Sebagai seorang anak perempuan satu-satunya di rumah, kalian pasti pernah merasakan bagaimana rasanya untuk sekedar ke warung saja harus izin kepada orangtua kalian? Sama, aku juga pernah.

Sebelum menjadi orangtua seutuhnya, dari alasan-alasan yang menjadi pengalaman pribadiku ini mungkin bisa membuat kalian juga aku untuk berpikir ulang, bagaimana suka dukanya menjadi orangtua. Yang tidak hanya sekedar menunggu kita pulang.

1. Jauh ataupun dekat, jangan lupa berpamitan. Karena itu kunci keselamatan.

Memohon izinmu

Memohon izinmu via https://www.google.com

Tanpa sadar kita lebih mengutamakan dan selalu berharap doa-doa dari pasangan atau sahabat kita. Padahal doa orangtua kita, tanpa kita minta sekalipun mereka tetap memanjatkannya untuk kita. Apalagi untuk kalian yang ingin bepergian meninggalkan rumah.

Karena restu atau izin dari mereka adalah salah satu kunci keselamatan yang dari Tuhan. Jangan sampai dilupakan. Pacar atau gebetan saja cepat-cepat kita untuk berpamitan jika bepergian, masa orangtua sendiri dilupakan?

2. Di zaman semoderen ini, tidak semua orangtua memiliki ponsel atau sejenisnya. Jadi kepercayaan adalah komunikasi tercanggih yang tak patut kita tuk membohongi mereka.

kepercayaan adalah komunikasi bagimu

kepercayaan adalah komunikasi bagimu via https://www.google.com

Advertisement

Jangankan smarthpone yang bisa melacak dimana keberadaan ku sekarang, ponsel yang bisa untuk telepon atau sms saja, mereka tidak punya.

Pernah juga bapak sampai mencariku kemana-mana waktu aku tidak segera pulang. Sebenarnya tidak tega dengan membuat orangtuaku seperti itu. Makanya, aku selalu membangun kepercayaanku dengan orangtuaku. Meskipun sampai sekarang, orangtuaku masih tetap khawatiran.

Sebenarnya bisa melalui saudaraku, tapi sangat merepotkan jadinya. Apalagi setelah kakak sambungku sudah berkeluarga. Jadinya aku satu-satunya anak perempuan ibuku yang sangat dikhawatirkan bapakku. Meskipun beliau bapak sambungku, tapi perhatiannya kepadaku melebihi ayah kandungku yang telah meninggalkanku.

3. Ketika penjelasanmu tidak cukup untuk meyakinkan, mintalah teman atau saudaramu untuk ikut ambil bagian.

Perlunya teman untuk turut serta meyakinkan

Perlunya teman untuk turut serta meyakinkan via https://www.google.com

Advertisement

Ketika aku harus pulang malam karena latihan musik bersama teman-teman, bersyukurnya ada saudara yang satu band denganku juga. Jadinya, orangtua ku bisa lebih lega. Tapi akupun berpikiran jangan sampai keseringan juga. Orangtua mana sih yang tidak khawatir anak perempuan satu-satunya pulang larut malam?

4. Banyaknya pekerjaan dan tanggung jawab yang harus kau kerjakan, jangan lupa ada orangtua di rumah yang harus kau perhatikan.

Tugas ganda untukmu wanita tunggal

Tugas ganda untukmu wanita tunggal via http://www.google.com

Tidak bisa dipungkiri jika menjadi satu-satunya anak perempuan di rumah membuatmu memiliki tugas ganda. Bekerja dan merawat orangtua. Begitu juga dengan diriku. Yang membuat aku sedih ketika aku tidak bisa sepenuhnya di rumah, karena tanggung jawab pekerjaan juga lainnya.

Pulang hanya untuk tidur saja. Terkadang mereka bertanya padaku. Apa aku tidak lelah? Apa sebaiknya aku berhenti saja? Tapi aku tidak bisa, meskipun sebenarnya bisa. Sebisa mungkin aku tetap berusaha memberikan waktu makan malamku untuk tetap berbincang-bincang bersama mereka, meskipun dengan lauk sederhana. Tapi rasanya sungguh merdeka, apalagi melihat mereka tertawa bercanda.

5. Apalagi untuk merantau, pergi keluar kota untuk sebentar mengejar cita rasanya berat untuk membiarkan kita begitu saja.

Lebih sering berpergian sendiri

Lebih sering berpergian sendiri via https://www.google.com

Hal terberat dari menjaga kepercayaan adalah untuk tidak berbohong. Untuk itu kemanapun aku pergi, aku harus mengatakan yang sebenar-benarnya. Seperti waktu aku berangkat ke salah satu radio di kota Semarang dulu. Apalagi aku harus mengendarai sepeda motor sendiri bersama dengan kedua temanku. Tapi mereka berdua berboncengan. Itu saja sampai aku harus izin berulang-ulang.

Bahkan pada saat sore hari sebelum berangkat pun orangtua ku rasanya tak rela membiarkan ku berangkat begitu saja. Sampai akhirnya dari saudara serta teman-temanku ikut meyakinkan. Dan akhirnya dengan masih berat hati mereka mengijinkanku untuk berangkat.

6. Apapun alasan dan beratnya izin, mereka tetaplah manusia biasa yang tidak ingin sampai anak kesayangannya terluka

keluarga adalah orang pertama yang mengertimu

keluarga adalah orang pertama yang mengertimu via https://www.google.com

Dalam hubungan asmara, ibuku sangat tidak ingin jika apa yang terjadi pada rumah tangga ibuku dulu sampai menimpaku. Untuk itu dalam memilih pasangan hidup, ibuku sangat berperan penting dalam aku meminta saran beliau selain dari sahabat ataupun saudaraku.

Perkataan dari ibuku yang selalu aku ingat sampai sekarang adalah "Kamu ini anak Tuhan, nak. Pasti Tuhan sediakan yang terbaik untukmu. Apalagi dengan segala pengorbanan tanggung jawab yang kau lakukan. Ibu dan bapak hanya bisa mendoakan kelak kau bersanding dengan pria pilihan Tuhan."

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya