Beberapa orang mungkin masih asing dengan profesi seorang Fisioterapis. Parahnya, beberapa orang yang tak tau itu ada yang seenaknya menyamakan profesi ini dengan tukang urut. oh no! Beda!

It's okay! Bagi kamu yang belum tahu, kamu bisa cari di internet berkaitan dengan apa itu Fisioterapi dan siapa itu Fisioterapis. 😉 Baiklah, di sini akan saya paparkan kenapa kok kalau mau ambil jurusan Fisioterapi dan menjadi fisioterapis perlu kamu pikirkan matang-matang, apalagi kalau kamu ada niatan untuk memperdalami profesi ini. Jangan jadikan Fisioterapis sebagai karir kamu ya, jika….

1. Kamu bukanlah pendengar yang baik dan kamu NGgak mau tahu masalah orang lain

Duh pasien aja didengarin, apalagi kamu

Duh pasien aja didengarin, apalagi kamu via https://jcphysiotherapy.com

Jadi seorang Fisioterapis itu berat. bukan hanya sebuah rindu. Ini merupakan salah satu hal yang terlihat pada apa yang dilakukan setiap hari sebagai seorang Fisioterapis. Setiap hari orang-orang dengan karakteristik dan sifat yang berbeda-beda datang ke kamu dan yang pasti mereka punya masalah yang berbeda-beda pula.

Advertisement

Mulai dari masalah nyeri yang berat sampai ringan. Mereka percaya kamu sebagai seorang yang ahli di bidang berkaitan solusi dari masalah yang mereka alami. Tak jarang, salah salah sikap dan ucapan kamu bisa kena komplain mereka. Mereka adalah sumber kebaikan ibadah untuk kamu. Kamu diberi kelebihan ilmu dibanding orang lain oleh Tuhan, maka dari itu berkerja dan berkaryalah sebaik mungkin. Memahami mereka, berempati. Jika kamu tidak mempunyai empati, sudah bisa dipastikan karir Fisioterapi bukanlah untuk kamu.

2. Uang adalah tujuan utama kamu. Kamu berorientasi pada uang dari pada kesembuhan klien

Kepuasan batin

Kepuasan batin via https://www.economist.com

Semua orang membutuhkan uang. Ya. Memang benar, semua orang memang membutuhkan uang karena uang merupakan kebutuhan yang paling pokok dari semua kebutuhan. Tujuan bekerja adalah untuk mendapatkan uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, tidak sedikit juga orang yang berusaha mati-matian demi mendapatkan alat tukar ini.

Jangan sampai membiarkan diri termakan kebahagiaan semu yang ditawarkan oleh uang karena sesungguhnya ada hal yang lebih bermakna dibandingkan uang, yakni kepuasan batin dalam bekerja, melihat klien tersenyum dan kembali beraktifitas sesuai fungsionalnya.

3. Berharap meraih puncak karir dengan cepat tanpa pengalaman praktik serta melanjutkan pendidikan

Esensi manusia

Esensi manusia via http://www.utsc.utoronto.ca

Advertisement

Fisioterapis adalah profesi yang memiliki peluang promosi karir yang cukup lambat. Bila kamu lulus kuliah, kamu akan menjadi junior di tempat kamu bekerja (kecuali tidak ada senior di tempat kerja tersebut). Dan untuk ke tahap karir yang lebih tinggi pastinya kamu perlu waktu yang lama.

Kamu perlu banyak pengalaman praktik dan melanjutkan pendidikan fisioterapi untuk mencapai puncak karir tersebut. Ditambah dengan keilmuan di bidang fisioterapi yang terus berkembang, pastinya kamu nggak mau dong keilmuan kamu terus berhenti pada level yang sama?

4. Tidak menginginkan peluang kerja yang menjanjikan

Fisioterapis bekerja

Fisioterapis bekerja via http://www.lsbu.ac.uk

Siapa sih yang nggak mau setelah lulus kuliah bisa langsung cepat mendapatkan pekerjaan? Pastinya kamu juga mau kan? Kalau tidak mau, berarti fisioterapis bukanlah karir yang tepat untuk kamu ya! Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prospek Fisioterapi ini bisa dibilang cukup cerah lho, mengingat lulusan Fisioterapi di Indonesia belum terlalu banyak dan area lahan pekerjaan yang cukup luas yakni sepanjang daur kehidupan mulai dari masa kehamilan, kanak-kanak, dewasa sampai lanjut usia. Untuk spesialisasinya sendiri ada beberapa yang bisa kamu ambil seperti Cardiopulmonary (Jantung dan Paru), Geriatric (manula), Pediatric (Bayi,anak-anak dan remaja), Musculoskeletal (Otot dan tulang), Fisioterapi Olahraga, Fisioterapi kesehatan wanita, fisioterapi K3 dan Neuromuscular (Saraf).

Nantinya, kamu bisa bekerja di rumah sakit, membuka praktik fisioterapi mandiri, menjadi fisioterapis di klub olahraga, menjadi dosen akademisi di bidang fisioterapi ataupun bekerja di instansi pemerintahan terkait kompetensi yang kamu miliki. Fleksibel kan? Kamu bisa jadi apa yang kamu senangi sesuai passion kamu. Oke!

5. Kamu tak mau tahu esensi bekerja sebagai seorang Fisioterapis

Ini adalah hal yang paling mendasar jika kamu ingin memilih kuliah jurusan fisioterapi. Kamu perlu tahu terlebih dahulu hal-hal umum terkait program studi yang akan kamu pilih, prospek kerja nantinya, kewenangan, hak dan kewajiban. Kepoin dulu deh ya. Tak kenal maka tak sayang!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya