Mendapat gelar “Si pemburu beasiswa” membuatmu merasakan kesibukan yang nggak dialami mahasiswa lain. Mulai dari mendaftar, mempersiapkan berkas-berkas, hingga memenuhi tanggung jawab sebagai penerima beasiswa harus kamu lakoni. Kamu akan mengalami keribetan-keribetan ini demi sekolah gratis. Namun yakinlah bahwa semua itu akan terbayar ketika lulus nanti.

1. Menjadi pemburu beasiswa memang tak mudah, kamu harus berjuang dari awal

Menjadi pemburu beasiswa membuatmu merasakan perjuangan dari bawah. Mulai dari mempersiapkan dokumen, mendaftar, menunggu pengumuman, hingga akhirnya beasiswa kamu dapatkan. Perjuangan itu yang nantinya akan menjadikanmu pribadi tangguh dan yang pasti, perjuanganmu tidak akan membohongi hasil.

2. Kamu harus mempersiapkan berbagai macam dokumen yang terkadang menghabiskan waktu dan tenaga

Sebagai pencari beasiswa, sudah wajar jika harus mempersiapkan berbagai dokumen untuk menguatkan bahwa kamu layak mendapatkan beasiswa tersebut. Mulai dari fotocopy kartu keluarga, KTP, Ijazah terakhir, sertifikat keikutsertaan seminar, piagam penghargaan, dan berbagai macam dokumen yang memang harus kerja keras mempersiapkannya. Butuh waktu dan tenaga ekstra memang, tapi yakinlah, semuanya akan terbayar jika beasiswa yang kamu perjuangkan sudah di tangan.

3. Berurusan dengan birokrat bukanlah hal yang mudah

Advertisement

Namanya juga tinggal di Indonesia, yang namanya berurusan dengan birokrat tak semudah membalikkan telapak tangan. Kamu akan merasakan bagaimana kesalnya dilepmar kesana-kemari, disuruh mengganti dokumen ini itu, disuruh balik lagi gara-gara dokumen belum lengkap, dan segudang alasan yang kadang nggak masuk akal. Sekalinya udah lengkap balasannya kalimat pesimis yang buat kita jadi minder dan nggak percaya diri buat dapetin beasiswa.

4. Setelah beasiswa kamu dapat, perjuanganmu tak cukup berhenti sampai di sini

Beasiswa sudah di tangan, eits, tunggu dulu, kamu masih harus berjuang. Biasanya, institusi yang memberimu beasiswa punya peraturan yang akan menjadi beban tanggung jawabmu. IPK harus di atas 3.0, tidak boleh menikah, harus memiliki prestasi non akademik, aktif berorganisasi, dan peraturan lain yang kadang bikin kamu terbebani. Tapi jangan khawatir, semua itu akan membuatmu terbiasa dengan tanggung jawab berat yang akan kamu hadapi setelah lulus nanti.

Tak cukup hanya tanggung jawab yang harus kamu penuhi, sebagai penerima beasiswa kesabaranmu juga masih diuji. Living cost yang telat ditransfer adalah hal wajar, apalagi kamu tinggal di Indonesia. Waktu aja suka ngaret, apalagi masalah uang. Biasanya, beasiswa yang datang dari pemerintah tidak tepat waktu pendistribuasiannya. Kamu si penerima beasiswa harus mengencangkan sabuk agar bisa “hidup” hingga transferan datang. Tapi semua itu bakal ngajarin kamu untuk bisa memanage keuangan dan hidup lebih sabar :D

5. Menjadi pemburu beasiswa menjadikanmu orang yang tangguh dan terbiasa dengan tekanan

wonder woman via https://www.fimela.com

Selamat! Kamu yang bergelar “Si pemburu beasiswa” akan dikenal sebagai orang yang tangguh dan terbiasa dengan tekanan.

Menjadi Si pemburu beasiswa menjadikanmu orang yang tangguh, bayangkan, kamu terbiasa dilempar kesana kemari, lembur bikin essay, sibuk berorganisasi, menyelesaikan tugas sebagai wujud tanggung jawab, belum lagi harus mempertahankan prestasi akademik. Semua itu harus kamu lakukan jika ingin beasiswa tetap di tangan. Tak semua orang bisa melakukannya, tapi kamu Si pemburu beasiswa tetap tangguh menghadapi tanggung jawab yang tak mudah itu.

Tekanan juga bakal kamu rasakan. Tugas kuliah yang menumpuk, kewajiban organisasi yang harus kamu kerjakan, belum lagi dosen yang minta bantuan dalam penelitiannya, membuat tekanan selalu datang menghampirimu. Tapi yakinlah, semua itu akan terbayar ketika kamu di dunia kerja nanti. Kamu akan terbiasa dengan tekanan di manapun kamu berada.

Kamu Si pemburu beasiswa pasti merasakan hal-hal di atas. Menyedihkan di awal memang, tapi kamu akan merasakan dampak baiknya di akhir. Semua perjuanganmu akan terbayar jika kamu tetap besabar dan konsisten menjalaninya. Semangat berburu beasiswa :)