Heran sama pasangan yang satu begitu posesif, yang satu begitu cinta sehingga dikekang pun fine saja. Hey, masih zaman gitu? 17 Agustus kemarin Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaan yang ke-73, masa kamu masih mau dijajah oleh si dia. Kalau sekedar bertanya sudah makan, sedang apa, lagi ngapain? Sepertinya itu masih bisa dianggap sebagai pemanis dalam hubungan, tapi kalau dia meminta kita untuk mengabarinya setiap saat, harus lapor sedetail mungkin apa yang sedang kita lakukan, dan dia menuntutmu untuk menjadikannya prioritas, aku rasa itu sudah di atas batas wajar.

Kamu dikatakan merdeka dan memiliki pasangan yang tepat bila dia punya mimpi yang sama denganmu, sama-sama ingin mewujudkan mimpi kalian, jika terdapat perbedaan kalian bisa saling support. Dan untuk mewujudkan itu semua harus ada yang dikorbankan, semisal kalian harus berpisah tempat sehingga menjalankan hubungan jarak jauh (LDR), itu bukan masalah lagi jika kalian sudah berkomitmen, kepercayaan terhadap sidia yang jauh tidak akan sulit.

Berjarak itu akan terasa menyenangkan, kamu dan dia sama-sama fokus mencapai apa yang harus dicapai, bertukar kabar untuk sesekali menyapa rindu supaya tidak ada ruang sunyi di antara kalian. Udah nggak zaman lagi setiap kamu pergi ke sini, pergi ke sana, dengan sini, dengan situ harus lapor. Memang dia satpam komplek yang harus lapor 1 x 24 jam? Bukan kan?

Berikut adalah beberapa alasan mengapa kamu harus berpikir ulang untuk melanjutkan hubungan dengan dia:

1. Masih ada keluarga yang menjadi prioritas

Berapapun usiamu, orangtua akan tetap menganggap kalian bocah kecil mereka. Ketika mereka tahu kalian sedang dekat dengan seseorang, mereka mungkin sedih karena cintamu terbagi pada orang yang baru kau kenal, tapi percayalah mereka sangat senang bila kalian menemukan pasangan yang bisa membuatmu bahagia.

2. Menikmati masa muda

Advertisement

Sebelum janur kuning melengkung itu artinya belum ada hubungan terlalu serius yang harus dijalankan. Belum serius? Bukan berarti main-main, kan. Hey, dunia ini terlalu singkat jika hanya memikirkan dia yang belum tentu memikirkanmu. Masa muda hanya satu kali, jangan sampai kamu melewatkannya begitu saja.

3. Masih banyak cita-cita yang harus dicapai

Orangtua mana sih yang nggak mau liat anaknya sukses? Memiliki hubungan dengan seseorang boleh saja, tapi jangan sampai mengganggu akademikmu. Syukur kalau dia menjadi penyemangat, tapi kalau dia bisanya buat kamu galau, menuntut kamu ini itu, sebaiknya tinggalkan saja. Karena dia yang lebih baik akan datang suatu saat nanti.

4. Dirimu begitu berharga dibandingkan apapun

Kalau dia menuntut kamu ini itu, bagus kalau menjadi lebih baik, tapi kalau tuntutan itu menjadikan kamu kehilangan waktu berharga untuk melakukan hal yang bisa meningkatkan kualitas dirimu, buat apa? Kamu itu berharga, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Kamu lebih tahu dari siapapun tentang dirimu. Belajar menghargai diri sendiri ya guys.

Advertisement

5. Terhindar dari salah pilih pasangan

Untuk kalian yang masih mau bertahan dengan kekangan pasangan kalian dengan alasan terlanjur nyaman dan cinta, silakan pikirkan kembali baiknya seperti apa. Jika kamu sudah merasa kekangan tersebut mengganggumu tinggalkan saja, karena urusan nyaman dan cinta jika harus didapat dari orang lain yang lebih baik bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Namun, jika kamu sudah begitu yakin terhadap dia, dan hubunganmu masih bisa diperbaiki, perbaikilah. Kalian tahu apa yang terbaik untuk hubungan kalian.

Itu dia beberapa alasan mengapa generasi milenial harus lebih pintar lagi dalam memilih pasangan, jika tidak memberikan perubahan yang baik dalam hidupmu sebaiknya tinggalkan karena waktumu akan sia-sia saja dihabiskan dengan orang yang salah. Tapi itu semua kembali lagi padamu, kamu lebih tahu apa yang harus kamu lakukan. Semoga bermanfaat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya