Menyikapi Hidup yang Datar-datar Aja, Sementara Hidup Orang Lain Terlihat Lebih Sempurna

menyikapi hidup datar

Semakin hari waktu terus berubah, tetapi hidupmu masih di situ-situ saja. Apakah kamu sering merasa seperti itu? 

Kamu sering bertanya kenapa hidupmu datar-datar saja. Kamu juga mulai bosan dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, kamu seperti mengulang hal yang sama sepanjang waktu. Tenang, banyak orang kok yang merasa seperti itu. Itu sih wajar dan manusiawi sekali. Makanya yuk berubah, mulai saja dari hal-hal kecil.

Advertisement

1. Bangkit dari zona nyamanmu dan coba hal-hal baru

Photo by Pinterest

Photo by Pinterest via https://pinterest.com

Banyak orang bilang, susah keluar dari zona nyaman. Alasannya meresa sudah terbiasa pada posisi itu dan takut keluar dari sana. Jika kamu ingin berubah, mulai saja dari hal-hal kecil. Ubah pola pikir, misalnya. Setelah itu, baru ubah kebiasaan-kebiasaan kecil dari dirimu. Kamu bisa mencoba dari bangun lebih pagi lalu menikmati waktu di sekitarmu. Perhatikan detail apa saja yang sudah kamu lewati selama ini. 

Mudah ya? Oke, mungkin tidak. Tapi kamu layak mencobanya kok.

Advertisement

2. Jangan takut gagal dan terus fokus pada pencapaian

Photo by Pinterest

Photo by Pinterest via https://pinterest.com

Salah satu alasan kenapa orang-orang sulit meninggalkan kebiasaan lamanya yaitu karena ia takut gagal. Ya, takut karena belum tahu hal apa yang akan dihadapi setelah itu. Tenang saja. Kamu pasti punya orang-orang terdekat yang siap mendukungmu. 

Masa depan adalah misteri. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya jika kita tidak pernah mencoba. Fokus saja pada pencapaian yang ingin kamu raih. Kita akan lihat hasilnya nanti. Jangan pernah takut jika belum mencoba karena Tuhan pasti punya rencana yang baik untukmu.

3. Jangan pedulikan pandangan orang-orang yang meragukanmu

Advertisement
Photo by Pinterest

Photo by Pinterest via https://pinterest.com

Ini penting. Kita seringkali gagal melangkah bukan kerena kita tidak bisa, tetapi takut pada penilaian orang lain. Kita kalah pada cibiran orang-orang yang meremehkan kemampuan kita. Makanya jika kamu ingin hidup yang lebih berwarna, mulai sekarang belajarlah menutup telinga.

Mereka hanya bisa mengomentari tanpa tahu apa saja yang sudah kita lalui. Ini hidup kita maka kita sendirilah yang bisa mengontrol diri kita sendiri.

4. Yakini bahwa setiap orang punya kesempatan yang sama untuk membuat dirinya bahagia

Photo by Pinterest

Photo by Pinterest via https://pinterest.com

Kita mungkin sering bertanya-tanya, kenapa ya orang lain bisa melakukan ini itu, sedangkan kita tidak bisa?

Padahal jika kita mau sedikit percaya pada diri kita sendiri, kita juga bisa kok melakukan hal-hal yang orang lain tidak bisa. Yakinlah, setiap orang punya kesempatan yang sama dalam meraih impiannya. Jangan fokus pada orang lain, tapi lihat dirimu sendiri. Kamu sempurna dan punya semua yang orang lain punya. Kamu bisa melakukannya.

5. Tetapkan standarmu sendiri dan mulailah dari sekarang

Photo by Pinterest

Photo by Pinterest via https://pinterest.com

Terakhir, dari segala hal yang bisa mengubah kebiasaan lamanya yang begitu flat, yaitu standar. Ya, kamu harus punya standar pencapaian atas setiap usahamu. Tapi ingat, jangan jadikan orang lain sebagai patokan standar keberhasilanmu.

Kamu dan mereka berbeda maka standar pencapaian juga pasti tidaklah sama. Buat poin-poin sendiri dalam tujuan usaha kerasmu. Batas-batas apa saja yang kamu rasa harus kamu lalui. Percayalah, jika ini berhasil kamu lakukan. Kamu akan melihat dunia dengan warna yang berbeda. Dan yang pasti, hidupmu tidak akan membosankan seperti sebelumnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Panggil saja NH. Seorang wanita penikmat senja dan hujan. Seorang istri yang mencintai suaminya. Menulis adalah seni menikmati hidup agar kenanganmu abadi dalam aksara.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE