Lingkungan kerja bisa menjadi menyenangkan bisa juga menjadi momok yang menakutkan bagi setiap karyawan. Yups, kenapa bisa dibilang begitu karena lingkungan kerja yang kita dapatkan tidaklah sama seperti lingkungan sekolah dulu. Kita akan menghadapi rekan kerja yang kepribadiannya tentu saja berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Kalau tidak pintar mensiasatinya tentu kita yang merasa dirugikan.

Katanya sih kita sudah merdeka 73 tahun yang lalu berarti sudah bebas dong dari yang namanya penjajahan. Kita patut bersyukur karena berkat jasa para pahlawan kita bisa hidup aman dan damai sekarang. Terbayang dong, kalau negara kita masih dijajah hingga saat ini mungkin kita tidak bisa melakukan hal-hal yang kita sukai. Dan ngomong-ngomong soal merdeka, merdeka itu definisnya sangatlah luas. Tidak hanya merdeka dari penjajahan saja, tapi merdeka juga dari segala hal termasuk merdeka didalam pertemanan.

Berbicara soal berteman, kita tidak hanya berteman dengan orang-orang yang tinggal di sekitar rumah kita ataupun teman-teman sekolah kita dulu. Apalagi kalau kita sudah memasuki dunia kerja maka kita akan bertemu bahkan berteman dengan banyak rekan kerja di kantor. Mulai dari rekan kerja yang ceria, supel, konyol, pendiam, cari muka dengan atasan, bahkan hal yang lebih parahnya lagi adalah saling sikut menyikut demi mendapatkan apresiasi dari atasan. Tipe rekan kerja yang seperti itu yang ditakutkan oleh kita karena tak jarang kita yang mengalami hal seperti itu di kantor merasa tidak betah bekerja dan ingin rasanya segera resign. Pikiran yang seperti itu sering sekali menghantui kita apalagi di zaman sekarang mencari pekerjaan itu sangatlah sulit. Ingin mundur tapi apakah akan mendapatkan pekerjaan segera? Ingin bertahan tapi hati ini sudah tidak kuat.

Hmmm.. Iya sih #MerdekaTapi fenomena yang seperti itu bahkan masih banyak kita jumpai ruang lingkup kerja. Jadi, kita harus bagaimana menyikapinya?

1. Akan ada banyak tipe rekan kerja di kantor. Mulai dari si pendiam hingga yang tak biasa ada semua di kantor

Tipe-tipe rekan kerja di kantor

Tipe-tipe rekan kerja di kantor via https://unsplash.com

Pekerjaan baru, lingkungan kantor baru, dan juga rekan-rekan kerja yang baru membuatmu begitu semangat untuk bekerja. Bahkan saking semangatnya, rasanya mau terus-terusan di kantor nggak ingin pulang ke rumah. Mulai dari si A yang sifatnya kekanak-kanakan, si B yang suka menolong, si C yang cueknya kebangetan sampai si D yang ramahnya minta ampun. Itu hanya sebagian kecil rekan kerja yang kita temui. Bagaimana jadinya bila kita bertemu dengan rekan kerja yang lainnya?

Advertisement

Di dalam satu ruangan kantor, kita tidak hanya akan menemui rekan dengan sifat-sifat yang welcome dan easy going setiap hari. Namun, ada kalanya kita juga bakalan ketemu dengan rekan-rekan diluar ekspektasi kita seperti suka ngomongin rekan lain di belakang, tukang gosip, tukang main perintah, dan lebih parahnya saling sikut menyikut demi apresiasi dari atasan. Kalau sudah ketemu dengan tipe-tipe yang seperti ini, siap-siap deh bakalan makan hati karena tersiksa dengan ucapan dan perilaku mereka.

2. Diam-diam rekan kerjamu akan menusukmu dari belakang demi apresiasi dari atasan

Dia yang selalu ingin kelihatan lebih dimata atasanmu, akan ada seribu cara untuk menjatuhkanmu

Dia yang selalu ingin kelihatan lebih dimata atasanmu, akan ada seribu cara untuk menjatuhkanmu via https://unsplash.com

Sebagai anak baru di kantor sering kali dikasih tugas oleh atasan dalam bentuk presentasi. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk menyelesaikannya. Jangan ditolak, terima saja. Itu salah satu point penilaian kinerja kita. Siapa tahu atasanmu lagi mengujimu apakah layak untuk dipromosikan atau tidak? Diam-diam akan ada rekan kerja yang iri dengan kita. Dia tidak suka dengan keberhasilan kita dan juga dia tidak suka melihat kita dipuji oleh atasan karena kinerja kita.

Tipe rekan kerja yang seperti ini akan tampak sangat baik di depanmu padahal tidak sama sekali di belakangmu. Dia akan pura-pura baik didepanmu dengan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh atasanmu. Wajar saja jika kita tidak mengetahuinya karena kita baru dikantor. Bantuan dari rekan kerja kita anggap sebagai kebaikan.

Advertisement

Padahal sebaliknya, ketika atasan meminta kita untuk maju presentasi. Secara diam-diam, rekan kerja kita yang lebih dulu maju dibandingkan kita dengan penyampaian materi yang sama persis dengan kita. Presentasinya pun di apresiasi oleh atasan. Sedangkan, kita tidak dapat apa-apa padahal itu tugas yang diberikan secara langsung oleh atasan kepada kita. Hati-hati yah teman! Kalau nasibmu tidak mau seperti ini #MerdekaTapi masih saling sikut menyikut, siapa sih yang nggak takut?

3. Harus hati-hati jika di depan kita kelihatannya baik banget. Mungkin ada maksud tertentu dibaliknya

Hati-hati kalau punya teman yang seperti ini.

Hati-hati kalau punya teman yang seperti ini. via https://unsplash.com

|A: (Didepan kita) Makasih loh sudah repot-repot bantuin saya. Kerjaan kamu jadi terbengkalai deh gara-gara saya.

B: Sama-sama, mbak. Sebagai rekan kerja kita harus saling tolong menolong.

Satu jam kemudian,

A: (Dibelakang kita) Eh, tau nggak sih. Semua kerjaan tadi saya yang ngerjain. Si anak baru itu cuman duduk saja main laptop. Sama sekali nggak bantuin. Untung sudah selesai semua kerjaan saya.|

Biasanya rekan kerja yang seperti ini selalu mempunyai seribu cara untuk meracuni rekan kerja lainnya. Rekan kerja ini akan selalu berusaha membalikkan fakta yang ada. Dia tidak hanya menginginkan kita jatuh namun ingin membuat malu kita dihadapan rekan-rekan yang lain. Di depan dia bersikap baik sekali ke kita dan berbicara manis. Namun, ketika bersama rekan yang lain alias dibelakang kita, dia berusaha menjelek-jelekkan kita.

Begitu juga sebaliknya, ketika kita bersama dia. Dia juga akan membicarakan hal-hal yang buruk tentang rekan kerja yang lainnya kepada kita. Seolah-olah diri dia lah yang paling sempurna. Tidak di tanggapi tapi dia rekan kerja sekaligus senior kita. Ditanggapi rasanya dongkol. Atau #MerdekaTapi jangan-jangan kita juga sering dibicarakan seperti itu dibelakang kita. Ingin menghindari tapi dia marah dibilangnya kita sudah nggak mau lagi berteman dengannya. Berteman dengan yang lain juga dilarang. Serba salah jadinya.

4. Dia yang sejatinya hanya ingin kita jatuh. Jauhi saja jangan sampai batin yang tersiksa hanya karena rekan kerja yang tidak menginginkan kita maju

Tinggalkan saja rekan kerja yang membuatmu tidak pernah maju

Tinggalkan saja rekan kerja yang membuatmu tidak pernah maju via https://unsplash.com

Seringkali merasa tertekan akibat perbuatan rekan kerja yang selalu semena-mena terhadap kita. Belum lagi sikapnya yang sering sikut menyikut dengan kita. Membuat kita jengkel setengah mati. Semua orang dikantor sikutnya demi apresiasi dari atasan. Dia yang bermain curang seringkali di puji karena kehebatan kinerjanya padahal dia tidak mengerjakan apa-apa hanya bermodalkan mulut manis saja.

Bukan satu atau dua kali saja dia melakukannya tapi berulang kali dia mencoba untuk saling sikut menyikut rekan-rekan kerja yang lainnya. Pintar berbicara di depan orang itu penting namun setidaknya jangan menjilat atasan ataupun menyikut rekan kerja lainnya karena setiap karyawan mempunyai hak yang sama yaitu ingin di apresiasi kinerjanya.

Ketika kita sudah berada di titik terendah dalam hidup rasanya ingin menyerah. Setiap hari sudah menghadapi kerjaan yang tidak ada henti-hentinya. Kok masalah bertambah lagi dengan sikap rekan kerja yang seperti ini. Rasanya kok belum merdeka sepenuhnya yah. Ingin rasanya punya rekan kerja yang bisa bersaing secara sehat tanpa adanya kecurangan-kecurangan seperti ini. Saling bekerja sama dan berkomunikasi demi tujuan perusahaan yang lebih maju lagi.

Tapi apa daya, jika kita sudah mengalami hal seperti ini #MerdekaTapi rasanya bekerjapun jadi tidak bersemangat. Jarum jam kantorpun rasanya lama sekali berputar. Ingin resign tapi ragu apakah akan segera menemukan pekerjaan baru? Atau bakalan menganggur kembali? Hidup ini rasanya kian terpuruk.

5. Saatnya dirimu merdeka. Tak apa kehilangan satu rekan yang hanya membuatmu terpuruk. Toh, kita tidak kehilangan rekan-rekan yang lainnya

Yeayyy...Saatnya merdeka dalam pertemanan agar dirimu selalu bahagia

Yeayyy…Saatnya merdeka dalam pertemanan agar dirimu selalu bahagia via https://unsplash.com

Di saat situasi sulit begini, rasanya pilihan untuk merdeka itu selalu ada. Masa iya kita terus-terusan terjajah dengan rekan yang sama sekali tidak menghargaimu malah ingin menjatuhkanmu. Mungkin tak apa jika kita berusaha menjauhi rekan kerja yang sukanya sikut menyikut yang membuat kita tidak berkembang. Pelan-pelan menjauhi sambil membenahi diri sendiri agar lebih baik lagi.

Merdeka dalam pertemanan itu penting sekali apalagi didalam ruang lingkup kantor. Kita bekerja menginginkan kenyamanan agar dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan. Jika dengan cara komunikasi tidak dapat merubahnya mungkin kita perlu berterus terang kepadanya mengenai perasaan kita.

Namun, jika dia bersikeras maka kita yang harus mengambil tindakan. Buatlah rekan kerja kita mengerti bagaimana rasanya jika berada diposisi kita saat ini. Kehilangan dia bukan berarti kehilangan semua rekan-rekan kerja yang lain. Terbebas dari dia yang selalu membebani kita itu lebih penting daripada berpura-pura berteman dengannya tapi batin kita yang tersiksa.

6. Jalinlah pertemanan dengan rekan-rekan kerja yang mau membantu dan mendukungmu. Bukan yang sebaliknya

Masih banyak rekan yang akan mendukungmu dan mau bersaing denganmu secara sehat

Masih banyak rekan yang akan mendukungmu dan mau bersaing denganmu secara sehat via https://unsplash.com

Bahkan tidak mungkin kita akan dijauhi olehnya. Namun, percayalah lebih baik begitu daripada terus-terusan menahan sakit karena perlakuan rekan kerja. Berteman memang perlu tapi menjauhi lebih baik agar tidak ada masalah yang terjadi. Tidak usah perdulikan omongan orang lain yang menganggapmu lemah. Kita bukannya lemah ataupun takut. Kita hanya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

Jalinlah pertemanan dengan rekan kerja yang lainnya karena masih banyak rekan yang peduli pada kita, mau mendukung kita, bahkan bersaing secara sehat dengan kita. Rekan kerja yang baik adalah rekan kerja yang saling mendukung dan membantumu. Bukan yang menjatuhkan kita dengan bermain belakang. Ibarat pepatah sudah jatuh ketimpa tangga pula.

Dengan memberanikan diri berbicara terus terang kepadanya membuat kita merasa lebih lega. Tentunya kita dapat merasakan arti kemerdekaan dalam pertemananan yang sesungguhnya. Kitapun dapat bekerja tanpa rasa takut tertekan lagi dan dapat berkontribusi dengan baik di perusahaan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya