#RemajaBicaraKespro-Kenali 5 Masalah Besar yang Sering Dihadapi oleh Remaja

Saatnya remaja menemukan jati diri dan solusi

Masa remaja merupakan masa yang kompleks dimana seorang anak mengalami perkembangan, perubahan, dan pertumbuhan yang sangat pesat baik secara fisik, emosional, maupun secara kognitif. Masa ini merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa. Dan tak jarang perubahan-perubahan ini membuat remaja kebingungan karena banyaknya perubahan yang terjadi pada diri mereka.

Sebagai seseorang yang pernah melewati masa remaja, saya pun mengalami hal yang sama. Dimana terjadi perubahan fisik yang sangat mencolok, kemudian perubahan mood atau emosi yang drastis yang tentunya terkadang tidak dimengerti, serta perubahan atau perkembangan lainnya yang membuat saya semakin bingung.

Jika pada masa remaja ini tidak mendapat bimbingan atau edukasi dari orang atau lingkungan yang tepat terkait dengan perubahan yang dialami, maka remaja akan mengalami kendala atau kesulitan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada diri mereka. Tentunya hal ini sangat berpengaruh ketika ia memasuki masa dewasa di kemudian hari.

Untuk itu, saya disini akan sedikit sharing berkaitan dengan beberapa hal yang menjadi problem atau masalah yang sering dialami oleh para remaja. Harapannya agar remaja itu sendiri bisa teredukasi dan mampu untuk melakukan problem solving. Selain itu, tulisan ini juga bisa berguna bagi orang tua agar lebih bisa memahami anaknya yang mulai beranjak remaja. Berikut ini terdapat lima masalah yang sering dihadapi oleh remaja: 

Advertisement

1. Masalah penampilan dan perubahan fisik

Foto oleh KoolShooters dari Pexels

Foto oleh KoolShooters dari Pexels via http://https

Masalah penampilan merupakan masalah terbesar yang dialami oleh remaja. Perubahan yang terjadi pada tubuh membuat para remaja merasa tertekan. Tentu hal ini bukan tanpa alasan. Ketika ada bagian-bagian tubuh yang mengalami perubahan seperti berat badan yang bertambah atau sebaliknya menjadi kurus, timbulnya jerawat di bagian tubuh tertentu misalnya di dada, di punggung, atau bahkan di wajah dikarenakan adanya perubahan hormon yang ekstrem. Hal ini tentu sangat mempengaruhi rasa percaya diri dari remaja itu sendiri.

Ketika saya remaja pun pernah mengalami hal yang sama. Berat badan naik, sementara itu akibat adanya perubahan hormon saya juga mengalami jerawat yang cukup parah di bagian wajah. Pada saat mengalaminya tentunya timbul rasa tidak percaya diri, minder, bahkan merasa tidak berharga. Tanpa disadari hal ini membuat saya tertekan atau stres.

Advertisement

Tentunya itu hanya beberapa perubahan yang terjadi pada fisik yang mempengaruhi rasa percaya diri. Masih banyak perubahan-perubahan fisik yang lain yang berpengaruh terhadap penampilan. Misalnya tumbuhnya payudara, pinggul yang membesar, munculnya jakun, dan perubahan suara pada anak laki-laki. Hal ini juga turut serta mempengaruhi masalah penampilan pada remaja.

Jika tidak disikapi dengan baik, maka remaja tersebut akan kesulitan untuk menghadapi masa remajanya bahkan bisa jadi akan timbul rasa tidak suka atau tidak menerima terhadap perubahan yang terjadi. 

2. Masalah di sekolah atau pendidikan

Advertisement
Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Foto oleh Max Fischer dari Pexels via https://www.pexels.com

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi remaja. Namun, tidak jarang remaja yang memiliki masalah ketika di sekolah atau berkaitan dengan pendidikannya. Dimulai dari masalah akademik, lingkungan sekolah, ataupun tuntutan orang tua terhadap pendidikan mereka. Hal ini tanpa disadari membuat banyak remaja mengalami stres atau tertekan.

Di sisi lain dia harus berhadapan dengan kondisi tubuhnya yang mengalami banyak perubahan, di sisi lain ia juga harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekolah, pelajaran yang ada di sekolah, dan tentunya persaingan atau kompetitif yang ada di sekolah.

Walaupun saat ini teknologi sudah canggih dan banyak membantu untuk mempermudah mereka memahami materi atau belajar, tetapi tuntutan dari lingkungan atau kompetisi semakin ketat. Tidak jarang kasus bullying banyak terjadi di lingkungan sekolah. Hal ini tentunya membawa problem tersendiri bagi remaja. 

3. Masalah persahabatan atau teman sebaya

Foto oleh Mary Taylor dari Pexels

Foto oleh Mary Taylor dari Pexels via http://https

Seseorang yang dijadikan teman pun akan sangat berpengaruh pada perkembangan remaja. Hubungan kelompok teman sebaya yang positif akan memberi hasil pada prestasi akademik dan keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Sedangkan hubungan kelompok teman sebaya yang negatif akan menimbulkan masalah perilaku dan perkembangan moral.

Masalah perilaku yang muncul pada remaja seperti terlibat dalam perkelahian, tawuran, penggunaan obat-obatan, sampai pada kenakalan remaja. Untuk itu diperlukan remaja dalam pengawasan orang tua atau orang dewasa.

Tentunya orangtua harus mengetahui siapa saja teman sebayanya atau sahabat dekatnya. Apakah teman-temannya itu membawa dampak yang positif atau malah sebaliknya? Tetapi orang tua juga jangan mengekang atau bersikap posesif karena hal tersebut membuat anak juga tidak nyaman. Berilah keleluasan dan kepercayaan akan tetapi tetap dalam pengawasan. 

4. Masalah asmara atau percintaan

Foto oleh Trinity Kubassek dari Pexels

Foto oleh Trinity Kubassek dari Pexels via http://https

Masa remaja memang nggak lengkap tanpa ada cerita soal cinta. Cinta remaja memang indah, tapi tak selamanya kisah cinta itu berjalan sesuai harapan. Kadang ada saja masalah yang menyertainya. Cinta, jatuh cinta, pacaran, dan putus cinta sangat identik dengan kehidupan remaja.

Pada usia remaja pasti akan merasakan mencintai, menghargai, menghormati, berbagi, dan rela berkorban untuk pasangannya. Ketika jatuh cinta kepada lawan jenis, remaja merasa bahwa dunia milik berdua. Tetapi sebaliknya ketika putus cinta, remaja menganggap bahwa dunia seakan runtuh dan dirinya merasa menjadi orang paling menderita di dunia. Hal ini wajar dirasakan oleh remaja karena sesuai dengan ciri-ciri dan tugas-tugas perkembangannya bahwa pada masa ini remaja akan merasa tertarik terhadap lawan jenis.

Tentunya hal ini juga perlu perhatian khusus atau lebih bagi orang dewasa atau orang tua. Banyak sekali kasus dimana orang tua tidak membolehkan anak remajanya berpacaran atau bahkan berteman dengan lawan jenis tanpa disertai penjelasan dan alasan yang tepat kepada anak. Akibatnya anak malah menempuh jalan lain misal backstreet, sering berbohong, atau bahkan karena orang tua terlalu posesif si anak dapat bertindak nekat dan malah terjerumus pada pergaulan berisiko. 

5. Mengalami krisis kepercayaan diri

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via http://https

Ini masalah yang sering dan hampir dialami oleh setiap remaja. Terjadinya perubahan diri yang cukup kompleks dan pesat membuat para remaja mengalami krisis kepercayaan diri, dimulai dari penampilan, citra diri, dan bentuk tubuh yang diri sendiri masih belum mengerti serta belum menerima sepenuhnya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh.

Banyak remaja yang mendasarkan penilaian dirinya atas penilaian kolektif dari teman, orang tua dan lingkungan masyarakat. Pendapat orang lain terutama teman sangat berpengaruh sangat besar terhadap citra diri dan kepercayaan diri. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pembelajar ulung yang sedang berpetualang mencari makna kehidupan.

CLOSE