Beberapa dari kita mungkin sedang mengalami patah hati. Bertahun-tahun menjalin hubungan dengan si dia, namun kandas di tengah jalan dengan berbagai alasan. Kenangan manis dan janji-janji masa depan menjadi sembilu ketika wajahnya kembali terlintas. Tapi berkoar “Aku udah ngelupain dia kok!” adalah ungkapan kebohongan yang pada akhirnya hanya menambah siksa. Jika memang tidak dapat lagi diperbaiki, beberapa hal ini dapat membantu kita menenangkan hati yang terluka.

1. Menyibukkan diri dengan aktifitas positif

View yang cantik, bikin mood cantik. [Veronika Trisha]

View yang cantik, bikin mood cantik. [Veronika Trisha] via http://facebook.com


“Biasanya paling malas beres-beres. Tapi dari pada di kamar terus, mending bersihin rumah. View yang cantik, bikin mood cantik.”


Galau sering buat kita malas ngerjain ini dan itu. Lihat piring kotor dibiarin gitu aja, "Jadi ingat waktu makan sepiring berdua. Males liat piring!" Baju kotor belum dicuci, "Waktu itu aku jalan sama dia pake baju ini. Ck! Males nyuci!" Niat mandi, "Ngapain juga mandi, toh udah jomblo lagi." Hahahaha! Apa aja serba malas. Tapi, jangan mau kalah sama malas gegara galau. Bangun pikiran posiitf, kalau piring kotor dibiarkan menumpuk, kita makan pakai apa dong nanti? Kalau semua baju kotor bikin kita ingat dia, kita pakai baju apa lagi dong nanti? Kalau nggak mandi.. Jangan! Jangan! Kamu terlalu berharga untuk jatuh sedalam itu.

Advertisement

Meski sulit, mulai saja untuk mengerjakan satu pekerjaan kecil. Kamu nggak akan pernah sadar kalau ternyata rumah sudah bersih total dengan modal energi galau kamu. Rumah yang bersih, nyatanya bikin hati lebih nyaman. Dan merawat diri, bisa meningkatkan percaya diri kamu. Jadi, dari pada di tempat tidur terus, yuk beraktifitas!

2. Buka diri untuk sosialisasi

Buka diri untuk pertemanan baru. Tak tahunya aku ketemu dia. [Swasti Sembiring]

Buka diri untuk pertemanan baru. Tak tahunya aku ketemu dia. [Swasti Sembiring] via http://facebook.com


“Banyak teman-teman yang ku abaikan saat jalan sama dia dulu. Buka diri untuk lebih banyak pertemanan. Tak tahunya, aku malah ketemu dengan dia yang sekarang!”


Kadang-kadang pacaran membuat pergerakan kamu semakin sempit. Mau kemana, harus pamit-pamit dulu, itu juga kalau diijinkan. Mau pergi dengan siapa, juga harus lapor ke dia dulu. Setelah kalian pisah, coba deh buat buka diri dengan lebih banyak pertemanan. Kamu akan terkejut waktu mengetahui ternyata begitu banyak orang yang ingin peduli dan memperhatikan kamu. Dan kamu akan sangat bersyukur karena perpisahan dengannya mempertemukan kamu dengan seseorang yang lebih baik.

3. Gali potensi diri

Aku terkejut saat tahu ternyata aku berbakat di bidang ini. [Surya Ketaren]

Aku terkejut saat tahu ternyata aku berbakat di bidang ini. [Surya Ketaren] via http://facebook.com

Advertisement


“Aku nggak tahu kalau aku punya bakat ini. Setelah kita pisah, baru aku sadar banyak potensiku yang masih terpendam.”


Nggak sedikit juga sih dari kita yang kehilangan semangat berkreatifitas karena si dia dulunya nggak peka dengan potensi kita dan kurang mendukung kita. Banyak waktu yang kita habiskan untuk menemani dia kesana dan kesini, menyelesaikan perdebatan yang ini dan yang itu, berhari-hari mengharap kata maaf dari dia, mati-matian membujuk dia untuk berbaikan. Sampai-sampai kita lupa pada diri kita sendiri. Kita lupa pada bakat-bakat di masa kecil yang dulu sangat kita gemari. Ini waktunya untuk menggali bakat terpendam kita. Putus bukanlah akhir dari segalanya. Ini bisa jadi awal dari prestasi luas biasa kamu.

4. Menangislah! Kita bukan robot

Menangis aja. Itu membantu menenangkan perasaanku. [Natasya Tarigan]

Menangis aja. Itu membantu menenangkan perasaanku. [Natasya Tarigan] via http://facebook.com


“Dengar musik, main musik, dan nangis sepuas-puasnya. Itu hak kita. Nangis bisa bikin lebih tenang.”


Siapa bilang nangis itu menunjukkan kalau kita lemah. Kita bukan robot! Justru menangis membuat kita paham, kalau kita punya hati yang ingin dicintai dan mencintai dengan tulus. Menangis nyatanya memberi manfaat bagi kesehatan seperti: menurunkan tingkat stres, menstabilkan pikiran dan emosi, mencegah pilek dan flu, melembabkan dan mencegah dehidrasi pada selaput mata. Jadi, tak ada yang salah dengan menangis.

5. Maafkan dia yang di masa lalu

Maafkan dia di masa lalu. [Delsiana Tarigan]

Maafkan dia di masa lalu. [Delsiana Tarigan] via http://facebook.com


“Yang luar biasa itu ketika kita mampu menerima dia di masa lalu dan memaafkannya, bukan melupakannya.”


Menjadikan mantan sebagai musuh bukanlah ide yang baik. Dunia terlalu sempit jika kita menggunakannya sebagai tempat bersembunyi atau menghindar dari seseorang. Entah bagaimana, waktu nyatanya dapat kembali mempertemukan kamu dengan si dia.

Meski sulit, tetapi memaafkan dia yang di masa lalu adalah jalan terbaik untuk dapat menerimanya kembali sebagai teman di waktu yang akan datang nantinya. Kebanyakan orang memilih untuk tidak menjalin hubungan apa-apa lagi dengan mantan, tapi tak sedikit loh kisah asmara yang berujung bahagia karena dukungan dan bantuan dari sahabat yang dulunya adalah mantan. Tips ini tidak dipaksakan buat kamu. Intinya, cobalah memaafkan, itu akan membantu mengobati luka hati kamu.

6. Berdoalah untuknya

Aku tetap berdoa untuknya. [P. Sandra D.]

Aku tetap berdoa untuknya. [P. Sandra D.] via http://facebook.com


“Meski terluka. Tapi aku tetap berdoa untuknya, karena aku juga ingin dia bahagia.”


Terlalu sibuk mencoba melupakan dan menyemangati diri untuk kisah yang baru membuat kamu sampai lupa berdoa untuk dia. Dalam kandasnya suatu hubungan, bukan hanya satu yang terluka, tetapi kalian berdua sesungguhnya terluka. Semangat membara kamu untuk segera move on membuat kamu lupa berdoa untuk dia yang mungkin juga sedang terluka.

Tidak ada yang ingin patah hati, termasuk dia. Belum lagi rasa bersalah yang mungkin harus ditanggungnya. Jatuh cinta bukan milik kita seorang, patah hati pun demikian. Berdoalah tulus untuk dia, untuk masa depannya, untuk sosok yang nantinya akan menggantikan kamu mengisi hari-harinya. Meski menyebut namanya pun akan kembali membuat kamu meneteskan air mata, tetapi berdoa baginya dapat membuat kamu lebih berbesar hati untuk menerima jalan yang telah kita kalian pilih.

7. Bercerita kepada Sang Pencipta

Tuhan, aku ingin bercerita. [P. Sandra D.]

Tuhan, aku ingin bercerita. [P. Sandra D.] via http://facebook.com


“Tuhan, aku ingin bercerita.”


Hal ini sebenarnya menunjukkan seberapa kuat diri kamu. Sudahkah kamu bercerita kepada Tuhan? Sibuk mencari teman curhat, kamu lupa punya teman yang lebih baik bahkan yang dapat membantu kamu mengatasi gelombang patah hati. Kita punya Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Manusia mungkin dapat menjadi pendengar, tapi sampai berapa lama mereka tahan mendengar oceh galau kita? Panjang lebar cerita, teman kita tidak akan mampu mencarikan sosok pengganti untuk dia yang telah pergi. Tapi Tuhan kita mampu loh! Ceritakan segalanya pada Dia, tumpahkan air mata kita pada Dia. Dia akan dengan senang hati mendengar dan membantu kita melewati masa-masa sulit ini. Sstt! Dia bahkan sedang menyiapkan rencana untuk mempertemukan kita dengan cinta sejati.

8. Minta maaflah kepada diri yang terluka

Maafkan aku diriku. [P. Sandra D.]

Maafkan aku diriku. [P. Sandra D.] via http://facebook.com


“Maafkan aku diriku. Aku membuat kamu terluka. Kita berjuang sama-sama ya!”


Yang terakhir. Sudahkah kamu meminta maaf kepada diri kamu sendiri? Meminta maaf kepada diri kamu yang terluka. Kamu lupa, kalau kamu memiliki jiwa yang berperan penting dalam aspek kehidupan dan sosial kamu. Mengabaikan dirimu yang tinggal di dalam sana sama saja dengan kamu sedang menumpuk bom yang jika meledak dapat membuat kamu buta total. Meski terlihat konyol, tapi berdirilah di depan cermin. Pandang diri kamu yang berdiri di depan sana. Dia sama terlukanya dengan kamu. Sapa dia, minta maaflah kepadanya.

Dan setelah itu yakinlah, kamu akan menjadi pribadi yang lebih hebat. Hanya orang yang telah berdamai dengan dirinya yang mampu berdamai dengan orang lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya