5 Momen Paling Menguji Kesabaran Pejuang Skripsi. Meski Berdarah-darah, Tetap Semangat Dilakoni

Momen menguji kesabaran pejuang skripsi

Skripsi bisa jadi merupakan momen puncak seorang mahasiswa. Ada berbagai model mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Ada yang rajin banget bahkan seminggu minimal selesai satu bab. Ada yang males-malesan tapi giliran liat temennya yang sudah selangkah lebih maju langsung keteteran. Ada juga yang santai dan berpegang teguh pada prinsip “skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai”. Banyak banget model-model mahasiswa saat mengerjakan skripsi.

Namun semenyebalkan apapun, mengerjakan skripsi inilah yang akan dirindukan saat sudah lulus nanti. Kenangan-kenangan saat skripsi akan jadi satu hal yang bakal paling dirindukan termasuk momen  kesabaranmu diuji saat proses pembuatan skripsi.

1. Cari judul skripsi susahnya kayak cari jodoh

Judul ditolak lebih sakit dari ditolak gebetan

Judul ditolak lebih sakit dari ditolak gebetan via https://hastagcampus.com

Advertisement

Momen pertama yang sangat menguji kesabaran adalah mencari judul skripsi. Selama 6-7 semester mungkin kamu  mengikuti kuliah dengan baik, namun hal ini tidak menjamin kamu akan mudah menemukan judul yang pas. Kamu harus memperbanyak baca, dan tentunya rajin datang ke perpustakaan untuk mengecek apakah judul yang akan kamu tulis sudah banyak digunakan atau belum.

Bahkan bisa sampai bolak-balik perpustakaan untuk menemukan inspirasi. Tak jarang, ide cemerlang yang kamu temukan mendapat penolakan dari dosen.

“akhirnya, aku tahu mau nulis apa”

*di ruang sekretaris jurusan*

“wah.. penelitianmu ini udah banyak, mbak. Saya aja bacanya udah bosen. Coba cari yang lain”

*kuingin maraaaah! Melampiaskaaaaan..

2. Dosen pembimbing adalah koenci

Jangan abaikan dosen pembimbing, karena beliau penentu cepat lambatnya skripsimu

Jangan abaikan dosen pembimbing, karena beliau penentu cepat lambatnya skripsimu via https://www.memekocak.my.id

Advertisement

Setelah judulmu sudah disetujui, kamu akan segera dapat dosen pembimbing. Di beberapa universitas, dosen pembimbing sudah ditentukan oleh akademik. Ya kalau gitu, tinggal cuma bisa pasrah aja. Apakah akan dapat dosen baik atau killer.

Jika kamu kurang beruntung, saat mengajukan proposal pertamamu, bisa saja proposalmu ditolak dan diminta ganti judul. Sebaiknya, bersikap manislah pada dosenmu, karena dosen pembimbing adalah kunci cepat atau lambat selesainya skripsimu.

3. Dosen pembimbing super sibuk jadi pemicu skripsi tak kunjung usai

Dosen muncul saat tidak dibutuhkan, dan menghilang saat dibutuhkan

Dosen muncul saat tidak dibutuhkan, dan menghilang saat dibutuhkan via https://ohfotolucu.blogspot.com

Namanya juga dosen, pasti ada yang sibuk dan nggak mau diganggu, tapi ada juga yang bisa meluangkan waktu untuk bimbingan. Kadang sudah janjian dan nunggu hampir seharian, tapi dosen tak kunjung datang. Paling sakit itu kalau sudah janjian lalu dibatalkan setelah kita sudah sampai di kampus.

“Pagi pak, hari ini jadi bimbingan kan? saya sudah ada di kampus”

” haduh, saya lupa. Hari ini anak saya ada pentas di sekolahnya. Diundur besok ya, jam 7 pagi sudah harus ada di ruangan saya”.

“SIAP, PAK”

4. Coretan penuh cinta yang akan didapatkan setelah bimbingan

revisi terooosss

revisi terooosss via https://ohfotolucu.blogspot.com

Setelah bimbingan, harapannya sih bisa sedikit bernapas lega. Namun tak jarang, justru setelah itu kita harus bekerja keras lagi. Tulisan yang kita dibuat berjam-jam setiap harinya bahkan sampai rela begadang dan menahan lapar di malam hari akan dengan mudah diganti dengan coretan berisi perintah revisi. Kamu harus sabar dan melapangkan dada.

5. Tak kunjung menemukan referensi yang pas, hingga bosan setiap hari melihat tulisan yang sama

Bosan itu pasti, tapi jangan sampai berhenti disini.

Bosan itu pasti, tapi jangan sampai berhenti disini. via https://solusicerdas1.blogspot.com

Sepanjang hari duduk di depan laptop, memandang tulisan yang tak kunjung usai seringkali membuat bosan. Belum lagi dipusingkan dengan referensi yang susah dicari. Ingin pergi cari suasana baru, tapi khawatir terbuai dan berakibat skripsi nggak selesa-selesai.

Sesekali refreshing juga diperlukan lho, supaya otak tidak terlalu berat menanggung beban. Toh, kalau pikiran kita fresh, mengerjakan skripsi juga akan jadi menyenangkan.

Setelah semua hal yang menguji kesabaran ini terjadi, akhirnya kalian akan sampai di garis akhir. Melihat karya kalian dijilid, akan ada rasa puas yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata. Yang pasti akan ada kelegaan setelah semua jerih payah terbayarkan. Satu hal yang sangat membanggakan telah diraih, tinggal mempersiapkan hal lain yang menunggu.

Itulah momen yang mengji kesabaran para pejuang skripsi. Untuk kalian para calon pejuang skripsi, semoga tidak mengalami hal seperti di atas. Sebisa mungkin hindari momen tersebut dengan banyak belajar serta persiapan. Untuk kalian yang mungkin pernah mengalami momen-momen seperti di atas, mungkin momen tersebut selalu jadi hal yang akan terus diingat, dan jadi bahan nostalgia bersama sahabat. Untuk para pejuang skripsi yang saat ini sedang bersusah payah menyelesaikannya, ingatlah setelah ini akan ada hal indah yang menunggu kalian. Saat kalian merasa ingin menyerah, bayangkan senyum bahagia penuh bangga orangtua kalian saat kalian memakai toga nanti. Selamat berjuang!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.