatan rambut via http://https

Hairspray digunakan untuk menjaga rambut agar tetap terlihat rapi lebih lama. Namun, kandungan CFC di dalam hairspray dapat menyebabkan pencemaran udara. Apabila CFC terlepas di udara, zat ini berkontribusi terhadap pemasanan global dengan terbentuknya emisi CO2.

    4. Deterjen pakaian

    Ilustrasi deterjen

    Ilustrasi deterjen via http://https

    Deterjen dapat mencemari lingkungan melalui busanya yang terbuang melalui saluran air. Busa ini tidak mudah hilang dan akan menyebabkan kontak air dengan udara menjadi terbatas. Hal ini menyebabkan proses pelarutan oksigen ke dalam airpun merendah. Kondisi tersebut dapat membuat makhluk hidup di dalam air mati.

    5. Gas kendaraan

    Advertisement
    GAs Kendaraan Motor

    GAs Kendaraan Motor via http://https

    Kendaraan merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam pencemaran udara. Dengan emisi karbon yang dikeluarkan berdampak pada kerusakan lapisan ozone sehingga sinar UV (ultraviolet) mentah dari matahari langsung masuk ke bumi. Sinar UV dapat menyebabkan berbagai kerusakan kulit jangka panjang seperti kanker kulit.

     

    Sebagai manusia, memang tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menciptakan masalah lainnya. Indonesia harus memperluas edukasi dan ketegasan mengenai lingkungan hidup. Mencontoh dari negara tetangga, Singapura. Mereka mengimplementasikan denda apabila penduduknya membuang sampah sembarangan. Tidak hanya itu, Singapura pun membangun suatu alat yang dapat mengubah sampah atau limbah menjadi sumber listrik dan asap yang dihasilkan oleh alat tersebut tidak mencemari lingkungan. 

    Tidak harus meniru pergerakkan yang dilakukan oleh Singapura. Kita bisa mulai dari tindakan–tindakan kecil. Seperti menggunakan ulang atau daur ulang sampah yang sudah digunakan menjadi suatu karya. Tindakan membantu lingkungan bisa dimulai kapan saja dan oleh siapa saja. 

    Berbagai macam tindakan sudah mulai dilakukan mulai dari LSM hingga tindakan-tindakan kecil yang dapat dilakukan oleh siapapun. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia pun banyak, seperti Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup, Wahna Lingkungan Hidup Indonesia, LSM Lingkungan, dan berbagai macam LSM sudah mulai bergerak. Namun, mereka tidak dapat bekerja sendiri, setiap usaha untuk membantu dunia ini untuk menjadikan bumi lebih hijau 

    Niat dan keinginan masyarakat untuk transisi dari Indonesia yang dapat dilihat sekarang menjadi Indonesia yang lebih bersih dan aman tidak kalah penting. Apabila kita menyadari permasalan lingkungan yang sedang terjadi, kita dapat membawa perubahan. 

    Selain edukasi, dibutuhkan juga rasa sense of belonging kita terhadap dunia. Fakta bahwa bumi merupakan rumah kita bersama. Apabila manusia mulai menjadi makhluk hidup yang menyadari bahwa mereka bergantung terhadap aspek-aspek lain di dunia ini, keinginan untuk menyelamatkan bumi atau membawa perubahanpun akan muncul dan membesar.

    Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

    Advertisement

    “Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

    Berikan Komentar

    Tim Dalam Artikel Ini

    Penulis

    CLOSE