Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Mempelajari budaya lain yang berbeda dari budaya kita merupakan salah satu unsur menarik ketika travelling. Selain menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan penduduk lokal, kita akan lebih mudah mengontrol bagaimana harus bersikap dalam setiap situasi.

Salah satu bahasa yang paling banyak dipelajari orang di dunia adalah Inggris. Selain bahasanya, budaya United Kingdom dikenal di seluruh penjuru dunia. Berterima kasihlah kepada bioskop, novel, dan internet yang mampu mengenalkanmu pada Harry Potter, Sherlock Holmes, dan The Beatles. Konten hiburan British yang kita nikmati secara tidak langsung memengaruhi cara pandang kita, lho! Di bawah ini ada berbagai stereotip orang British. Kira-kira, bisa gak kamu tebak mana yang benar dan mana yang tidak?

1. Up-to-date Soal Keluarga Kerajaan

Changing the Guards

Changing the Guards via https://spravy.pravda.sk

Di dongeng-dongeng, apa yang pangeran dan putri lakukan pasti selalu diikuti dan dipantau. Setiap ada jamuan makan, seluruh rakyat diundang. Bagaimana ya dengan para bangsawan kerajaan Inggris? Apa semua rakyat biasa pernah bertemu Ratu Elizabeth?

Sebelumnya, maaf nih kalau menghancurkan impian kamu. Sayangnya, semua itu fiksi. Tidak semudah itu bertemu ratu. Kebanyakan orang British memang bangga dengan ratunya. Sebagaimana orang penting yang sering diberitakan, ratu dan keluarga kerajaan lainnya terus dipantau. Akan tetapi, bukan berarti semua orang UK terobsesi dan selalu mengikuti pemberitaan tentang kerajaan, kan?

2. Senang Memakai Topi

Sherlock Holmes

Sherlock Holmes via https://www.express.co.uk

Advertisement

Sherlock Holmes dan Hercule Poirot, karakter fiksi dengan pengarang berkebangsaan Inggris digambarkan memakai topi dalam setiap kesempatan. Seringkali juga kita melihat Ratu Elizabeth atau Kate Middleton yang kemana-mana memakai topi. Topi memang bukan sekadar aksesori, melainkan bagian dari keragaman kependudukan. Beda topi, beda bidang lapangan kerja dan status sosial.

Akan tetapi, stereotip ini sesungguhnya fiksi. Yaa.. paling tidak berlaku sebelum tahun 1950-an. Di zaman sekarang, topi bukan merupakan atribut yang umum dipakai ketika kamu berjalan di sudut kota London. Sama saja seperti negara lain, pemakaian topi merupakan kebebasan orang untuk bergaya saja.

Sementara itu, keluarga kerajaan selalu berusaha mempertahankan tradisi. Selain digunakan pada kegiatan formal, topi berfungsi untuk membedakan anggota keluarga kerajaan dengan masyarakat biasa.

3. Di Manapun Pasti Antre

British habit

British habit via https://www.telegraph.co.uk

Advertisement

Kalau yang satu ini fakta, lho! Pasalnya, antre merupakan bagian unik dari budaya British people. Tanpa disuruh, orang-orang Britania biasanya membentuk antrean satu jalur ketika hendak berbelanja ataupun membeli tiket nonton. Harapannya, tentu saja “first come first served”. Akan tetapi, jangan khawatir kalau kamu buru-buru. Bicara saja dengan sopan, dan orang akan memberimu kesempatan untuk duluan.

Selain budaya antre, penduduk UK merupakan orang yang tepat waktu. Jam karet dianggap tidak sopan, apalagi bagi orang Skotlandia. Jadi, pastikan kamu memberi kabar terlebih dahulu kalau ada tanda-tanda bakal terlambat.

4. Hobi Minum Teh

Time for a cuppa!

Time for a cuppa! via https://www.huffingtonpost.com

Kalau ditanya tim teh atau kopi, kebanyakan orang British pasti akan memilih teh. Stereotip yang mungkin sudah sering kamu dengar ini ternyata benar. Rasanya segala masalah dapat diselesaikan dengan teh.

Morning tea dan evening tea memang sudah menjadi bagian dari budaya British. Jika kamu bertamu, disajikan teh merupakan bentuk jamuan dan keramahan orang British. Meneguk secangkir teh yang diseduh dengan campuran susu sangatlah nikmat, apalagi di hari yang dingin.

5. Posh British Accent

Excuse me, Sir?

Excuse me, Sir? via http://rebrn.com

Banyak orang bilang, aksen American English dan British English berbeda. Sebut saja saat Mrs. Minerva McGonagall memanggil Harry Potter dengan suara yang lebih terdengar seperti “Haw-ry Poo-tah”. Apakah aksen orang British memang terdengar berkelas dan mewah?

Hal ini ternyata fiksi. Tidak ada yang namanya aksen British. Aksen dan dialek orang yang berasal dari utara tentu saja berbeda dengan aksen dan dialek orang selatan. Sesungguhnya aksen orang British bervariasi dari kota ke kota. Sama seperti gaya bicara orang Jawa dan Batak yang berbeda, kalau tinggal lama di UK tentu kamu akan tahu dari mana orang tersebut berasal. Jadi, jangan salah paham lagi ya. Tidak semua orang British berbicara seperti Ratu Elizabeth kok, hehe.

6. Hampir Tidak Ada Matahari

Sepertinya hampir selalu hujan deh di UK, ya nggak? Salah lho.. Walau cuaca UK yang ditampilkan di film-film banyak berlatar langit keabuan, tapi secara keseluruhan curah hujan di UK lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata musim hujan di Eropa lainnya. Musim panas di London saja bisa membuatmu sulit tidur karena kelembapannya.

Tapi stereotip yang ini tidak salah sepenuhnya, sih. Pasalnya, di Irlandia Utara dan Skotlandia memang jarang sekali ada matahari. Sebagai hasilnya, ketika terkena paparan sinar matahari, penggunaan minyak tanning dan lotion anti matahari tetap saja membuat kulit pucat mereka berubah menjadi seperti kepiting rebus.

7. Sering Minta Maaf

How to Apologize

How to Apologize via https://theswaddle.com

Fakta. British people sangat sering meminta maaf dalam setiap kesempatan, bahkan untuk hal yang mungkin kurang penting. Tanpa disadari, kata “sorry” sering mengawali ataupun mengakhiri kalimat. Mereka bilang maaf sebagai kata ganti permisi. Bilang maaf ketika kesulitan mendengar. Bilang maaf ketika tidak sengaja bertabrakan dengan orang lain, bahkan meski itu bukan salah mereka. Hal ini mungkin terdengar lucu bagi pendatang luar seperti kita, tapi manis bukan?

8. Kebiasaan Minum-Minum

Banyaknya jumlah bar dan kebiasaan minum yang dianggap legal, membuat setiap weekend bar tidak pernah sepi. Orang British senang mengunjungi bar untuk sekadar hangout sambil minum. Jumlah alkohol yang dikonsumsi berbanding lurus dengan dinginnya iklim di UK tentunya. Apalagi saat musim dingin, British people tentu butuh asupan alkohol lebih untuk menghangatkan tubuh.

9. Mayoritas Gila Bola

Ole, ole, ole, ole!

Ole, ole, ole, ole! via https://www.aol.co.uk

Sudah menjadi rahasia umum kalau UK adalah negara sepak bola. Ada banyak stadium dan tim sepak bola yang bisa kamu sebutkan. Jika kamu bukan penggemar bola sekalipun, lama-lama kamu akan belajar untuk menyukainya karena ada banyak acara bola di televisi. Penduduk lokal akan sering bertanya tentang klub yang kamu dukung. So yeah, welcome to the club!

10. Jarang ada Makanan Enak

Traditional Fish and Chips

Traditional Fish and Chips via https://www.thespruce.com

Wah, kalau yang ini sih udah pasti salah. Kalau kamu bilang makanan UK hambar dan terkesan kolot, mungkin kamu kebetulan aja dapat makanan yang failed. Pasalnya, keberagaman penduduk UK yang berasal dari berbagai negara membuat UK kaya akan rasa. Fish and chips? Ada! Full English breakfast? Bisa! Pudding dan pie? Mau! Dipastikan kamu tidak akan kecewa, deh.

Yap, kita sudah berhasil mengungkap stereotypes yang lekat dengan British people. Walaupun begitu, perlu diingat juga kalau tidak semua orang bisa kita generalisasi. Beda pribadi, beda kesukaan. Justru itulah yang membuat kita menjadi beragam dan saling melengkapi. Dari 10 stereotip, berapa banyak yang benar kamu tebak?

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya