Sejujurnya, tidak ada tips pacaran yang menjamin hubungan awet, langgeng, romantis dan hot selama-lamanya. Yang ada adalah cara berpacaran yang benar dan sehat. Artinya kamu harus bersiap-siap dikecewakan dan mengecewakan, disakiti dan menyakiti, meninggalkan dan ditinggalkan, memaafkan dan dimaafkan. Karena cinta diuji oleh waktu dan nikmat karena masalah.

1. Manusia Sempurna, Pasangan Ideal

Pria sempurna via http://travel.detik.com

Sebenarnya apa yang kamu harapkan dalam hidup ini ? Kebahagiaan adalah jawaban yang salah. Kita dilahirkan dalam dosa, hidup di dunia yang rusak dan tinggal bersama dengan manusia yang cacat.

Memiliki pasangan yang ganteng atau cantik akan menimbulkan rasa cemburu. Bukankah setiap orang mengimpikan hidup berdua dengannya? Memiliki pasangan yang tidak ganteng atau tidak cantik kok ya sepet di mata. Bukankah kita bakalan menghabiskan sisa hidup bersamanya? Memiliki pasangan yang kaya bakalan membuat hati dag-dig-dug. Bukankah semua orang mengharapkan hidupnya dipelihara dari kekayaannya? Sebaliknya, pasangan yang kere bakalan membuat kita sengsara. Right?

2. Jika Kamu Berpacaran untuk Mendapatkan Kebahagiaan, Kamu Memilih Jalan yang Salah

Advertisement

Apakah memilih pasangan yang biasa-biasa saja pilihan yang tepat? Bisa makan sehari tiga kali, bisa membeli rumah dan mobil. Bisa keluar negri setahun sekali sudah cukup membuat kita bahagia? Jika kamu tidak memilliki iri hati dan keserakahan mungkin bisa terjadi. Tetapi jika kamu tidak memiliki sifat serakah artinya kamu bukan manusia atau tidak tinggal di dunia yang sama dengan saya. Tepat.

Maksud saya, siapapun yang kamu pilih menjadi pendamping hidup adalah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Mereka akan menyakiti hatimu, membuat hidupmu sengsara dan sewaktu-waktu dapat meninggalkanmu.

Jadi, jika kamu berpacaran untuk mendapatkan kebahagiaan, maka kamu memilih jalan yang salah.

3. Siklus Putus-Nyambung ?

Advertisement

Kamu sebenarnya bermain judi dengan pacaran. Peluang menang kamu hanya 40%. Sedangkan persentase kegagalan kamu 60%. Jadi wajar sekali jika kamu beberapa kali gagal menjalin hubungan serius. Cukup normal jika mengalami siklus putus-nyambung-putus-nyambung. Justru cara pacaran seperti inilah yang baik dan sehat.

Cukup normal jika mengalami siklus putus-nyambung-putus-nyambung. Justru cara pacaran seperti inilah yang baik dan sehat.

4. Realistislah!

Kamu tidak realistis jika mengharapkan sekali pacaran langsung jadi, kemudian married dan bahagia selamanya. Sadarilah bahwa kamu, terutama kaum wanita, lebih senang dibohongi daripada menerima kenyataan. Mau bukti? Mengapa kamu tetap menonton sinetron, telenovela dan drama Korea walaupun kamu (sebenarnya) sudah tahu akhir ceritanya ?

Dengan kata lain, jika kamu belum siap menerima kenyataan akan disakiti, maka kamu belum siap berpacaran. Atau jika kamu sudah siap disakiti namun selalu gagal pacaran, maka cara berpacaran kamu yang salah.

5. Hidup itu Siklus Naik Turun

Will you marry me via http://aktriskorea.web.id

Tujuan utama pacaran adalah persiapan pernikahan, tentang mengetahui sedikit sifat jeleknya dan mengukur kesanggupan kita untuk menerimanya. Buang pikiran berpacaran untuk memperoleh kebahagiaan karena hidup itu siklus naik turun, senang sedih, kaya dan kere. Akan ada waktunya bahagia dan lebih banyak tidak bahagia.

Seperti apakah pernikahan itu? Seperti neraka yang tidak ada akhirnya. Maju sakit, mundur sakit, diam pun sakit. Lah terus mau bergerak kemana? Pilihan terbaiknya tetap maju karena hasilnya lebih baik daripada diam dan mundur.

6. Menikah ?

Mau Dibawa Kemana Hubungan Kalian? via http://smile-nana.blogspot.com

Akhir pacaran yang baik adalah pernikahan. Kabar baik sekaligus kabar buruk. Apakah pernikahan itu kehidupan yang lebih membahagiakan? Justru sebaliknya! Pernikahan adalah perjuangan! Kamu berjuang agar dapur tetap ngebul, kamu berjuang agar bisa membayar uang sekolah anak, kamu berjuang agar bisa membeli rumah dan kamu berjuang untuk mempertahankan pernikahan ini agar tidak berakhir dengan perceraian! Intinya, pernikahan adalah perjuangan. Baru tahu? Ayo, apalagi yang seneng ngegombal… tanggung jawab ya! Masih berani gombal doang?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya