Setelah belasan tahun ikutan lebaran, akhirnya saya menotice hal-hal rutin yang selalu terasa, terlihat dan terdengar di masa lebaran. Yang terasa mungkin senang bias makan di siang hari lagi, sedih karena mungkin ada kerabat yang tahun ini gak bias lebaran bareng lagi. Yang terlihat adalah mungkin baju baru, toples kastengels dan kawan-kawannya, set piring baru untuk prasmanan masakan khas, dan rame di jalanan orang salam-salaman. Yang terdengar adalah

“Ih dulu masih kecil sekarang udah gede ya.”

“Mana si kecilnya lebaran pertamanya dia ya.”

“Mau sekolah/kuliah dimana?”

“Udah dapet kerja?”

“Kapan nikah?”

Sesungguhnya jenis-jenis pertanyaan diatas hanyalah satu dari bermacam-macam versi. Karena dari satu pertanyaan akan merembet ke pertanyaan berikutnya. Karena dari satu pertanyaan memiliki tingkat kenyablakan yang bervariasi. Mulai dari “Belum ada yang dikenalin nih?” sampai yang “Harusnya abis ini kamu lho yang nikah setelah sepupu di atasmu itu.”. Dan untuk menjawab semua jenis pertanyaan yang intinya satu tapi punya jenis-jenis tertentu adalah alasan.           

1. Cari backingan

jangan lupa senyum via http://www.salamstock.com

Yang pertama, coba saat lagi open house atau rame-rame di rumah saudara pastikan kalian selalu bareng sama saudara deket kalian. Usahakan saudara yang ini adalah orang yang memang mengerti kondisi dan up to date mengenai kita. Anggap dia sebagai backingan, and in return jadilah backingan buat dia juga.

2. Pelajari keluarga lain

keluarga besar bahagia via https://www.hipwee.com

Yang kedua, pelajari semua anggota keluarga kalian dan cari tahu update terbaru tentang mereka. Jadi saat kalian ditanya pertanyaan yang tujuannya biar update, kalian bias membalikkan pertanyaan itu dengan pertanyaan kepada mereka. Contohnya kalau kalian ditanya “Mau kuliah dimana?”, jawab apa adanya kemudian jangan beri sedetik pun jeda untuk dia bertanya lagi, tapi langsung disambung dengan pertanyaan dari kalian ke mereka. “Kuliah disini kok. Mana kak si kecilnya, aku belum pernah ketemu.”

3. Main sama anak kecil

anak kecil adalah pengalihan via http://www.birminghammail.co.uk

Advertisement

Yang ketiga, bergaulah dengan anak-anak kecil yang gak peduli dengan perkembangan hidup kalian. Instead, dengan mereka, kalian lah yang memegang control pertanyaan. Kalau mereka cukup pintar untuk bertanya pastikan kalian sudah membawa sepiringkue lebaran dan suapin mereka kalau sudah mulai bertanya. “Ini enak lho kastengelnya, coba deh.”

4. Jadikan bercandaan

laughing my hijab off via https://www.flickr.com

Yang keempat, bercandainlah jawabannya. Seperti lawakan klasik tentang pertanyaan “Kapan nikah?” jawabannya adalah “May.”, maybe yes maybe no. Setelah jawab tertawalah, kemudian pergilah perlahan. Atau bias juga saat kalian ditanya, jawablah sambil mengunyah makanan. Jadi apapun yang kalian katakana belum tentu terdengar, kemudian pergilah perlahan.

5. Buat brosur

isi dengan updatean terbarumu via https://www.google.com

Yang kelima, buatlah semacam brosur yang isinya adalah segala informasi mengenai kalian terupdate serta segala kemungkinan pertanyaan yang ingin orang lain ketahui. Jadi begitu mereka mulai nyengir dan siap buka mulut untuk bertanya, berikan brosur itu, kemudian pergi.

6. Enjoy aja

Advertisement

Intinya untuk setiap lebaran, setiap orang pasti punya pertanyaan yang dihindari. Jadi, ketahuilah siapa menghindari apa dan jadikan apa itu sebagai alat pertahanan sekaligus penyerangmu.

Selamat lebaran, sebentar lagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya