Sebelum menjabarkan isi artikel, saya ada satu kutipan dari seorang penulis novel indonesia yang sangat menginspirasi saya sejak dari nggak punya mimpi sampai punya mimpi buat bisa pergi keluar kota, jadi anak kuliahan, jadi anak kosan, dll

Isi caption instagramnya gini

"Dirgahayu Indonesia! Merdekakan jiwa, Merdekakan Pikiran. Dari penjajahan pribadi yang kita buat sendiri sendiri dari amarah dan dendam. Maafkan, maafkan, maafkan lalu lupakan. (Anak rantau, hal 236)"

1. Merdekamu bagaimana?

bagaimana

bagaimana via http://google.com

Sering nggak sih kalian mempertanyakan tentang seperti apa merdeka itu padahal sudah jelas kita sudah merdeka dari penjajah yang sebenarnya. Apa keadaan kalian bisa dikatakan merdeka tinggal di negara yang sudah merdeka?

Cara pandang dan pemikiran seseorang tentang merdeka mungkin berbeda tapi merdeka bisa saja diwakilkan dengan kata "bebas". Bebas di sini berarti luas bisa bebas berekspresi, bebas berpendapat, bebas memilih, dan bebas menjalani hidup sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Kalian harus memerdekakan diri sendiri untuk saat ini, lepaskan apa yang menjadi beban kalian jangan ada kata "tapi" setelah merdeka.

Advertisement

Bagaimana dengan saya? Merdeka saya adalah apa yang saya katakan barusan "bebas" hal yang paling mengerikan dari orang yang tinggal di negara merdeka adalah mereka terjebak dengan dirinya sendiri terlebih terjebak dengan perkataan orang lain yang akhirnya membuat mereka menutup diri dan memilih baik baik saja padahal sedang menjajah dirinya sendiri dalam diam. Diam tidak selalu baik, tapi untuk menjadi merdeka kita harus terus menjadi orang baik.

2. Bebaskan!

Saat kalian terkekang dalam diam, baiklah itu mungkin hakmu untuk diam. Apa dengan diam kita tidak boleh memerdekakan diri sendiri? Move on! Bebaskan! Jika mulutmu terkunci untuk tidak berbicara, tapi coba buka pikiranmu seluas luasnya. Gunakan untuk berpikir kemudian sugestikan. "Kita sudah merdeka, ayo berpikir untuk bebas. Jadi manusia yang bermanfaat. Kurangi keluhan, kurangi menyalahkan keadaan, berdamai, lalu bebaskan!"

3. Merdeka tapi tetap diam?

Tidak bergerak, berhenti berjuang, putus harapan, tidak punya tujuan. Serentetan realita yang secara tidak langsung mendirikan benteng yang kokoh untuk tidak melawan keadaan yang menyebabkan jauhnya kita dari kata bahagia. Bisa dikatakan itu namanya penjajahan kepada diri sendiri.

Advertisement

Ketika orang tua ingin kita terus menjalani tapi kita sudah menyerah dan berpikir ini tidak cocok untuk kita, ketika kita membuka diri pada seseorang yang telah mengetuk hati kita tetapi hadirnya hanya sementara dan membuat kecewa, ketika mempunyai teman yang dipercaya kemudian mengkhianati kita, ketika semua yang terjadi membuat kita marah, membuat kita dendam, dan kita hanya diam. Saat itulah kita tidak bisa terus diam.

Apabila ini harus dijalani dengan sabar mungkin sabar ada batasnya hidup kita, kita yang menjalani kita hanya perlu bicara dan berkomunikasi sampaikan pada orangtua "Saya akan menjalani hidup yang saya inginkan jika sekarang saya bersabar untuk terus menjalani, pada waktu yang tepat maafkan anakmu apabila memilih hidup dengan jalan yang sangat dia yakini dia akan bebas dan bahagia."

Apabila berharap pada orang yang baru mengetuk pintu hatimu, kamu memang sedang memupuk rasa kecewa karena berekspektasi terlalu tinggi terhadap dia semuanya ternyata di mulai dari harapanmu yang terlalu tinggi, maka lepaskan, maafkan, dan lupakan saja dia. Simpelnya jika memang pada akhirnya jodohmu itu dia tanpa perlu perencanaan yang matang kamu akan bertemu dia pada akhirnya. Dan apabila pengkhianat itu memang teman yang paling kamu percaya maka tidak usah dihiraukan lagi, bebaskan dari amarah dan dendam maafkan…maafkan… maafkan lalu lupakan.

4. Buang kata "tapi"

noborimasu

noborimasu via http://google.com

Mulai dari sekarang kata "tapi" perlahan sedikit demi sedikit kita ganti dengan kata "Yaudahlah" setiap apa yang kita lalui tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita inginkan tetapi jika terus dihindari atau jika terus ditahan kita tidak akan menuju ke dalam diri yang merdeka. maka merdeka tapi yaudahlah….

Yaudahlah namanya juga hidup hehe

5. Ayo merdekakan diri kita!

Jika kalian masih terbelenggu, maka mulai dari sekarang ayo buang semua yang membuat kita tidak merdeka. Hidup kita hanya sekali. Jalani dan nikmati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya