Meski #RamadandiPerantauan, 6 Hal Ini Membantumu Rasakan Hangatnya Keluarga

Walau Berjauhan, Tidak Boleh Melunturkan Kehangatan Keluarga

Ramadan tahun 2020 rasanya sungguh berbeda. Di tengah kepungan virus corona yang menyerang hampir semua kota di Indonesia, membuat terbatasnya ruang gerak pun termasuk adanya larangan mudik dalam upaya menekan persebaran corona. Mau tidak mau, larangan mudik ini memengaruhi kehidupan banyak orang, terutama yang merantau. Apa kamu juga?

Meski tidak bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga di kota asal, bukan berarti kamu tidak bisa merasakan kehangatan keluarga. Akan selalu ada cara untuk menjadi obat rindu, seperti 6 cara ini. Walau tidak bisa kumpul secara langsung, semoga bisa menenangkan hatimu. 

Advertisement

1. Walau sebatas gambar, bertukar kabar dengan video call tak kurangi kenikmatan bersilahturahmi dengan keluarga

unsplash.com/@punttim

unsplash.com/@punttim via http://unsplash.com

Teknologi ada untuk memudahkan manusia, tak terkecuali dengan adanya fitur video call yang saat ini bisa dengan mudahnya digunakan oleh segala usia. Niat untuk bertukar kabar, berbincang, hingga maaf-maafan saat lebaran, bisa tetap ada meski tak mudik dengan bantuan aneka aplikasi penyedia video call. Bisa berhadapan dan melihat wajah keluarga dengan bantuan ponsel bisa meredam sedikit rindu. Lagipula, khidmatnya Ramadan tidak akan berkurang, justru bertambah karena kesabaranmu dan keluarga menahan rasa ingin bertemu.

2. Saling bertukar foto bisa jadi cara untuk menunjukkan keadaan masing-masing yang terpisah

unsplash.com/Alexander Kovacs

unsplash.com/Alexander Kovacs via https://unsplash.com

Kamu yang berada jauh di kota rantau pasti rasanya selalu penasaran mengenai keadaan keluarga di kota asal. Pertanyaan tentang apakah keluarga sehat, apa saja kesibukan selama Ramadan, hingga hal sesederhana makanan buka puasa yang dinikmati keluarga pasti sering terngiang di kepalamu.

Meski tidak jauh berbeda dengan video call yang malah bisa ngobrol langsung, sering bertukar foto di grup keluarga pastinya tak kalah menghangatkan hati. Kamu dan anggota keluarga lain bisa saling bercanda dan mengomentari satu sama lain meski dalam lokasi yang berjauhan.

3. Masak sendiri makanan khas Ramadan sesuai resep keluarga

unsplash.com/Zach Reiner

unsplash.com/Zach Reiner via https://unsplash.com

Yang dirindukan dari Ramadan selain kehangatan keluarga adalah nikmatnya masakan Ibu di rumah. Saat tidak bisa mudik dan sendiri di kota rantau, rasa sedih rasanya jadi dua kali lipat karena tidak bisa ‘makan enak’ dan tidak bisa memeluk langsung tubuh Ibu dan Bapak. Hei, jangan sedih!

Meski tidak akan seenak opor ayam buatan Ibu dan tidak ada ketupat yang biasanya dibuat bersama adik dan kakak, tidak ada salahnya untuk coba masak sendiri, ‘kan? Tanya pada Ibu mengenai resepnya, kemudian masak dan nikmati dengan teman-teman lain yang sama-sama tidak bisa pulang Ramadan tahun ini. Bukan kah teman-teman rantaumu juga keluarga?

Advertisement

4. Mengirim bingkisan ke rumah sebagai tanda cinta

unsplash.com/Kira auf der Heide

unsplash.com/Kira auf der Heide via https://unsplash.com

Untuk kamu yang sudah berpendapatan atau memiliki tabungan yang cukup, mengirim hadiah ke rumah saat Ramadan dari kota rantau bisa menjadi satu hal yang dicoba untuk menyenangkan hati orangtua dan keluarga lainnya. Kamu bisa mengirim apapun, seperti kue kering, pakaian untuk masing-masing keluarga di rumah, atau peralatan sembayang baru. Tentunya ini bisa disesuaikan dengan kemampuanmu sendiri, ya!

5. Kewajiban THR untuk adik-adik tersayang tidak boleh terlewat

unsplash.com/Austin Distel

unsplash.com/Austin Distel via https://unsplash.com

Untuk kamu yang punya kebiasaan memberi THR kepada adik kesayangan, jangan berhenti ya tahun ini meski harus Ramadan di perantauan! Saat ini ada banyak cara untuk mengirimkan uang baik melalui transfer bank atau berupa uang elektronik lainnya. Pemberian THR ini sebagai tanda bahwa kamu akan tetap memperhatikan adik tersayang sekalipun sedang berjauhan.

Berikan sejumlah uang yang kamu mampu, tapi jika bisa, tambahkan sedikit lebih dari sebelumnya supaya adik juga senang meski tak bisa bertemu langsung dengan kakak tersayang.

6. Kehangatan keluarga akan selalu bisa ditemukan, kamu hanya perlu menemukan caranya

unsplash.com/Sheeri Hoolay

unsplash.com/Sheeri Hoolay via https://unsplash.com

Meski tidak bisa satu atap di Ramadan tahun ini, tentu tidak akan mengurangi kecintaanmu kepada Ibu, Bapak, dan saudara di kota kelahiran, pun sama sebaliknya dengan mereka. Wajar untuk sedih karena tidak bisa melihat mereka secara langsung, tapi jika dipikir kembali, justru ini adalah pembuktian di level tertinggi bahwa kamu menyayangi mereka dengan sebenar-benarnya.
Kamu tidak pernah tahu apakah benar sehat, apakah barang yang kamu bawa benar bersih, dan apakah kota asalmu sendiri pun lebih aman dari kota rantau yang kini kamu tinggali

Tidak mudik tahun ini adalah upaya untuk saling jaga pun menyayangi dengan cara yang berbeda. Walau begitu, tetap lah tidak mengurangi kadar sayang kepada masing-masing anggota keluarga. Oh ya, supaya makin cepat bertemu keluarga, tetap jaga kesehatan dan selalu bahagia di kota rantau juga jangan sampai lupa!

Sabar, kamu dan keluarga pasti bisa melawan rindu untuk kali ini. Tunggu sebentar lagi ya, semua pasti akan segera pulih, kehidupan kembali berjalan normal, dan kamu bisa segera mudik. Peluk dan cium jauh untuk kamu dan keluarga!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Girl-just-wanna-have-fun

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE