Sungguh menyenangkan saat pertama masuk dunia kerja, dapat pemasuka bulanan, dan memenuhi apa yang diinginkan seperti halnya membeli barang-barang impian. Namun saat dijalani, kebutuhan tak sesederhana itu, bahkan untuk membeli barang impian pun perlu batasan atau anggaran. 

 

Sebagai pemuda yang tak lagi tinggal serumah dengan orang tua, segala kebutuhan pun tak selayaknya masih meminta dengan orang tua. Begitu pun dengan anak rantau yang masih ngekos, ngatur uang makan, uang jajan, uang transport dan uang tetek bengek lainnya.

 

Yaah, meski sebagai pemuda jomblo yang bekerja di kota metropolitan dengan gaji pasti dan uang tunjangan tak kalah banyaknya bagi mereka yang sudah keluarga.

Apalagi di masa awal-awal kerja yang masih terhitung 1 sampai 6 bulan, rasanya sulit sekali menahan godaan dari barang impian yang ingin sekali dimiliki.

Aah, semoga itu masih dalam tahap wajar. Namun ada beberapa dilema lain yang sering di hadapi bagi pekerja muda yang jauh dari orang tua seperti saya :

1. Baru kemarin gajian, pengeluaran sudah 50% dari uang gajian.

uang gajian pertama jangan lupa di bagi ya

uang gajian pertama jangan lupa di bagi ya via https://google.com

Berbagai metode managemen keuangan pastilah di terapkan untuk mode hemat agar tetap bisa menabung dan pengeluaran tetap terkontrol. Salah satu metode tersebut ialah dengan langsung mengganggarkan kebutuhan utama di awal gajian.

Misalnya, untuk bayar kost-an, uang makan selama satu bulan, uang iuran (arisan,kredit atau utang), uang akomodasi selama sebulan dan yang terpenting uang yang di tabungkan. Hingga yang tersisa hanya uang cadangan dan uang untuk belanja.

2. Ingin membeli barang impian, tapi masih ada orang yang perlu dibahagiakan

daftar barang impian yang perlu kesabaran untuk mewujudkan

daftar barang impian yang perlu kesabaran untuk mewujudkan via https://www.google.com

Advertisement

Di saat sudah memegang uang yang dianggarkan untuk membahagiakan diri, tiba-tiba muuncul dalam hati nurani

Bagaimana dengan orang-orang yang kucintai, aku perlu berbagi bahagia denganhnya. Baik itu kekasih, orang tua, sodara, atau sekedat teman-teman yan selalu setia.

Apalah arti jika urusan keuangan teratasi, tapi hanya untuk kesenangan pribadi. Ingatlah, bahwa

Advertisement

sebagian harta yang kita miliki adalah hak orang lain.

Maka dari itu, membahagiakan orang sekitar juga perlu ditulis dalam daftar anggaran bulanan.

3. Sesuatu yang tak terduga, seperti halnya potong gaji yang bikin nyesek di hati

duuh, ada potongan gaji

duuh, ada potongan gaji via http://www.google.com

Kecelakaan adalah sesuatu yang benar-benar yang tak di inginkan sekaligus menjadi kabar yang mengagetkan, hal tersebut pun dapat mungkin terjadi di dunia kerja. Dalam bidang apapun pekerjaan itu, pastilah ada resikonya yang di tangung, entah itu keselamatan, kesehatan, atau kerugian materi.

Misalanya saja bekerja di bagian administrasi keuangan, yang kesehariannya mengatur keungan yang keluar-masuk. Salah sedikit saja dalam perhitungan atau input data di sistem, gajian bulanan akan jadi taruhannya. Ooh Tuhan, lindungilah hamba yang masih berstatus karyawan.

4. Semakin tinggi gaji, semakin banyak pula godaanya. Manusia memang susah sekali puasnya, wajar kali ya ?

gaya hidup jangan sampai menguras dompet

gaya hidup jangan sampai menguras dompet via https://google.com

Merantau tidak mesti di kota besar yang jauh dari kampung halaman, namun kadang kala hanya di kota sebelah namun tetap dengan gaji yang lebih daripada di kota sendiri. Alasan seseorang memutuskan mengambil suatu pekerjaan adalah karena cara kerjanya dan gaji yang di terima setiap bulanan.

Saat setelah mentahui gaji yang akan di terima, terkadang dalam pikiran sudah tersusun mau dipakai apa uang-uang itu nanti (dipakai ini-itu, dan terus dipakai sampai habis). Sudahlah, percayai saja bahwa salah satu kebahagiaan tercipta karena keungan tercukupkan.

Ketika mendapat gaji pas-pas.an hanya mampu mendaftar barang-barang impian untuk di wujudkan sembari sabar menabung, saat gaji sudah berkecukupan bingung mau mewujudkan keinginan dulu apa yang perlu segera di realisasi. Seperti yang sering di dengar bahwa

Biaya hidup itu tidak mahal, namun yang mahal itu adalah gaya hidup dan tekanan lingkungan.

5. Saat masa kerja, di masa itulah saat yang tepat untuk memulai perjuangan atau meningkatkan kebahagiaan

liburan untuk kebahagiaan

liburan untuk kebahagiaan via https://google.com

Sebagai anak rumahan sepertiku yang hampir tak pernah merasakan sebagai anak kos.an atau perantauan, sekali jauh dari rumah dan menikmati kebebasan rasanya nikmat sekali. Seakan menemukan zona nyaman yang baru, mengeksplorasi lingkungan baru, mengatur ulang kehidupan lebih mandiri dan bersikap dewasa atas apa yang di hadapi.

Namun sebenarnya di saat masuk dunia kerja seperti itu, ada 2 tujuan yang perlu di mantapkan. Pertama nikmati saja dulu kebabasan ini, membahagiakan diri, kemudian baru perjuangkan perjuangan masa depan. Kedua, berfikir bahwa perjuangan telah di mulai, jangan bermain-main lagi, dan fokus akan masa depan untuk membangun rumah tangga.

Tapi orang-orang sepertiku yang masih kekurangan merasakan bahagia, rasanya masih berat untuk sekedar menabung atau berhemat untuk investasi masa depan. Merdeka sih, tapi godaannya itu lho yang bikin terpenjara.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya