Dari awal aku memang sudah yakin jika nantinya akan banyak sekali perempuan yang akan jatuh cinta padamu. Sayang, begitu banyak perempuan itu. Perempuan yang sampai saat ini pun masih terus berdatangan yang mencoba untuk mengambilmu dariku.

Akhirnya? Iya, dia berhasil merebutmu dariku. Tapi aku tersenyum lega, karena dia hanya berhasil merebut ragamu tidak dengan hatimu. Aku tahu kau masih mencintaiku saat ini dan sampai kapanpun juga.

1. Kenapa kau kembali menemuiku?

Screen capture tiketmu itu berhasil membuatku jantungan. Aku masih tidak percaya jika kau memang serius ingin menemuiku. Semua temanku mengatakan jika kamu masih mencintaiku. Tapi kutepis semua perasaan itu. Aku takut jika harus kecewa lagi dan lagi.

Akhirnya, waktu itu tiba. Maafkan aku yang datang terlambat menjemputmu di bandara. Aku tidak sengaja melakukannya. Sumpah! Saat itu aku masih saja tidak percaya jika kau ada di sini, di tempat kerjaku. Di tempat yang rasanya mengkhayal pun tidak berani jika kau bisa ada di sini. Tapi lagi-lagi Tuhan menggerakkan tangan-Nya untuk menyatukan kita. Menyatukan kita kembali walaupun akhirnya terpisah kembali.

2. Genggaman tanganmu itu tidak akan pernah kulupakan sampai kapan pun

Kamu adalah seseorang yang tidak akan pernah bisa kulupakan via http://kenapaharusreshie.blogspot.com

Advertisement

Apa yang terjadi, tiba-tiba saja kau menggenggam tanganku. Situasi diam, rancu, dan entah apapun itu namanya sudah mulai datang sejak awal kau di sini. Aku berpikir keras saat itu. Apa yang kau lakukan? Kenapa tiba-tiba saja kau menggenggam tanganku? Ah, sudahlah. Alasan apapun sudah tidak penting lagi sekarang. Kau milik-Nya dan biarkan aku mendekati-Nya supaya kau adalah jodoh yg sudah ditetapkan Tuhan untukku.

3. Kamu dan aku sudah mulai menjadi “Kita”

Kita Sudah Menjadi “Kita” via http://hipwee.com

Akhirnya, kita kembali bersama. Kita traveling bersama hingga akhirnya membuatku sangat menyayangimu melebihi apapun itu. Tapi aku tahu konsekuensinya dari awal. Aku pasti akan kehilanganmu lagi. Ah, urusan perbedaan keturunan itu pasti akan muncul kembali. Pasti! Tapi ternyata, masalah yang memisahkan kita bukan karena perbedaan keturunan itu, ada perempuan lain yang sampai saat ini pun tidak rela melepaskanmu.

Hingga akhirnya, kata “kita” berubah menjadi “aku dan kamu”. Kita sudah tidak menyatu lagi. Ah, rasanya kata “kita” itu sudah tidak pantas ku ucapkan lagi.

4. Aku rela melepasmu

Aku Rela Melepasmu via http://hipwee.com

Aku mencoba menghubungi perempuan itu setelah dia habis-habisan menerorku. Aku tidak tahan. Akhirnya aku beranikan diri untuk membicarakannya padamu dan meminta nomor telponnya. Dan pagi itu, semua masalah selesai. Aku menyerahkanmu padanya. Bukan karena rasa cintanya padamu begitu besar tapi justru karena rasa cintaku yang jauh lebih besar dibandingnya.

Aku mencoba mengikhlaskanmu. Aku mencoba melupakanmu. Aku berharap kau bisa berbahagia dengannya walaupun rasanya aku menjadi seorang perempuan yang sangat munafik saat itu. Berharap kau bahagia dengan perempuan lain adalah kesalahan terbesar yang pernah ku lakukan. Maafkan aku yang tidak bisa mempertahankanmu. Bukan inginku tapi keadaan yang berkehendak.

5. Hingga akhirnya aku sadar, kau adalah milik-Nya bukan miliknya

Kau Milik-Nya Seutuhnya via http://sepedaterbang.wordpress.com

Aku lupa akan sesuatu. Kau ternyata sama sepertiku. Kita dimiliki oleh satu penguasa yaitu Tuhan. Hingga akhirnya aku sadar. Aku melepasmu kepada-Nya bukan kepada perempuan itu. Aku hanya bisa berdoa dan melapaskan namamu di setiap sujud malamku, dan meminta kepada-Nya untuk bisa menjadikanmu kekasihku. Kekasih dunia dan akhiratku. Semoga Tuhan berkenan mengabulkan dan tak bosan-bosannya mendengarkan doaku.

Selamat jalan sayang. Lelaki yang akan selalu ku cintai sampai kapanpun. Aku mendoakan kebahagiaanmu terutama kebahagiaanmu bersamaku. Kau ku lepas sekarang dan kita lihat takdir bertindak. Kau akan kembali lagi padaku jika memang kita ditakdirkan bersama.

Note: aku memang pernah berkata jika aku tidak akan pernah memberikan kesempatan kedua kepadamu. Tapi apa mau dikata, ucapanku kalah dengan hatiku. Dan biarkan tangan Tuhan yang bergerak, bergerak mendekatkanmu atau malah menjauhkanmu.