Tanggal tua tiba. Gajian masih semingguan lagi. Uang di dompet udah tiris banget. Pusing mikirin apakah cukup atau enggak uang buat ongkos sampai gajian nanti. Udah gitu ada temen ngajakin hang out pula. Keadaan kaya gini yang bikin kita muter otak supaya uang yang tinggal sedikit ini cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Di tengah keadaan yang gawat kayak gitu, kita tiba-tiba ngeliat iklan di medsos dengan kalimat yang cukup menggoda: “Pinjaman Online, hanya modal KTP, 5 menit cair ke rekeningmu!” Iklan itu dibuka, diunduh aplikasinya, lihat-lihat sebentar, terus isi data dan ajukan. Uang betulan cair ke rekening. Senang. Tanpa tahu bahwa ada risiko ke depannya tentang bunga pinjaman yang besarnya luar biasa, tentang kesulitan membayar tagihannya, atau bahkan yang paling ribet yaitu berurusan dengan debt collector.

 

Buat kamu kaum milenial yang sempat berpikir buat ngajuin pinjaman di aplikasi semacam ini, mendingan simak dulu hal-hal berikut ini buat menghindari risiko-risiko yang bisa timbul akibat kamu ngutang di aplikasi pinjaman online.

1. Pahami dulu apa itu pinjaman online.

Dipahami baik-baik!

Dipahami baik-baik! via http://gobankingrates.com

Sebelum mulai memutuskan buat mengajukan pinjaman, ada baiknya kita tahu dulu apa itu pinjaman online. Pinjaman online adalah salah satu bentuk usaha jasa keuangan berbasis teknologi yang disebut financial technology (fintech). Biasanya, platform semacam ini sudah berbentuk badan usaha, bahkan sudah banyak yang berupa perusahaan Perseroan Terbatas (PT).

Advertisement

Mereka menggunakan teknologi aplikasi di smartphone ataupun website sebagai sarana customer untuk mengajukan pinjaman. Karena sudah berbentuk perusahaan yang resmi, maka mereka udah punya aturan baku tentang bunga pinjaman, tenor, dan denda seandainya pembayaran melewati tanggal jatuh tempo.

Advertisement

Jadi kalau kamu udah memutuskan buat ngajuin pinjaman di aplikasi pinjaman online, kamu harus ikuti semua aturan mainnya. Jangan anggap seperti pinjam ke teman atau saudara ya!

2. . Lakukan pinjaman cuma buat keperluan mendesak, bukan buat hedon!

Kalau enggak punya duit, jangan hedon.

Kalau enggak punya duit, jangan hedon. via https://www.visitmonaco.com

Sebaiknya kamu jangan sampai termakan oleh kalimat-kalimat di iklan pinjaman online. Biasanya mereka menggunakan kalimat-kalimat yang mengajak kamu meminjam uang untuk kegiatan hedon.

Contohnya begini, "Bingung weekend enggak punya duit untuk jalan-jalan? Ajukan pinjaman di kami!"

Nah, kalau mau bicara sedikit kasar, sebenarnya iklan semacam ini cukup menyesatkan. Gimana enggak, hal ini mengajari kita ngutang buat hal yang enggak perlu.

Ada baiknya kamu memutuskan buat mengajukan pinjaman di pinjaman online ini cuma jika kamu sedang benar-benar memerlukan dana untuk keperluan yang mendesak.

3. Pilih pinjaman online yang aman.

Pastikan terdaftar OJK.

Pastikan terdaftar OJK. via https://muslimobsession.com

Sekarang ini, di Indonesia tercatat sudah hadir sekitar 200 lebih perusahaan fintech, yang mana dari semua itu banyak yang berjenis pinjaman online. Dari semua itu, hanya sekitar 54 fintech yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti yang kita ketahui, OJK merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengatur dan mengawasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan. Tujuan OJK yaitu untuk melindungi pelanggan atau nasabah yang menggunakan jasa dari perusahaan-perusahaan keuangan tersebut.

Jadi, supaya kita merasa aman meminjam uang di pinjaman online, ada baiknya kita memilih pinjaman online yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Biasanya, perusahaan pinjaman online yang sudah terdaftar dan diawasi OJK akan memasang logo OJK di aplikasi maupun di website mereka.

Kalau kamu mau memastikan lagi, kamu juga bisa ngecek langsung di website resmi OJK.

4. Pelajari baik-baik aturan, bunga, tenor, dan denda pinjaman.

Pelajari aturan bunga, tenor, dan denda.

Pelajari aturan bunga, tenor, dan denda. via https://www.usatoday.com

Buat kamu kaum milenial yang mungkin belum tahu banyak soal pinjam-meminjam di lembaga keuangan, hal ini harus benar-benar perhatikan. Pertama tentang bunga. Bunga pinjaman itu semacam uang jasa untuk perusahaan karena sudah meminjamkan uang ke kita. Dan dari sinilah perusahaan dapat untung.

Bunga di pinjaman online ini terbilang lumayan besar. Kita ambil contoh salah satu pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK, mereka menerapkan bunga 0,95% per hari. Jadi misalnya kita pinjam uang sejumlah Rp1.000.000, untuk jangka waktu tiga puluh hari, maka kita harus mengambalikan sejumlah Rp1.285.000.

Cukup besar kan?

Kedua, tentang tenor. Tenor itu jangka waktu dari kita mulai menerima uang pinjaman sampai jatuh tempo pembayaran. Biasanya pinjaman online hanya memberika tenor yang sangat singkat untuk peminjamannya. Mulai dari hanya tujuh hari, dan paling lama tiga puluh hari.

Lazimnya mereka memberikan pilihan tenor tersebut ketika kita mengajukan pinjaman. Sangat disarankan saat kamu mengajukan pinjaman, kamu harus berhitung tenor yang kamu pilih harus pas dengan tanggal gajian saat jatuh temponya.

Jangan sembarangan pilih tenor yang jatuh temponya di saat kamu belum punya uang buat membayar. Yang ada kamu malah telat bayar dan kena denda serta ditelepon bagian penagihan.

Ketiga, tentang denda. Denda merupakan biaya yang harus dibayarkan sebagai hukuman karena kita belum melakukan pembayaran sampai waktu melewati jatuh tempo. Denda sangat bervariasi jumlahnya di masing-masing aplikasi pinjaman online.

Kamu harus pelajari dulu jumlah denda yang diberlakukan sebelum mengajukan pinjaman. Kamu bisa membacanya di bagian Frequently Asked Questions (FAQ) di web site atau aplikasi di masing-masing pinjaman online.

Supaya aman, kamu harus pastikan bisa membayar sebelum lewat jatuh tempo supaya enggak kena denda.

5. Jadikan pinjaman online pilihan paling terakhir.

Dahulukan pinjam ke teman atau saudara.

Dahulukan pinjam ke teman atau saudara. via http://nulis.co.id

Sedang bokek di saat ada keperluan mendesak yang membutuhkan uang memang keadaan yang sulit. Pinjaman online mungkin bisa jadi pilihan untuk membantu kita. Tapi ingat, pinjaman online seperti dua mata pisau. Bisa membantu, bisa juga menyusahkan kita. Tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Karena pinjaman online memberlakukan bunga yang besar dan ada kemungkinan kita akan terlibat hutang terus menerus kalau kita enggak pintar-pintar mengelola keuangan. Banyak orang yang sudah mengalami itu. Jadi, kalau mau mengajukan pinjaman di aplikasi pinjaman online, dipikir-pikir dulu.

Sangat disarankan pinjaman online jadi pilihan paling terakhir. Utamakan pinjam dulu ke teman atau saudara dekat di saat kita lagi butuh banget uang. Karena bagaimana pun, pinjaman online itu mengutamakan keuntungan dan melakukan apa pun agar tidak merugi. Sementara teman atau saudara mengutamakan jiwa sosial tulus untuk membantu kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya