1. Nikmati kisahmu dan kelak waktu yang menyembuhkan setiap lukamu

Nikmati hidupmu yang baru

Nikmati hidupmu yang baru via http://google.com

Langit biasanya biru, namun sehari setelah kalian tak lagi bersama langit menjadi kelabu. Semilir angin semestinya sejuk menerpa wajahmu, namun hembusannya tak ubahnya sebagai pengganggu.

Kamu telah lelah, menghela napas beberapa kali seharian ini, berdiri untuk berjalan, kemudian duduk lagi. Dan setelah sekian lama kamu masih saja terdiam, mengenang semua kisah yang ada bersama dia.

Ya Tuhan, kuatkanlah.” Kamu membatin sendiri.

Sembari melangkahkan kaki pelan, kamu mencoba tetap tersenyum dan mengingat-ingat bahwa semua tak lagi sama, bahwa dia bukan lagi milikmu. Sejenak menahan gemuruh dalam dada, masih diam terpaku, menahan agar air matamu tidak menetes. Dari kesunyian malam yang kian menyesakkan dada, kamu mencoba tetap bertahan dalam pikiranmu sendiri. “Sekarang aku harus bagaimana?”

Kamu bingung akan perasaanmu sendiri, tak punya gambaran pasti tentang apa yang akan terjadi. Kembali menghela napas, mengambil jeda sejenak. Maka nikmati kesedihanmu, betapa patah hatimu, seberapa besar kecewamu, karena semua butuh waktu, kelak waktu yang akan menyembuhkan setiap lukamu.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya