Satu kata saja untuk menginterpretasikan secuil perikop di atas, bahagianya memiliki orang tua seperti itu! Tapi sebagai seorang anak yang masih berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan baik itu secara fisik,  psikis terutama itu emosional hal ini tentunya bisa menjadi awal dari sebuah pertengkaran hebat.

Hal-hal tersebut yang sebenarnya baik namun terkadang salah dimaknai oleh kamu yang muda tapi mudah rapuh dilibas egomu, diantaranya?

1. Ketika orang tua mendambahkan kelulusanmu di jenjang pendidikan tinggi.

Stres..!

Stres..! via http://pixabay.com

Hei kamu yang muda, untuk kasus yang satu ini pastinya bukanlah perkara yang mudah semudah perkiraanmu. Maklum ini saatnya kamu patut ditempah hingga terbentuk, pastinya kamu yang muda tak mau kalah dalam perkara ini.

Advertisement

Suka atau tidak suka kamu yang muda dengan mudahya terjebak stres atas tuntutan "pihak berwajib" berkaitan dengan tugas akhir kamu yang muda, salah satunya pihak orang tua kamu pastinya. Kapan wisuda?

Secuil pertanyaan sederhana yang bisa mengguncang jiwa kamu yang muda, pastinya untuk melontarkan jawaban yang tepat tak semudah ekspektasimu. Perlahan namun pasti klimaksnya bisa berujung pada sebuah kisah dramatis ‘bak sebuah drama keluarga’.

2. Ketika orang tua menginginkan karir kamu sesuai dengan harapan dan impian mereka.

Menentukan langkah?

Menentukan langkah? via http://pixabay.com

Advertisement

Hei kamu yang muda setelah selesai melalui pertarungan penuh warna kini telah tiba saatnya buat kamu untuk memikirkan nasib mu selanjutnya dalam hal ini tentang karir kamu yang muda. Karir pastinya telah kamu seleksi secara matang-matang untuk digilas oleh kamu yang muda, akan tetapi apa jadinya jika semua itu terbentur dengan pandangan orang tua kamu?

Lagi dan lagi, lagu lama dimainkan ‘bak nyanyian dikumandangkan’. Kamu yang muda dan berhasrat jelas sudah akan kembali beradu, demi memenangkan panggungmu.

3. Ketika orang tua sangat mengkhawatirkan kesendirianmu dan menginginkan seorang menantu.

Sendirian..?

Sendirian..? via http://pixabay.com

Hei kamu yang muda, penuh akan gairah dan juga semangat membara, pastinya telah memprioritaskan untuk berkarir dahulu, menikmati pencapaian karirmu yang gemilang ‘bak kehujanan dolar’ baru kemudian memikirkan tentang pasangan hidup.

Akan tetapi dalam perjalanan meniti karir, kamu yang muda kembali lagi diperhadapkan dengan tuntutan orang tua akan sosok pasangan hidupmu. Mereka sangat peduli dengan kesendirianmu, namun cenderung kamu yang muda harus bergulat lidah dan amarah terhadap sikap mereka dengan alasan terlalu posesif.

4. Ketika telah menemukan pasangan hidup, namun tak sesuai ekspektasi orang tuamu.

Temukan pendamping..!

Temukan pendamping..! via http://pixabay.com

Hei kamu yang muda sedang asyiknya menikmati perjalanan karirmu, akhirnya dapat menemukan pasangan hidup yang cocok dan sesuai.

Bagi kamu pasangan hidupmu sangatlah ideal akan tetapi setelah diperkenalkan kepada kedua orang tuamu ternyata respon mereka berbanding terbalik dengan ekspektasimu, sontak hal ini tentunya mengundang amarah yang bisa jadi sangat fatal terhadap hubungan kamu yang muda dengan orang tuamu.

5. Ketika orang tua sangat menginginkan kebahagiaanmu dan berharap segera meninang seorang cucu.

Kebahagiaan..!

Kebahagiaan..! via http://pixabay.com

Hei kamu yang muda ketika kamu sedang berupaya merencanakan dan mempersiapkan masa depanmu serta kebahagiaan, namun kamu yang muda masih belum siap karena berbagai alasan pastinya kamu akan diperhadapkan pada sebuah pertanyaan ‘Kapan kawin atau menikah’?

Sepenggal kata tersebut tidak hanya datang dari teman maupun kenalan kamu, namun pertanyaan tersebut juga selalu saja akan datang dari mulut kedua orang tua kamu yang muda. Hal tersebut bukanlah perkara yang mudah, ini merupakan hal tersulit bagi kamu untuk menyikapinya, apalagi keinginan mereka agar segera menimang cucu? Bagi kamu yang yang muda, hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan hubungan antara kamu, orang tua serta pasanganmu.

Ketika kamu yang muda belum dewasa secara psikis dan emosi, tentunya hal-hal tersebut bisa mengundang pertengkaran hebat antara kamu dan orang tuamu. Sebaliknya kamu yang muda telah dewasa, ini merupakan pelajaran berharga bagi kamu. Tak selamanya sikap orang tuamu bernilai negatif, sebenarnya apabila kamu yang muda dapat sadari sedini mungkin maka kehidupan kamu yang muda bersama kedua orang tuamu akan sangat berkualitas dan penuh akan kebahagiaan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya