Mama Millenial, Yuk Kenali 5 Gejala PCOS atau Sindrom Ovarium Polikistik Sedini Mungkin

PCOS dapat Sangat Mempengaruhi Kehidupan Seorang Perempuan

Apa itu PCOS? PCOS merupakan kelainan endokrin atau hormonal yang paling sering dijumpai pada perempuan usia subur. Masalah yang paling sering diakibatkan oleh PCOS adalah gangguan menstruasi dan infertilitas. Polycistic Ovary Sindrome (PCOS) atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai Sindrom Ovarium Polikistik merupakan suatu kondisi kelainan hormonal yang cukup sering terjadi pada perempuan sekitar 12-18 %. Gejala PCOS mulai dirasakan saat wanita mulai menginjak usia pubertas sampai masa menjelang monopause.

1. Kadar Hormon Androgen Tinggi

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Terdapat tanda-tanda peningkatan kadar hormon androgen (yang biasa tinggi pada laki-laki) yaitu pertumbuhan rambut yang berlebihan didaerah yang tidak biasa pada perempuan di area tubuh tertentu (kumis, jenggot, dada, punggung, lengan atas atau paha).

2. Haid yang Tidak Teratur

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Biasanya pasien PCOS akan mengalami keterlambatan haid mulai seminggu sampai berbulan-bulan. Kadang haid hanya keluar apabila dipancing dengan obat pemancing haid oleh dokter. Pada saat haid bisa berupa flek-flek saja sampai pendarahan yang banyak disertai dengan keluarnya bekuan darah. Terkadang pasien dengan PCOS tidak pernah mengalami haid sejak remaja.

3. Indung Telur yang Tidak Normal

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Apabila pasien dengan PCOS saat dilakukan USG oleh dokter, maka akan terlihat gambaran indung telur yang tidak normal, yaitu banyaknya telur yang berukuran kecil dan tidak membesar saat masa subur

4. Jerawat yang Sulit Disembuhkan

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Jerawat sebenarnya merupakan masalah kesehatan kulit. Namun, jerawat karena PCOS kadang timbul di tempat yang tidak lazim karena ketidakseimbangan hormon. Jerawat akibat PCOS ini merupakan jerawat yang sulit disembuhkan.

5. Penambahan Berat Badan yang Cukup Signifikan

Photo by Pexels

Photo by Pexels via https://www.pexels.com

Seorang perempuan yang menderita PCOS biasanya mempunyai kelainan metabolik yang disebut resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap insulin. Resistensi insulin biasa terjadi pafa penderita yang mengalami kegemukan atau obesitas (95%), namun dapat terjadi pada penderita PCOS yang memiliki berat badan ideal. Oleh karena itu sangat penting bagi seorang penderita PCOS untuk mengubah gaya hidup dan mengobati resistensi insulin untuk mencegah terjadinya komplikasi. 

Mengikuti gaya hidup sehat, mencari pengobatan ke dokter akan menurunkan resiko terjadinya gangguan psikologis pada penderita PCOS. Namun, dukungan dan support keluarga terdekat terutama orang tua atau suami merupakan hal yang paling penting diberikan kepada pasien dengan PCOS. 

Mari kenali seluruh gejala pada diri kita wanita, untuk mencegah dan mengobatinya. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa Univeritas Brwawijaya