Menerima Keadaan Diri Bukan Berarti Pasrah. Justru Jadi Ajang Belajar dan Perbaiki Kesalahan

Menerima diri sendiri

Menerima keadaan diri artinya menerima segala hal yang terdapat dalam diri kita, baik positif maupun negatif. Penerimaan diri dapat membentuk penerimaan terhadap bentuk tubuh, kemampuan diri, termasuk penerimaan terhadap pengalaman masa lalu.

Menerima keadaan diri artinya berhenti menyalahkan, baik diri sendiri maupun orang lain, atas segala yang terjadi dalam hidupmu. Akan tetapi, tahukah kamu, menerima dirimu apa adanya bukan berarti kamu menjadi pasrah dan tidak mencoba untuk menjadi lebih baik, lho!

Kamu bisa lho berusaha untuk selalu belajar, mencoba hal baru, dan memperbaiki diri sambil tetap berdamai dengan keadaan dirimu di masa kini! Pertanyaannya, bagaimana sih cara agar kamu bisa menerima keadaan dirimu sambil terus belajar dan memperbaiki diri? Atau dalam kata lain, menemukan titik keseimbangan antara self acceptance dan self improvement.

Nah, kali ini Riliv akan memberitahu bagaimana caranya menerima diri sambil terus belajar!

Advertisement

1. Fokus pada perkembangan diri sendiri bisa membantumu dalam proses menerima diri

Photo by Kim Nguyen from Pexels

Photo by Kim Nguyen from Pexels via https://www.pexels.com

Membandingkan keadaan dirimu dengan orang lain hanya akan membuatmu merasa bahwa segala yang kamu miliki saat ini tidaklah cukup, bahwa kamu harus terus-menerus berlari agar bisa memiliki kehidupan sempurna sebagaimana yang kamu persepsikan pada diri orang lain.

Padahal, semua orang memiliki timeline kehidupan masing-masing yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Selain itu, di samping kehebatan yang kamu temukan pada diri mereka, sebenarnya mereka juga sama seperti dirimu yang masih harus banyak belajar dan memperbaiki diri.

Advertisement

Semua orang memiliki kekurangan. Hanya saja, kekurangan tersebut mungkin tidak mereka tampakkan di depan umum. Oleh karena itu, kamu bisa mencoba untuk lebih memfokuskan dirimu pada perkembangan diri.

2. Menetapkan harapan dan tujuan yang realistis

Photo by Polina Kovaleva from Pexels

Photo by Polina Kovaleva from Pexels via https://www.pexels.com

Semua orang memiliki batasan diri masing-masing. Memiliki harapan dan tujuan memang hal yang sangat baik. Akan tetapi, jika tidak didampingi dengan perencanaan dan langkah-langkah yang jelas, harapan dan tujuan tersebut nantinya malah dapat membuatmu kewalahan sendiri.

Pada akhirnya, bukannya mencapai tujuan yang kamu inginkan, kamu malah mengalami tekanan karena kesulitan dan kehilangan arah. Dengan memiliki perencanaan jelas guna mencapai tujuan, kamu juga menjadi lebih mudah menerima keadaan diri, karena kamu sadar bahwa segala yang kamu usahakan merupakan bagian dari suatu proses panjang yang nantinya akan mengantarkanmu menuju sesuatu yang selama ini kamu cita-citakan.

Advertisement

3. Berdamai dengan masa lalu untuk dapat fokus pada masa kini, agar kamu bisa menerima diri sepenuhnya

Photo by Puwadon Sang-ngern from Pexels

Photo by Puwadon Sang-ngern from Pexels via https://www.pexels.com

Agar dapat menerima keadaan diri sepenuhnya, kamu harus belajar menerima segala yang telah terjadi di masa lalu, dan membebaskan diri dari semua rasa sakit yang menahanmu untuk bangkit.

Kamu juga tidak dapat bertumbuh jika hidupmu masih terus-menerus dibayangi oleh luka yang kamu alami pada masa lalu. Oleh karena itu, biarkan masa lalumu cukup menjadi bukti perjuanganmu untuk bertumbuh.

Kamu tidak perlu membenci masa lalumu, namun tidak pula membiarkan dirimu terjebak.  Agar dapat menerima keadaan diri sambil tetap belajar menjadi lebih baik, biarkan dirimu bebas dan membuka lembaran baru kehidupan.

4. Catat progres-mu

Photo by Negative Space from Pexels

Photo by Negative Space from Pexels via https://www.pexels.com

Menyadari perkembangan yang terjadi dalam diri dapat membantumu menerima keadaanmu saat ini. Bahkan, jika kamu merasa segalanya terasa begitu sulit, kamu bisa membaca ulang catatan progres-mu untuk menyadari seberapa keras kamu telah berjuang.

Ingatlah bahwa perjalananmu tidak selamanya menyenangkan. Akan tetapi, kamu hebat karena tidak menyerah. Jangan lupa untuk mengapresiasi dirimu atas seberapa kuat keinginanmu untuk memperbaiki diri, ya!

5. Pilihlah lingkungan yang membawamu menjadi versi terbaik dirimu

Photo by nappy from Pexels

Photo by nappy from Pexels via https://www.pexels.com

Kamu tidak dapat bertumbuh dengan maksimal jika senantiasa terjebak dalam lingkungan yang toxic. Lingkungan yang menerimamu apa adanya, tidak membanding-bandingkan, serta senantiasa membantumu bertumbuh akan memberikan pengaruh pada bagaimana kamu melihat dirimu sendiri.

Oleh karena itu, penting bagimu untuk mengevaluasi, apakah lingkungan tempatmu berada saat ini dapat mendukungmu menjadi versi terbaik dari dirimu? Jika tidak, cobalah untuk mencari lingkungan baru yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mentalmu, karena kamu berhak bahagia.

Disadur dari:

  1. https://www.melyssagriffin.com/self-improvement-vs-self-acceptance/
  2. https://www.health.harvard.edu/blog/greater-self-acceptance-improves-emotional-well-201605169546

Artikel ini ditulis oleh Nafa Aurellia dari Riliv.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE