Sedikit tentang Pare. Pare adalah sebuah kecamatan di Kediri yang aksesnya itu deket ke objek wisata di Jawa Timur (Batu, Malang, Bromo, Surabaya, Blitar, Jombang dan lain-lain). Daerahnya lumayan panas, kalau menurut aku hawanya panas Pare dibanding kota Padang. Bagaimana menurut teman teman yang sudah ke sana?

Pare disebut juga dengan kampung inggris. Bukan berarti disini banyak bule barat yaa. Malah kalo kalian kesini bule barat sangat jarang terlihat. Kebetulan aku ke sana di awal januari hingga akhir februari, nggak lagi zaman libur juga. Tapi mungkin bule nya muncul di zaman liburan kali ya. Hehe, i dont know well. Tapi kalau kalian beranggapan orang daerah sini bisa bahasa Inggis itu tepat sekali. Walaupun nggak semuanya, tapi kebanyakan pada bisa, apalagi yang bermukim di sekitar wilayah kursus.

Dari mas tukang jualan pentol, bubur ayam, warung klontong, mini market, warung nasi, tukang becak sampai ke penjaga masjid. Hebat kan! Jadi nggak salah kalo Pare dinobatkan sebagai kampung Inggris, karena daerah ini sangat tepat sekali untuk kalian yang mau expert dalam bahasa Inggris, mulai dari conversation biasa, public speaking, writing, listening dan lain-lain. Sesuaikan dengan tujuan kalian masing masing. Yang jelas daerah ini sangat mendukung kalian untuk bisa mahir dalam berbahasa inggris. Eits, jangan salah Pare bukan hanya untuk bahasa Inggris saja lho. Tapi juga ada kursus untuk bahasa asing lainnya seperti Arab, Mandarin dan Jerman.

Di sini isinya bukan hanya turis domestik saja, tapi banyak juga turis Asia, (Malaisya, Thailand, Arab, Oman dan lain-lain) jadi selain bisa bergaul dengan teman-teman dari seluruh Indonesia di sini, kita juga bisa berteman dengan teman-teman dari Asia khususnya ASEAN.

1. Luruskan Niat

Keceriaan Bersama Mentor dan Teman-teman

Keceriaan Bersama Mentor dan Teman-teman via https://catatanutary.blogspot.co.id

Teman-teman sekalian harus memasang niat yang lurus untuk mau ke sini. Ada dua pilihan, mau berlibur sambil belajar atau belajar sambil bermain? Mengapa demikian? Karena di sini godaan nya banyaak banget. Pare itu adalah daerah yang sangat strategis, mau ke mana-mana gampang. Mau ke Malang, Banyuwangi, Blitar, Surabaya atau sekitar Kota Kediri aja hayuukk.

Di Jalan Brawijaya Pare akan kalian temui nanti Bus Antar Kota yang hilir mudik, yang siap kalian naiki sesuai dengan tujuan masing-masing. Jika ingin menggunakan jasa travel dan pemandu wisata, di Pare juga akan kalian temui di sepanjang Jalan Brawijaya dan mereka akan memberikan harga yang terjangkau plus diskon untuk rombongan.

Advertisement

Selain tempat wisata disini bakal banyak kafe dan tempat makan yang bakal membuat kalian terlena untuk nongkrong dan menghabiskan waktu dan uang kalian untuk ngobrol bareng teman atau online surfing ber jam-jam. Nah kalo nggak tahan-tahan diri, bakal kebablasan dan tujuan untuk belajar pasti bakal melenceng.

2. Memilih Lembaga Kursus

Latihan Speaking di Cafe yang Nyaman

Latihan Speaking di Cafe yang Nyaman via https://catatanutary.blogspot.co.id

Setelah meluruskan niat, kalian bisa menentukan mau fokus di mana. Fokus untuk persiapan beasiswa ke luar negeri, speaking aja, naikin Skor TOEFL, Belajar IELTS atau belajar Bahasa International selain English?

Beda-beda tempat kursus di sini ada yang khusus buat grammar, vocab aja, ada khusus speaking ada khusus Toefl, IELTS, TOEIC, dan lain-lain. Kalian bisa memilih salah satu atau di combine. Biaya kursus disini terjangkau, ada yang Rp20.000,00 per minggu, Rp45.000,00 per bulan ada yang jutaan.

Advertisement

Fasilitasnya juga banyak. Ada yang pake dorm, ada yang nggak. Tergantung kalian minat yang mana. Di sini kost-kostan banyak dan murah-murah, sudah dengan fasilitas umum (tempat tidur, lemari, listrik, air) dari yang murah smpai eksekutif pake AC, toilet di dalam, pake dapur dan lain-lain. Banyak sekali.

3. Menentukan Transportasi Menuju Pare

Ke Pare itu banyak cara teman-teman. Mulai dengan pesawat udara, sampai transportasi darat. Kalau aku kemarin berangkat dari Jakarta menuju Pare menggunakan transportasi darat yaitu kereta Api. Aku lebih prefer naik kereta api bagi teman teman yang menggunakan jalur darat. Karena nyaman aja dan nggak macet.

Kalau naik kereta api, kalian bisa naik dari Senen (KA Ekonomi) menuju Stasiun Kediri. Harganya variatif, berkisar dari harga Rp. 84.000 – Rp. 260.000, atau yang eksekutif boleh juga (St. Gambir) dari survei harganya mulai dari Rp. 150000 – Rp 550.000. Tergantung nanti kalian mau pilih yang mana. Kalau dari St. Kediri teman teman bisa naik travel, ojek, atau angkot. Kalau aku kemarin naik Angkot Pare dari St. Kediri ada sekitar 30 menit – 1 jam lah kalau macet. Tapi nggak macet kayak Jakarta hehe.

Untuk sampai ke tempat angkot, kita harus jalan kaki ke arah Kediri Town Square, atau naik becak atau ojek ke tempat angkotnya mangkal. Biaya naik ojek atau becak sama, waktu itu aku naik becak Rp10.000 per orang. Karena aku bawa koper aku kasih lebih bapaknya. Setelah itu naik angkot arah Pare, bayarnya RP25.000,00 (sudah sama upah angkat barang). Angkotnya kayak angkot pada umumnya. Nanti kita bisa request mau diturunin di mana, biasanya dia bakal nurunin penumpang yang ke Jl. Brawijaya, Pare dulu.

Kalo naik pesawat bisa dari Bandar udara Internasional Djuanda. Nanti dari sana bisa naik travel ke Pare. Biasanya ada agen-agen yang menawari di Bandara untuk ke Pare berhubung Pare salah satu destinasi wisata di Jatim :)

4. Jangan Takut Ke Pare Cuma Bawa Baju dan Uang

Sepeda sebagai salah satu tranportasi utama

Sepeda sebagai salah satu tranportasi utama via http://ojekpare.blogspot.co.id

Di Pare juga kalian mau nyari apa istilahnya ada.

Misalnya kalian cuma bawa baju. Di sini ada rental :

1. Sepeda (80 ribu – 180 ribu per bulan) tergantung kalian milih sepedanya yang mana dan sesuaikan sama budget juga

2. Sewa Motor, biasanya sewa motor ada di tempat sewa sepeda

3. Sewa Kamera (bisa pilih Go-Pro, DSLR (lensa fix atau zoom), kamera digital, tripod

4. Sewa Laptop, Music Box, PS

5. Sewa Kipas Angin (35 – 50 rbu / bulan)

6. Sewa Rice Cooker

7. Laundry

8. Catering

9. Agen Travel yang murah terjangkau

10. Dan masih banyak lagi

Gimana, lengkap kan di Pare. Kalian butuh apa ada, jadi nggak usah takut hidup mandiri di Pare yaa.

5. Persiapkan Perut Kalian untuk Merasakan Cita Rasa Masakan Jawa Timur

Ayam Geprek dengan Sambel yang Nendang di Mulut

Ayam Geprek dengan Sambel yang Nendang di Mulut via http://surabaya.tribunnews.com

Kamu nggak perlu takut bakal kurus di Pare, karena disini terlalu banyak pilihan makanan dan jajanan. Dari yang paling pedas sampai manis, dari jajanan lokal sampai international wihh. Nasi padang yang langsung orang Padang nya masak aja ada, dan itu juga murah cuma 10 ribu! hehe Selama Sebulan makan itu mulu karena kurang cocok sama masakan Jawa, #maklumlidahMinang hehe. Tapi di sini juga masakan Jawanya enak-enak dan murah. Ada Dapur Jawa, Sambal Bakoel, Warung AnNur, Ketan Susu (Tansu), Ada Tongkis.

Di Tongkis kamu bisa nognkrong lama wifian, dengan pesen minuman atau makanan yang harganya terjangkau banget. Sore-sore juga ada tutor bahasa Inggris, kalian hanya cukup pesen cappucino karena harganya murah dan bikin nagih.

Kalau pagi pagi untuk sarapan, bisa beli bubur ayam di depan GE, ada nasi uduk, nasi goreng juga, dan kebanyakan di Jalan Brawijaya semua. Hehe Terus di jalan Raya Kediri-Pare itu ada banyak makanan, dan paling bikin kangen itu, MIE DJOEDES. Mantap banget, mie ada level nya, mienya kayak mie pasta, dengan toping jamur, ayam suwir atau pangsit. Pangsitnya enak banget wkwk. Dan harganya murah harga 10 rbu kalian bisa makan puas. Dan ditambah es teh manis yang gede wkwk.

Dan perlu kalian ingat makanan di sini mayoritas Pedas. Jadi persiapkan perut kalian untuk beradaptasi terlebih dahulu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya