#MudaBerkarya – Menang Melawan Diri Sendiri

Upaya untuk Mengalahkan Hambatan Terbesar!

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa musuh terbesar yang ada di kehidupannya bukanlah teman yang menggosipkan atau orang-orang yang ingin mengacaukan bisnis kita, bukan pula orang-orang yang bersenjata, melainkan dirinya sendiri.

Atau, ada beberapa orang yang sudah menyadari bahwa pertempuran yang harus dimenangkan adalah pertempuran dengan diri sendiri namun tidak mengetahui bagaimana ia dapat memenangkan perperangan tersebut dan akhirnya hanya tenggelam dalam sesal, kejenuhan, dan kebuntuan pikiran belaka.

Hal sebenarnya yang kita lawan dari diri sendiri ini adalah mengenai pola pikir, mental, kemalasan-kemalasan serta berbagai alasan yang kita ciptakan untuk mencari pembenaran karena takut gagal  dalam membuat pilihan. 

Dalam upaya memanangkan pertempuran ini, senjata utama itu adalah segala sesuatu yang ada di dalam pikiran dan kemudian ditindaklanjuti oleh aksi-aksi dan keputusan yang kita ciptakan.

Advertisement

1. Megidentifikasi Hambatan

Photo by Pixabay/myrfa

Photo by Pixabay/myrfa via https://pixabay.com

Sering kali kita berpikir bahwa hal-hal yang menghalangi jalan kita untuk memperoleh keberhasilan itu berasal dari faktor luar, seperti tidak memiliki privilage berupa fasilitas belajar yang tidak memadai, tidak memiliki laptop menjadikannya tidak dapat mengerjakan tugas kuliah, atau tidak ada orang dalam yang membantunya untuk bekerja di sebuah perusahaan.

Padahal ia bisa saja mengerjakan tugas tersebut lewat telepon genggamnya, atau mencari relasi pertemanan yang loyal yang bersedia meminjamkannya laptop untuk mengerjakan tugas. Begitu pula alasan seseorang tidak diterima bekerja di perusahaan sebenarnya bukan karena ia tidak memiliki orang dalam, melainkan CV dan surat lamarannya tidak cukup menarik untuk dilirik oleh HRD.

Advertisement

Kita terbiasa menggenarlisasikan alasan-alasan kita memperoleh kegagalan tanpa mengenali hal-hal yang sebenarnya menjadi hambatan.

Bisa jadi tugas itu tidak dikerjakan karena kita malas, bukan karena tidak memiliki fasilitas. Dan, ditolak mentah-mentah oleh perusahaan karena malas mencari informasi dan pengetahuan lebih untuk masuk ke tahap-tahap seleksi pekerjaan.

Jadi, kenali hambatan utama yang ada di kehidupan anda sendiri. Yang mana hambatan itu tentulah berasal dari diri sendiri, sebab jika sudah mampu mengatasi hambatan secara internal kita dapat menyesuaikan aspek-aspek eksternalnya.

Advertisement

2. Bangun Energi Positif, Kalahkan Energi Negatif

Photo by Pixabay/juuucy

Photo by Pixabay/juuucy via https://pixabay.com

Energi positif tidak hanya terkait dengan masa-masa seseorang merasa sangat bersemangat atau termotivasi, melainkan energi ini juga bisa didapat melalui visi.

Saat memiliki sebuah visi, meskipun itu sebuah harapan dan angan tapi jika diiringi dengan keyakinan untuk bisa mewujudkan, maka akan menjadi semacam dorongan untuk diri sendiri agar bisa dan mau melakukan sesuatu.

Merenovasi sebuah kecemasan tentang bagaimana jika saya gagal menjadi sebuah optimisme saya bisa melakukannya. Beban – beban terkait takut gagal akan menghantarkan sebuah energi negatif yang menjadikan kita kandas di zona hidup yang begitu-begitu saja, tidak ada pembaharuan.

3. Mengubah Paradigma

Photo by Pixabay/radu_floryn22

Photo by Pixabay/radu_floryn22 via https://pixabay.com

Paradigma merupakan sebuah kerangka berpikir tentang bagaimana persepsi kita terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Saat kita mampu mengubah sikap-sikap di dalam pikiran, maka kita juga dapat mengubah aspek-aspek luar.

Bagaimana persepsi kita terhadap suatu hal akan sangat mempengaruhi cara kita berpikir, bersikap dan bertindak secara keseluruhan. Paradigma ini menjadi produk mental yang berpengaruh besar terhadap perubahan-perubahan drasitis dalam hidup yang diawali oleh perubahan pola pikir.

Mengubah paradigma atau cara pandang kita terhadap diri sendiri tentu akan mengubah sikap kita menuju tindakan-tindakan mencapai kesuksesan. 

4. Ubah Kebiasaan Lama

Photo by Pixabay/lukasbieri

Photo by Pixabay/lukasbieri via https://pixabay.com

Albert Einstein pernah berkata hanya orang gila yang menginginkan perubahan, padahal setiap hari ia melakukan hal yang sama.

Kita cenderung mengatakan hidup saat ini sangat monoton dan membosankan. Yang selalu kita ucapkan hanya berisi keluhan tanpa ada tindakan perubahan. Jika saat ini anda tidak merasakan sebuah harmoni dalam menjalankan hari-hari berarti anda harus melakukan perubahan. Perubahan pada awalnya memang terasa kurang nyaman apalagi jika anda orang yang kesulitan dalam beradaptasi.

Jadikanlah perubahan itu sebagai sebuah kebiasaan baru.

Tidak harus langsung perubahan besar, kita cukup memulai dengan perubahan kecil. Dan yakinlah perubahan kecil ini akan berdampak besar terhadap diri kita. 

5. Keyakinan dan Kepercayaan Diri

Foto oleh Alexander Suhorucov dari Pexels

Foto oleh Alexander Suhorucov dari Pexels via https://www.pexels.com

Yakin merupakan sebuah situasi di mana kita memiliki sebuah kepercayaan, prinsip dan hasrat terhadap bagaimana sesuatu seharusnya berlangsung.

Saat keyakinan itu ditanamkan dalam-dalam, ia akan merangsang pikiran untuk sebuah kesiapan menuju kebaikan.

Membangun kepercayaan diri tidak hanya lewat persiapan-persiapan secara sadar. Ini juga dapat dilakukan lewat ranah bawah sadar yaitu mendengar suara-suara positif di dalam diri kita.

Memiliki keyakinan dan kepercayaan diri akan menguatkan kita menembus batas-batas yang disebabkan oleh diri sendiri dan yang selama ini selalu menjadi penghalang untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan. 

Sejatinya kita harus memiliki kekuasaan penuh terhadap diri sendiri, dengan begitu kita tidak perlu menghabiskan energi untuk risau dengan hal-hal luar yang tidak dapat kita prediksi dan kita kendalikan.

Nyatanya, masalah terbesar itu ada di dalam diri kita sendiri. Dengan mengidentifikasi, mengenali, dan menyusun strategi untuk menghadapi berbagai permasalahn internal tersebut kita sudah dapat menjadi penguasa seutuhnya terhadap diri sendiri. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

saat ini sebagai mahasiswa jurusan sastra indonesia. suka menulis dan ingin terus belajar mengembangkan kemampuan menulis dan dibaca oleh orang lain

CLOSE