Pemeran Utama di Kehidupan

Perasaan Mudah Sensitif

Pernahkah kamu merasa terlalu berlebihan dalam menanggapi suatu hal sederhana? Seperti misalnya, rekan atau teman membuat sedikit kesalahan yang menyinggung perasaanmu sehingga kamu dengan cepat merasa sedih dan kecewa. Sebenarnya, wajar saja ketika seseorang dihadapi oleh situasi ini dan kemudian emosinya meningkat. Namun, bagaimana jika perasaan mudah tersinggung ini terjadi pada dirimu secara terus menerus? Jika kamu mengalami hal ini, itu artinya kamu adalah orang yang sensitif atau biasa disebut dengan mudah baper.

Perasaan sensitif ini tentu berdampak buruk karena dapat membuat seseorang overthinking dengan perkataan dan perbuatan orang lain yang ditujukan untuk dirinya, serta dapat membuat seseorang tertekan dengan perasaan sensitif yang dimilikinya. Kehidupan sosial seseorang yang mudah tersinggung juga akan terganggu. Lalu, bagaimana ya cara mengatasi perasaan sensitif yang dapat kamu lakukan dilihat dari berbagai sudut pandang di kehidupanmu?

Advertisement

1. Melihat dua sudut pandang (antara diri sendiri dan orang lain)

Image by Sasin Tipchai from Pixabay

Image by Sasin Tipchai from Pixabay via https://pixabay.com

Orang yang paling mengetahui apa yang terdapat di dalam pikiran dan perasaan yang kita miliki adalah diri kita sendiri. Kamu bisa tanyakan pada dirimu darimana perasaan mudah tersinggung yang kamu miliki muncul, bisa jadi kamu memiliki trauma di masa kecil atau suatu masalah yang berlarut dalam pikiranmu belum terpecahkan dan masih tersimpan pada dirimu. Menganalisis sebab terjadinya perasaan sensitif bisa menjadi referensi untuk cara mengatasinya dengan tepat sesuai sebab awalnya.

Setelah kamu memahami tentang dirimu, cobalah untuk memahami perasaan orang lain. Mungkin saja kritik atau tindakan dari orang lain bermaksud untuk membangun jati diri dan evaluasi bagi dirimu. Dalam penyampaian kritik, seseorang bisa saja melakukan kesalahan, sehingga jangan mengambil hati dari kesalahan tersebut. Kamu bisa filter kritik dari seseorang yang tidak bermanfaat dan membuat dirimu menjadi down.

Advertisement

2. Pentingnya komunikasi

Image by StockSnap from Pixabay

Image by StockSnap from Pixabay via https://pixabay.com

Pemeran utama membutuhkan pemeran lainnya untuk berinteraksi sosial dan saling membantu, sehingga kamu harus jujur tentang perasaanmu dan katakan mengenai permasalahan yang terjadi jika bersangkutan dengan orang lain disekitarmu. Untuk saling memahami, diperlukannya komunikasi yang baik dengan lawan bicara dan menurunkan ego masing-masing.

Jangan sampai terjadi kesalahpahaman karena kamu tidak mengutarakan maksud untuk menyelesaikan permasalahan sehingga hubungan pertemanan menjadi renggang. Kamu juga bisa lebih relaks ketika berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian, tentu kamu telah melatih untuk menstabilkan emosi.

3. Tidak selalu tentang pemeran utama

Advertisement
Image by Olexy @Ohurtsov from Pixabay

Image by Olexy @Ohurtsov from Pixabay via https://pixabay.com

Pemeran utama memerankan peran penting dalam berjalannya sebuah alur cerita yang biasa kita lihat di film atau drama. Pemeran utama biasanya paling disorot dan memiliki banyak dialog dibandingkan dengan pemeran lain. Sebenarnya, antara pemeran utama dengan pemeran lain sama-sama memiliki peran penting dalam menghidupkan sebuah alur cerita. Tanpa pemeran lain, tentu alur cerita akan menjadi buntu dan tidak menarik. Sama halnya dengan kehidupan nyata, setiap orang mempunyai pendapat dan jalan hidupnya sendiri, sehingga tidak selalu tertuju pada kita.

Pendapat yang diberikan orang lain sama pentingnya dengan pendapat yang kita miliki, bisa jadi pendapat dari orang lain menjadi informasi baru untuk kita. Oleh karena itu, kamu perlu untuk menghargai pendapat seseorang dengan pemikiran yang realistis dan seseorang yang mengkritik mungkin ditujukan untuk dirinya sendiri, sehingga kamu tidak perlu terhanyut dalam pikiran negatif tentang dirimu yang bahkan belum terjadi.

4. Perkembangan karakter pemeran utama

Image by fancycrave1 from Pixabay

Image by fancycrave1 from Pixabay via https://pixabay.com

Pada umumnya, pemeran utama lebih sering mendapatkan peran dengan sifat protagonis, bijak, dan sabar dalam menghadapi pemeran antagonis. Orang lain memiliki anggapan yang berbeda-beda tentang kita, memang tidak selalu baik, sehingga kamu juga perlu bersabar dalam menghadapi permasalahan dan menyelesaikannya secara bijak dengan orang lain. Bersikap lebih dewasa dengan tidak menghiraukan omongan dan candaan orang lain yang berlebihan merupakan cara yang perlu kamu coba.

5. Melihat sisi positif

Image by Rudy and Peter Skitterians from Pixabay

Image by Rudy and Peter Skitterians from Pixabay via https://pixabay.com

Perlu kamu ketahui, bahwa memiliki perasaan yang lebih sensitif dari orang lain ternyata memiliki beberapa keuntungan lho! Kamu memang perlu mengatasi sifat mudah tersinggung atau baperan, tetapi sifat sensitif ini bisa menjadi dampak baik bagi dirimu apabila kamu dapat mengendalikannya. Orang yang lebih sensitif biasanya merupakan orang yang paling peka terhadap kondisi di lingkungan sekitarnya, sehingga orang dengan sifat ini memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain.

Orang yang lebih sensitif juga biasanya memiliki ingatan yang baik dan dapat menerima informasi dengan tepat sebab cenderung memikirkan secara mandalam apa yang terdapat di pikirannya. Berhati-hati dengan apa yang akan dikatakan kepada orang lain agar orang yang menerima tidak tersinggung juga merupakan keuntungan dari orang yang sensitif, dirinya menyadari lebih sensitif dari orang lain sehingga akan mengatakan hal-hal yang baik dan secara jelas.

6. Memiliki Kesibukan

Image by Sasin Tapchai from Pixabay

Image by Sasin Tapchai from Pixabay via https://pixabay.com

Pemeran utama menjalani kehidupannya tidak dengan anggapan dan pembicaraan pemeran lain, tetapi fokus terhadap dirinya untuk mencapai apa yang diinginkan merupakan kunci utama sebuah peran dan tanggung jawab yang harus dilakukan. Jangan sampai karena perasaan sensitif membuat kita stress dan menghambat diri kita untuk berkembang sesuai dengan passion yang dimiliki.

Kita bisa melakukan kesibukan agar perasaan mudah tersinggung menghilang dengan sendirinya. Hal-hal bermanfaat yang bisa menjadi kesibukan kita yaitu rajin ibadah, belajar atau bekerja dengan sungguh-sungguh, dan jangan lupa untuk berolahraga. Tidak mudah tersinggung membuat pikiran dan perasaan kita lebih lega serta mengurangi kelelahan secara mental.

Hubungan sosial yang kita jalani juga akan lebih sehat apabila kita telah santai dan tenang berinteraksi sosial dengan orang lain. Kita juga bisa konsultasi kepada orang tua, rekan, atau teman mengenai masalah yang sedang kita hadapi dan menerima masukkan dengan berpikir logis sebagai usaha kita untuk mengendalikan perasaan serta emosi yang kita miliki.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE