Aku sadar, aku tidaklah dibesarkan dengan pohon uang. Bukan petik minta pada orang tua lalu pergi berpesta pora 

Untuk kamu mahasiswa modal pas-pasan/kurang mampu pasti merasakan betapa sulitnya untuk berjuang menggapai masa depan. Ada banyak realita yang membuatmu ciut dan banyak pula yang membuat motivasimu bangkit.  Bermodal semangat berbalut kerja keras ada banyak hal yang kamu harus perjuangkan di kampusmu.

Meski keterbatasan ekonomi menjadi hambatanmu, banyak kejadian yang membuatmu semakin tertantang untuk membahagiakan orang tuamu. Dari lingkungan kampus kamu tahu betapa berharganya arti dari waktu, keringat dan dan kekuatan doa. 

Kamu mahasiswa bermodal pas-pasan, beberapa hal ini pasti sudah tidak asing lagi denganmu. 

1. Di Selasar kampus, temanmu memamerkan barang-barang branded keluaran terbaru, kamu diam terpaku menatap kemeja dan celanamu yang mulai lusuh.

anak gaul kampus via http://huffingtonpost.com

Lingkungan kampusmu mewajibkan semua mahasiswa berekspresi. Tak ayal kamu menemukan banyak temanmu datang mengenakan busana bak seorang artis. Lantas apakah kamu harus kecut hati? Ingat kamu memiliki kegesitan berpikir dari yang mereka kira. Jangan terlalu terlena melihat sekelilingmu yang berpenampilan seperti artis, beralis cetar dan ber-make up tebal.

Advertisement

Penampilan memang penting di kala usia muda, tapi ingat sentuhan kecerdasan dan kemurnian hati membuatmu lebih bersinar dari apa yang mereka kira. Suatu saat nanti kamu pasti bisa membeli barang-barang menunjang penampilanmu dengan keringatmu sendiri lebih dari yang mereka kenakan.

2. Melihat temanmu makan di cafe bintang lima apa daya ibu memberikanmu uang tak seberapa, hanya bisa makan di kaki lima

nongkrong gaul ala mahasiswa mapan via http://pexels.com

Akhir bulan di saat banyak yang harus kamu kerjakan, beli sana beli sini. Apa daya, dompetmu tak bersahabat saat itu. Beasiswa belum cair, kiriman ortu tak bisa diandalkan. Bahkan untuk makan pun kamu harus berpikir, menu apa yang paling murah. Kadang kamu iri melihat teman-temanmu yang makan di cafe mahal dengan harga yang selangit.

Makan di cafe bukanlah segalanya ,dengan kamu memasak sendiri, kamu lebih bisa menetukan porsi dan hidanganmu. Tentunya lebih murah dan terjamin. Tak usah berbelit makanan kaki lima belum tentu menyandang status tak bergizi.

3. Catatan kecil yang mulai lusuh menjadi teman setiamu di perpustakaan, kadang kamu iri melihat temanmu begitu nyaman belajar di cafe yang dingin.

mahasiswa pecandu buku via http://pexels.com

Advertisement

Temanmu Nongkrong di cafe sambil tertawa puas. Kamu setia dengan catatan kecil dan sebundel buku perpustakaan yang bertaruh waktu untuk pengembalian buku. Kamu kewalahan pinjam sana pinjam sini untuk mengerjakan tugasmu.

Keberuntungan ada denganmu karena temanmu yang belajar di cafe, bukan 100% untuk belajar. Saat di perpustakaan kamu bisa lebih tenang dan fokus memahami isi buku dan mengingat materi dosen. kamu punya kesempatan lebih untuk menguasai seluruh materi dengan baik. Perpustakaan juga memberikanmu peluang mengenal orang-orang cerdas di kampusmu. Di sinilah ajang berinteraksi satu sama lain bersama mahasiswa-mahasiswa yang unggul di akademik.

4. Temanmu sering bolos kuliah karena alasan malas. Bagimu tak ada alasan untuk tidak berangkat kuliah

bolos kuliah asyik bermain gadget via http://pixabay.com

Kadang kamu heran, melihat temanmu terlambat dan malas masuk kuliah padahal mereka mengendarai kendaraan. Gaya hidup menelan jiwa mereka. Sebaiknya kamu tidak terikut dengan doktrin mereka yang datang kuliah titip absen tapi ke kantin. Atau malah senang mengerjakan tugas dengan bantuan joki. Begitu nyaman dengan usia yang masih muda.

Kamu berjuang untuk berpikir lebih keras untuk menaklukkan perkuliahan, berusaha datang lebih awal, duduk di bangku paling depan, mencatat materi kuliah dan rajin bertanya pada dosen. Percayalah berani dalam situasi dan kondisi apapun dapat menyelamatkanmu dalam kejadian tertekan sekalipun. Kamu hanya butuh menikmati prosesnya.

5. Liburanmu adalah kampus dan kost, temanmu asyik hang out ke mall berjam-jam

belajar di kostan via http://pexels.com

Tak usah heran dengan gaya hidup temanmu yang pergi kesana kemari. Ingat mereka menghamburkan uang orang tuanya bukan uang mereka. Kamu lebih beruntung bisa menikmati liburan berinteraksi dengan lingkungan kampus. Kesempatan lebih yang kamu gunakan untuk melatih skill/hobby kamu dengan teman organisasi kampusmu.

Tak perlu khawatir meski kost menjadi pelabuhan terakhirmu untuk berkeluh kesah, ia mengademkan hati dan pikiranmu yang lelah. Ini kesempatanmu untuk merefleksi kegiatanmu hari itu juga. Saat dikostan jangan lupa untuk mengabarkan pada orang tuamu. Karena mereka selalu mendoakanmu dalam setiap ayat doanya.

6. Ketika terik menerpa kamu tak kuat lagi jalan kaki dan melihat temanmu dengan enaknya menyetir kendaraan pribadi

berjalan menatap masa depan via http://pexels.com

Kamu berpikir mengapa mereka semudah itu mendapatkan kendaraan dari orang tua? Hentikan! Itu akan membuatmu terpukul. Tak usah terlalu terlarut, kamu bisa lebih bersyukur menikmati perjuangan yang penuh dengan air mata dan tenaga demi masa depanmu. Meski kamu berjalan kaki ke kampus, kamu bisa lebih bersyukur menikmati jalan kaki sebagai bagian dari olahraga. Berapapun jaraknya kamu dapat melewatinya dengan senyum semangat karena motivasimu untuk menggapai visi hidupmu. Orangtuamu tak bisa memberikanmu kendaraan mungkin mereka hanya bisa memberikanmu kendaraan doa membuka gerbang masa depanmu yang cerah.

7. Saat kamu lihat bahwa nilai semestermu sesuai dengan perjuangan yang kamu korbankan

senyum perjuangan via http://pixabay.com

Perjuangan dari tenaga dan waktu yang kamu korbankan berbuah manis dengan melihat hasil yang kamu peroleh. Selamat kamu dapat melewati godaan dan nafsu yang begitu mencekam mentalmu. Tujuanmu adalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya bukan bergaya semewah-mewahnya. Katakan pada orang tuamu bahwa kamu kelak bisa sukses meski kamu menyandang mahasiswa kurang mampu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya