Walaupun dilahirkan dari rahim yang sama, walaupun dididik dan dibesarkan dengan kasih sayang yang sama, walaupun diajarkan berbagi dan saling menjaga satu sama lain, walaupun dimasa kecil selalu bermain bersama tetapi ternyata tak bisa menjalani kehidupan bersama selamanya. Begitulah sebuah persaudaraan, semakin kita dewasa, kita akan disadarkan oleh kenyataan bahwa kelak kita akan mempunyai kehidupan masing-masing.

Teruntuk saudaraku, Sejenak aku hanya ingin kembali menapaki jalan yang telah dan pernah kita lalui.

 

1. Ketika aku dilahirkan, aku tak tahu apakah bahagia atau justru kecemburuan yang kau rasakan

older sister and younger sister

older sister and younger sister via http://www.lifehack.org

Terkadang ada beberapa anak yang ketika dia akan memiliki seorang adik, dia akan merasa cemburu karena takut kasih sayang kedua orang tuanya akan terbagi. Dan aku tidak tahu apakah dulu kau salah satunya? Tetapi yang aku tahu dari ceritamu selama ini, yang kau bilang bahwa kau selalu menghalangi orang-orang yang akan melihatku. Disitu aku tahu bahwa dari dulu memang kau sudah mempunyai naluri sebagai seorang kakak yang akan selalu menjaga adiknya. Kau bukan salah satu dari mereka yang cemburu dengan hadirnya saudara baru. Aku mengira kau bahagia menyambutku hadir di dunia ini, semoga perkiraanku tidak salah.

2. Mungkin tak jarang kau mendapat omelan dari ibu ketika aku menangis

Walaupun aku tidak ingat betul masa-masa kecil dulu, tetapi aku tahu ketika kita bermain bersama dan aku merengek kemudian menangis pasti kau sebagai kakak yang akan mendapat omelan dari ibu. Maafkan aku tentang itu tetapi aku yakin semua itu karena orang tua kita sedang mengajarkanmu untuk bisa menjaga adikmu yang belum bisa apa-apa. Karena kau seorang kakak yang sudah lebih dulu mengalami banyak hal yang mungkin adikmu belum pernah mendapatkannya.

3. Walaupun kita sering bertengkar tentang banyak hal, tetapi saat itu juga kita mampu untuk kembali berdamai

Persaudaraan memang tak pernah lepas dari pertengkaran-pertengkaran dimasa kecil, tetapi ketika kita meributkan sesuatu, pada saat itu juga kita dengan mudah untuk melupakannya. Karena kita tahu, kita saling membutuhkan, aku satu-satunya saudaramu dan kamu satu-satunya saudaraku. Satu-satunya teman bermain di rumah.

 

4. Ketika kita beranjak remaja tak jarang keegoisan muncul diantara kita yang kadang menjadikan kita iri satu dengan yang lainnya

Usia remaja memang usia yang labil, pergaulan yang semakin meluas, kadang menjadikan keegoisan itu muncul. Tidak jarang aku merasa iri denganmu, dengan apa yang kau punya dan kita pasti pernah merasakan kecemburuan terhadap perhatian atau kasih sayang orang tua kita. Padahal jelas kita tahu kasih sayang mereka itu sama tidak pernah ingin membeda-bedakan yang lain, hanya saja kita tidak pernah mengerti itu, kita terlalu egois untuk ingin mendapatkan semua yang kita mau. Mereka adil memperlakukan kita, tetapi kita tidak tahu arti adil yang sesungguhnya, bukankah adil itu bukan berarti memperlakukan sama tetapi adil itu menempatkan sesuatu pada porsinya. Kita terlalu egois untuk mengerti itu.

Walaupun begitu kita sama-sama tahu bahwa kita saling menyayangi. Kau selalu mau untuk aku repotkan dengan segala kebutuhanku, menemani pendaftaran sekolah, mengantar jemput aku ke sekolah bahkan terkadang harus menggantikan ayah dan ibu untuk mengambil rapotku. 

5. Dan semakin kita dewasa tanpa disadari kita sudah jarang bersama

Ketika usia kita semakin bertambah tentu saja kita semakin disibukkan dengan kegiatan masing-masing, sibuk dengan sekolah kita dan teman-teman baru kita. Sibuk mewujudkan mimpi kita, sibuk berjuang demi masa depan kita masing-masing, bahkan kita harus terpisah dengan jarak yang jauh untuk beberapa waktu. 

Waktu untuk bisa berkumpul sudah semakin berkurang, tetapi terkadang kita tidak menyadari itu, justru mungkin orang tua kita yang lebih menyadari itu, menyadari bahwa anak-anak perempuannya telah tumbuh dewasa. Mungkin terkadang mereka rindu dengan waktu bersama anak-anaknya. Sungguh kita anak-anak yang tak tahu diri. Semoga kita selalu diberi kesempatan untuk membuat mereka tersenyum bangga.

6. Hingga pada akhirnya waktu akan membawamu pergi untuk menjalani kehidupanmu bersama keluarga yang akan kau bangun bersama lelaki pilihanmu

Ketika pada akhirnya kau menemukan jodohmu dan memutuskan untuk segera melepas masa lajangmu, ketika itu juga aku tak mampu menahan air mataku. Air mata kebahagian sekaligus kesedihan. Bahagiamu menemukan jodohmu itu juga menjadi bahagiaku tetapi kesedihanku tak mampu ku bendung karena itu artinya kau akan segera pergi jauh bersama lelakimu.

Setelah janji itu terucap, sepenuhnya kau menjadi milik orang lain. Dan kami tak mampu mencegahmu pergi, karena memang disana, bersamanya adalah masa depanmu. Berjanjilah juga denganku bahwa kau akan terus bahagia dengan kehidupanmu. Doakan adikmu ini agar segera menyelesaikan studinya dan sukses mewujudkan cita-citanya.

Aku tahu kau masih akan sering pulang, karena kita keluarga, dan sampai nanti tetaplah akur dengan adikmu ini karena itu hal yang paling diinginkan orang tua kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya