Merasakan Gejala Omicron? Segera Isolasi Mandiri Dan Lakukan 7 Hal Ini

Meningkatnya kasus Covid 19 saat ini, seakan jadi hal yang biasa. Namun kita tetap harus menjaga diri, melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak aman adalah hal yang wajib dilakukan ketika di ruang publik. Jika kita mengelami gejala seperti demam yang sangat tinggi, sakit tenggorokan, batuk, pilek, pusing dan nyeri seluruh badan, hati hati ini adalah beberapa gejala virus covid 19 varian omicron.

Hal ini patut diwaspadai, namun harus tetap tenang dan jangan panik. Apabila kamu merasakan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, segera isolasi mandiri dan lakukan tujuh hal ini. Yuk, disimak!

Advertisement

1. Minum obat penurun panas dan banyak minum air putih

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via https://www.pexels.com

Gejala pertama saat kita akan memasuki fase awal dari penyakit ini adalah merasakan kedinginan. Suhu tubuh menurun drastis. Dalam hitungan jam kamu akan merasakan demam tinggi dan akan mencapai suhu tubuh yang tidak stabil. Naik turun suhu tubuh, lalu kemudian merasakan demam tinggi mencapai puncaknya. Lakukan isolasi dan menjaga jarak dari keluarga.

Minum obat penurun panas atau paracetamol untuk antisipasi pertama. Jangan lupa minum air putih hangat 2 gelas per dua jam sekali. Lakukan hal ini terus hingga suhu tubuh stabil. Minum air putih membantu menstabilkan suhu tubuh atau mengurangi demam. Air putih juga sangat membantu menghindarkan kita dari dehidrasi atau kekurangan cairan. 

Advertisement

2. Istirahat atau Bed Rest

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels via https://www.pexels.com

Setelah minum obat penurun panas, kamu perlu istirahat atau bedrest. Tidur akan membantu badanmu rileks dan mendapatkan tenaga yang dibutuhkan. Saat tidur mungkin kamu masih mengalami demam tinggi, jangan lupa kompres dengan air hangat untuk membantu meredakan panas tinggi.

Jika kamu tidak kuat untuk melakukan kompres, kamu bisa menggunakan gelas bersih. Tempelkan gelas tersebut di kening. Hal ini sangat membantu, apabila kamu sendirian saat isolasi. Jangan lupa juga untuk pakai baju hangat.

3. Lakukan Stretching Ringan setelah Demam Turun

Advertisement
Photo by Johnny Garcia from Pexels

Photo by Johnny Garcia from Pexels via https://www.pexels.com

Fase selanjutnya adalah nyeri badan diseluruh tubuh. Rasanya seperti dikeroyok, dari leher sampai kaki nyeri luar biasa. Gunakan minyak gosok, dan pijat perlahan dari leher sampai kaki.

Setelah demam turun, kamu bisa melakukan streching ringan, dari leher sampai kaki. Jangan terlalu berat, cukup gerakan leher secara memutar dan pinggang ke arah kiri dan kanan. Hal ini membantu merengangkan otot-otot setelah lama tidur dan membantu badan rileks.

4. Makan Asupan dengan Protein Tinggi dan Gizi yang Seimbang

Foto oleh Trang Doan dari Pexels

Foto oleh Trang Doan dari Pexels via https://www.pexels.com

Tubuh akan sangat butuh asupan makanan. Makan nasi dan lauk pauk dengan nutrisi tinggi, seperti ayam, ikan, telur, tempe dan tahu juga sayuran akan membantu tubuh mendapatkan asupan yang baik. Vitamin C dan buah segar juga baik untuk mendapatkan antioksidan alami.

Cara lainnya adalah dengan makan telur rebus. Rebus telur setengah matang untuk tambahan energi. Selanjutnya, adalah makanan dan minuman yang harus di hindari selama proses pemulihan.

Hindari makanan dengan lemak jenuh dan minuman yang tinggi kadar gulanya, seperti, kopi, teh manis dalam kemasan, coklat, soda, serta minuman berenergi lainnya.

Gejala lainnya adalah sakit kepala atau pusing. Cobalah bangun dan duduk, agar tidak terlalu pusing. Jangan lupa untuk makan makanan yang manis, tapi menyehatkan seperti biskuit. Dengan menjaga asupan nutrisi dan gizi yang lengkap, sistem imun tubuh akan lebih kuat, sehingga mempercepat proses pemulihan

5. Minum Ramuan Herbal

Foto oleh Lisa Fotios dari Pexels

Foto oleh Lisa Fotios dari Pexels via https://www.pexels.com

Gejala lainnya adalah sakit tenggorokan. Untuk meredakan sakit tenggorokan kamu mungkin butuh minum ramuan herbal. Kupas jahe, kunyit, dan sereh lalu rebus dengan air panas selama 10 menit. Kamu bisa menambahkan madu atau gula merah ke dalam gelas dan tuangkan air rebusan tadi.

Jika kamu tidak memiliki masalah lambung, kamu bisa menambahkan lemon secukupnya. Khasiat jahe, kunyit, sereh membantu meningkatkan suhu tubuh dan menetralisir kuman atau bakteri yang ada didalam tubuh. Sedangkan lemon dan madu memiliki antioksidan tinggi, yang akan membantu meredakan inflamasi atau infeksi.

Rutin minum ramuan herbal ini tiga kali sehari. Ramuan lainnya yang bisa kamu coba adalah madu alami. Campurkan 1 sendok makan ke dalam setengah gelas air hangat, lalu aduk sampai rata. Kamu bisa lakukan hal ini setiap hari selama proses pemulihan.

6. Terapkan Pola Hidup Bersih

Foto oleh Matilda Wormwood dari Pexels

Foto oleh Matilda Wormwood dari Pexels via https://www.pexels.com

Saat isolasi mandiri kamu wajib menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Gunakan masker saat di rumah dan menjaga jarak aman dari anggota keluarga lainnya. Ganti masker 3 kali sehari, untuk mencegah infeksi ulang. Gunakan piring dan gelas khusus yang tidak digunakan oleh anggota keluarga lainnya.

Terapkan hidup bersih. Meski sedang sakit, kita harus tetap menjaga kebersihan, seperti mengganti baju dan celana yang kita gunakan saat ingin keluar kamar. Ketika kamu batuk atau bersin, kamu mungkin lupa tidak menggunakan tisu, bakteri atau virus akan menempel di permukaan pakaian. Hal ini juga perlu kita sadari. Selanjutnya adalah menjaga sirkulasi udara kamar dengan baik. Kamu butuh kamar isolasi yang memiliki ventilasi.

Hal ini akan sangat membantu kamu mendapatkan udara bersih, dan terhindar dari bakteri lainnya seperti, jamur. Jangan lupa bersihkan kamar setiap hari, setelah demammu turun. Demam akan turun setelah tiga hari, maka setelah demam turun cuci semua seprei, selimut dan sarung bantal untuk menghindari virus yang menempel di tempat tidur.

7. Jika demam tidak kunjung reda segera pergi ke dokter

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels via https://www.pexels.com

Demam akan turun setelah satu malam. Namun akan kembali naik dan turun, suhu tubuh akan tidak stabil selama dua hari. Setelah tiga hari demam akan turun sepenuhnya, tapi kamu tetap harus menjaga suhu tubuh agar tidak demam lagi.

Lakukan hal di atas selama isolasi. Gejala lainnya seperti batuk dan sakit tenggorokan mungkin akan mereda setelah dua minggu atau bergantung pada ketahan tubuh kalian. Lakukan isolasi mandiri selama terjangkit dan dua minggu setelah gejala demam dan batuk pilek reda.

Lakukan vaksin setelah satu bulan. Jika demam tinggi tidak kunjung reda setelah beberapa hari, segeralah pergi ke dokter jaga untuk antisipasi medis. Bisa jadi kamu membutuhkan penanganan lebih intensif, karena setiap tubuh memiliki ketahan imun yang berbeda. Periksalah ke dokter dan minta saran pengobatan secara tepat.

Tujuh hal di atas, dapat kamu terapkan saat kamu sudah merasakan gejala seperti flu, batuk, ataupun demam. Tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Shot the moments on frame (Photograph), Edit with heart and Share it on content (Writing).

CLOSE