“History has been written by the victors”, adagium tenar yang memiliki makna sangat filosofis. Bulan agustus ini adalah momen tepat untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan pejuang kita. Mereka telah berhasil memenangkan perjuangan atas kemerdekaan negeri ini sekaligus memberikan definisi pada nama mereka hingga terukir agung menjadi sosok “pahlawan”.

Ya, perjuangan masih belum selesai dan belum apa-apa bagi kita. Negeri ini masih harus terus mencari kemerdekaan dalam konteks yang berbeda. Negeri ini harus terus maju, dan siapapun dari kita berhak memberikan kontribusi atas hal ini. Siapa yang berhasil melakukannya dialah pemenang. Dan itu berarti ia telah mampu mengukir namanya seperti layaknya pahlawan.

Lalu bagaimana kontribusi nyata pada kemerdekaan yang bercermin dari perjuangan pahlawan yang dapat kita lakukan saat ini? Salah satu jawabannya cukup sederhana, carilah “passion” . Sesuaikan profesi kita dengan passion, sehingga hasilnya optimal dan tidak setengah-setengah. Kehebatan dari passion memberikan berbagai kemerdekaan positif untuk diri kita, orang-orang sekitar dan tidak menutup kemungkinan untuk negeri ini. Apa diantaranya? Berikut penjelasannya:

1. Merdeka untuk mencintai pekerjaan

mencintai pekerjaan via http://google.com

Passion memberikan soul dari apa yang kita kerjakan. Mendorong kita untuk terus melakukan yang terbaik. Saat hal ini dicapai, kita tidak akan segan-segan mengkontribusikan pemikiran dan apa yang kita punya untuk pekerjaan itu. Dan yang paling penting kita tidak akan merasa menjadi budak dari orang lain apapun posisi kita.

2. Merdeka untuk bersikap jujur

merdeka untuk jujur via http://google.com

Tidak menutup kemungkinan kita memiliki passion sebagai abdi negara seperti pegawai negeri, TNI, atau Polri. Profesi yang memberi kontribusi langsung pada negara seperti layaknya pahlawan. Passion berperan sangat penting bagi keberanian kita untuk bersikap jujur. Tidak KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dan mengutamakan kepentingan rakyat dan negara dalam bersikap. Hal ini berlaku pula pada profesi lainnya.

3. Merdeka dari kekhawatiran dan rasa takut

Advertisement

merdeka dari takut via http://google.com

Memiliki kekhawatiran dan rasa takut adalah hal yang sangat wajar dan bisa saja melemahkan. Namun jika dikelola secara benar, hal ini akan bertindak sebagai pengingat kita untuk selalu memberikan yang terbaik. Kekhawatiran pada kemampuan diri menjadi “early warning system” pada kualitas pekerjaan. Passion memberi kekuatan besar pada jiwa. Membangun pasukan tempur berlapis yang selalu siap untuk meruntuhkan rasa takut.

4. Merdeka untuk terus berkembang

merdeka untuk berkembang via http://google.com

Passion dapat diibaratkan mobil balap yang dapat berlari sangat kencang. Kecepatan yang didapatkan akan jauh melampaui mobil biasa. Seseorang dengan modal passion, memiliki perkembangan yang akan jauh lebih cepat melebihi orang lain yang melakukan hal serupa tanpa passion. Dan jika terus menerus dilatih, maka kita tidak akan bisa membayangkan batasan pencapaiannya.

5. Merdeka untuk memberi inspirasi

memberi inspirasi via http://google.com

Kemudahan untuk memberi dan mendapatkan informasi merupakan benefit dari perkembangan teknologi. Namun apa yang terjadi akhir-akhir ini, hal negatif sangat marak dan cukup mencengangkan. Fenomena awkarin, atau maraknya video bullying menjadi suguhan informasi yang akhirnya menjadi inspirasi negatif bagi masyarakat. Padahal sebenarnya, anak-anak itu hanya menginginkan pengakuan yang akhirnya mereka lakukan dengan perilaku menyimpang. Jika saja passion ditanamkan sejak dini, bisa jadi mereka melakukan sebaliknya. Pentingnya passion adalah pemberi inspirasi yang efektif bagi anak muda. Passion memberikan ruh pada sebuah aktifitas, yang secara tidak langsung memberi motivasi pada orang yang terinspirasi untuk melakukan hal serupa.

6. Merdeka menjadi diri sendiri

menjadi diri sendiri via http://google.com

Passion akan membekali kita dengan pemikiran cukup terkait apa yang kita yakini dan kita lakukan. Pada akhirnya kita memiliki patokan khusus untuk pencapaian diri sendiri dan tidak lagi melihat orang lain sebagai pembanding. Tidak akan mengacu pada standar-standar tertentu seperti pencapaian materi namun lebih pada kualitas hidup. Saat passion itu pada akhirnya bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, atau bahkan negara maka dengan sendirinya akan memberikan definisi tentang siapakah kita sebenarnya.

Tidak mudah memang mencari passion. Anak muda yang berhasil menemukannya rata-rata akan mendapat kesuksesan serta masa depan cemerlang. Namun bukan berarti saat sudah berumur, kita menyerah begitu saja. Tidak ada kata terlambat untuk mencari passion. Banyak orang yang mendapati kesuksesannya diusia yang tidak muda. Sebut saja Ray Kroc yang menjalankan perusahaan McDonalds di usia 52 tahun, atau kolonel sanders yang mendirikan KFC di usia 65 tahun. Tekuni passion itu meski tidak sejalan dengan profesi kita. Putarlah sedikit otak agar dapat memanajemennya secara baik, sehingga keduanya bisa berjalan beriringan. Atau jika anda cukup nyali, fokuslah hanya pada passion anda.

Begitu banyak manfaat dari passion sehingga saat kita tengah mendapatinya kehidupan yang kita peroleh akan bertambah bermakna. Dan yang paling penting dari ini semua adalah menjadi pemenang serta mengukir nama kita menjadi siapa yang kita inginkan.