#PerempuandalamTulisan – 5 Stereotip pada Perempuan yang Sering Menghantuimu. Ada Cara Untuk Mendobraknya, Loh. Yuk, Disimak!

Perempuan Hebat, Perempuan Pasti Bisa!

Hai, SoHip semuanya! Pokok bahasan kali ini diutamakan untuk para perempuan, ya, karena sehubungan dengan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret 2022 lalu, yang merupakan hari istimewa bagi seluruh perempuan di seluruh dunia.

Hari tersebut adalah momentum untuk memperkuat keberadaan perempuan agar menjadi lebih diakui dan tidak dipandang sebelah mata.

Melalui momentum tersebut dimaksudkan agar perempuan dapat mengejar apa yang penting bagi hidup mereka.

Nah, kalian semua pasti sadar kalau dalam keseharian, kita masih menghadapi banyaknya penilaian yang bias terhadap kiprah perempuan, sehingga diskriminasi dan stereotip antar gender masih mewarnai keseharian masyarakat.  

Semuanya itu tentu pastinya membuat kita resah dan terkadang mencoba untuk melakukan perubahan. Maka muncul berbagai konsep revolusi untuk membela hak perempuan, seperti ideologi feminisme, pemberdayaan perempuan, mendukung peran dan pencapaian perempuan dalam segala bidang kehidupan. Semua itu tentu menuai pro dan kontra di setiap kalangan masyarakat. 

Namun, tidak ada salahnya bagi kita sebagai perempuan, berusaha untuk memperjuangkan hak-hak kita melalui hal-hal sederhana. Contohnya mendobrak bias dan stereotip yang sering menghantui kehidupan perempuan. Apa saja itu? Yuk, kita simak satu-persatu!

ADVERTISEMENTS

1. Perempuan Tidak Perlu Sekolah Tinggi-Tinggi Karena Ujungnya Pasti Turun ke Dapur

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels via https://www.pexels.com

Stereotip satu ini sering sekali kita temui dalam berbagai kesempatan, yang seolah-olah derajat perempuan selalu berada di bawah laki-laki. Padahal, pada kenyataannya di zaman sekarang, perempuan juga bisa membuktikan bahwa dengan diberikan kesempatan untuk berilmu tinggi, mereka juga bisa berkarir hebat dibandingkan laki-laki. Jadi, kita semua para perempuan, jangan pernah terjebak dengan stereotip ini. Kejarlah pendidikan setinggi mungkin dan gapailah cita-citamu. Buktikan kalau perempuan juga bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan.

ADVERTISEMENTS

2. Perempuan Harus Bisa Memasak

Foto oleh Nataliya Vaitkevich dari Pexels

Foto oleh Nataliya Vaitkevich dari Pexels via https://www.pexels.com

Nah, kalau stereotip ini benar-benar terkadang membuat kita sebagai perempuan pasti merasa risau dan gelisah. Apalagi kalau dihadapkan dengan dunia pernikahan dimana orang di sekitar kita menganut stereotip ini. Padahal, zaman sekarang, suami dan istri bisa berbagi peran dalam hal memasak. Jadi, bukan alasan lagi kalau bisa memasak adalah suatu keharusan bagi perempuan.

ADVERTISEMENTS

3. Perempuan Harus Menikah dan Punya Anak

Foto oleh Jonathan Borba dari Pexels

Foto oleh Jonathan Borba dari Pexels via https://www.pexels.com

Kita pasti pernah mendengar istilah perawan tua yang disematkan pada perempuan yang belum menikah. Kalau diselidiki lebih lanjut, pasti setiap perempuan memiliki alasan mengapa harus menunda pernikahan, entah itu karena karir atau masalah lainnya. Di sisi lain, masih banyak perempuan yang termakan stereotip itu. Hal itu yang membuat mereka yang berusaha menikah di usia muda dan akhirnya terjebak dalam kehidupan yang hanya untuk status belaka tanpa persiapan yang matang dan dewasa. Padahal pernikahan itu bukanlah main-main, tapi sesuatu yang serius. Jika belum siap, lebih baik menunda dan tidak perlu memikirkan kata orang karena kalianlah yang menjalani kehidupan ini bukan orang lain.

ADVERTISEMENTS

4. Perempuan Tidak Bisa Menjadi Seorang Pemimpin

Foto oleh Edmond Dantès dari Pexels

Foto oleh Edmond Dantès dari Pexels via https://www.pexels.com

Dulu, pernyataan ini sangat berhubungan erat dengan kehidupan sebelum adanya emansipasi wanita. Namun, setelah adanya emansipasi wanita, perempuan bisa menunjukkan eksistensinya dalam segala aspek kehidupan. Mereka bisa membuktikan bahwa mereka bisa melakukan semua hal yang awalnya hanya dilakukan para kaum lelaki. Bahkan, untuk menjadi seorang pemimpin sekalipun. Contohnya seperti Presiden Megawati Soekarnoputri yang menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia. Beliau bisa menunjukkan sosok pemimpin yang bisa menjadi panutan bagi rakyatnya. Dan, masih banyak lagi perempuan yang sudah menjadi pemimpin. Jadi, jangan pernah takut untuk mencoba, dan jadilah pemimpin yang bijak! Tunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin dan bukan hanya lelaki.

ADVERTISEMENTS

5. Perempuan Diragukan Kemampuannya dalam Mengemban Tugas atau Jabatan

Foto oleh ANTONI SHKRABA dari Pexels

Foto oleh ANTONI SHKRABA dari Pexels via https://www.pexels.com

Perempuan dikenal dengan sebutan lemah. Pada kenyataannya, perempuan terkadang memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan laki-laki. Tidak sedikit perempuan juga mulai mendapatkan jabatan yang penting karena kemampuannya yang sesungguhnya sebab kemampuan tidak berpatokan pada gender melainkan kemauan dan usaha serta bakat. Jadi, jangan merasa berkecil hati dan jalankan tugas yang kalian emban sebaik-baiknya.

Itulah 5 stereotip yang bisa kita jadikan bahan renungan untuk melangkah melaju ke depan untuk mencekal segala bentuk bias yang mengganggu langkah kita. Jangan dengarkan kata-kata orang lain yang beropini tanpa solusi. Cukup yakinlah bahwa ini adalah hidup kita, milik kita, kita sendiri yang menjalani, mengeksekusi dan menuai sendiri hasilnya. Jadi, jangan pernah ragu untuk berkarya dimanapun kita berada. Perempuan hebat, perempuan pasti bisa! 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penulis yang dikenal dengan nama pena Nelasawa, yang telah banyak menulis berbagai karya tulis fiksi seperti novel, fiksi mini, puisi, cerpen dan masih banyak lagi. Sekarang tengah fokus menjadi brand ambassador platform NovelMe, aplikasi novel online. Saat ini, penulis ingin mencoba keluar dari zona nyaman dengan menulis non-fiksi berupa artikel. Mottonya, "Ciptakan peradaban baru melalui karya tulisan yang memukau dan ajaib". Salam Pena Ajaib untuk kita semua.