Kebanyakan orang muda di dunia yang kompetitif ini, berpikiran bahwa setelah mereka menempuh pendidikan hingga jenjang yang tinggi, mereka harus mencari nafkah dengan bekerja di tempat yang bergengsi dengan posisi yang menarik sehingga meningkatkan bisa mengembangkan karier mereka.

Tapi, hal ini tidak berlaku untuk seorang alumni Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Aceh bernama Perdana Romi Saputra. Alih-alih mengerjakan berbagai proyek, yang biasa didapatkan dengan beragam kongkalikong, Romi yang merupakan putra daerah kabupaten Aceh Selatan memilih bekerja untuk kemanusiaan dengan menginisiasi sebuah komunitas sosial bernama Rumah Relawan Remaja yang fokus pada isu-isu sosial perdamaian.

1. Inilah sosok inspirasi saya, seorang pemuda yang hidup dengan misi kemanusiaan

Perdana Romi Saputra

Perdana Romi Saputra via https://www.facebook.com

Jangan tanyakan apakah dia pernah bercita-cita untuk duduk tenang di ruangan ber-AC, makan di restoran mewah atau menginap di hotel berbintang! Jawabannya adalah big NO.

Advertisement

Sosok Romi yang hidup dengan misi kemanusiaan akan lebih memilih untuk membersamai para pengungsi Rohingya di camp pengungsian, menjadi relawan tanggap darurat di lokasi bencana, belajar dan bermain bersama anak-anak di desa-desa terpencil atau menghibur orang-orang yang tidak mendapat keadilan.

2. Melakukan hal-hal besar akan selalu dimulai dari yang kecil. Pelajaran inilah yang saya dapatkan dari pemuda inspiratif ini.

berbuat baik itu dimulai dengan hal-hal sederhana

berbuat baik itu dimulai dengan hal-hal sederhana via https://www.facebook.com

Terkadang kita banyak mendengarkan orang-orang yang mengaku pejuang kemanusiaan yang membantu banyak orang, tapi mereka tidak memasukkan konsep kemanusiaan itu dalam diri mereka sendiri, sebut saja masih dengan mudahnya menyisakan makanan.

Dari sosok Romilah selalu memahamkan saya tentang hal-hal kecil, sederhana dan yang ada di sekitar kita yang sebenarnya bisa berdampak besar. Misalnya saja, dia selalu mengingatkan tentang tidak menyisakan makanan, karena masih banyak orang diluar sana yang menderita bahkan meninggal karena kelaparan.

3. Tidak hanya mempraktekkan tentang simple life, dia memahamkan saya bahwa ijazah bukanlah hasil kuliah

simple life is a happy life

simple life is a happy life via https://www.facebook.com

Advertisement

Romi yang merupakan mantan ketua Mapala Universitas Muhammadiyah Aceh ini tidak pernah berpikir menjadikan ijazah untuk mendapatkan pekerjaan menarik demi mendapatkan hidup kaya raya seperti impian banyak orang.

Hingga saat ini, dia bahkan tidak pernah mau mengambil ijazah seusai mendapat gelar Sarjana Tekhnik dari kampusnya karena dia berpikir bahwa tujuan kuliah adalah mandiri dengan berbagai kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

Dalam kesehariannya, dia pun selalu menunjukkan simple life. Tidak mengherankan, jika dalam kesehariaannya, dia nampak sederhana namun kaya akan berbagai pengalaman.

4. Sebagai Founder sebuah komunitas sosial, sosoknya yang melayani orang dengan ikhlas menunjukkan saya tentang kepemimpinan yang seharusnya.

Keikhlasan membuat Romi mampu memimpin orang-orang dengan beragam latar belakang

Keikhlasan membuat Romi mampu memimpin orang-orang dengan beragam latar belakang via https://www.facebook.com

Menjadi pemimpin itu adalah melayani dengan ikhlash, bukan hanya sekadar memberi instruksi. Fungsi pelayanan inilah yang saya banyak lihat darinya, sosok pemimpin ideal dalam sebuah organisasi atau komunitas.

5. "Untuk merubah dunia menjadi lebih baik, harus dimulai dengan merubah diri sendiri karena kita adalah bagian dunia," sebuah kutipan yang digaungkannya saat memberikan sambutan di berbagai kesempatan

Untuk merubah dunia menjadi lebih baik

Untuk merubah dunia menjadi lebih baik via https://www.facebook.com

Tentu saja sebagai bagian dari dunia, kita harus merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah yang menjadi dasar kutipan dari Romi, yaitu "untuk merubah dunia menjadi lebih baik, mulailah dengan merubah diri sendiri."

Perubahan ke arah yang lebih baik ini, tentu dimulai dari hal-hal sederhana dari diri sendiri, misalnya tidak membuang sampah di sembarang tempat, mematikan listrik yang tidak dipakai, tidak menerobos lampu merah, berlaku jujur dalam keadaan apapun.

Contoh-contoh tidak hanya diucapkannya, tapi dilakukan dalam kesehariaanya. Hal-hal inilah yang juga menjadi alasan saya menjadikannya sosok inspiratif yang menjadi contoh dalam hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari, sebagai inisiator dan pemimpin di sebuah komunitas sosial serta sebagai relawan tanpa pamrih.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya