Banyak yang menanyakan kepada saya tentang proses dan dokumen apa saja yang harus disiapkan sebelum merantau ke negara yang sedang saya tinggali, Filipina setelah saya menggungah artikel saya di sini. Ternyata, proses yang harus dijalani agar menjadi imigran legal disini cukup mudah dan tidak terlalu rumit lho!

Dokumen yang harus disiapkan tentu saja, paspor yang masih berlaku, akta lahir asli, ijazah asli, transkrip nilai asli, sertifikat pelatihan atau kursus asli, CV, surat rekomendasi dari tempat bekerja sebelumnya atau surat pernyataan yang menyatakan kamu pernah bekerja dan berhenti dengan baik-baik. Akan lebih baik jika surat rekomendasi tersebut diketik dalam bahasa Inggris. Oh iya, tidak lupa juga untuk memfotocopy semua ya! Biaya fotocopy di sini lebih mahal daripada di Indonesia. Pas foto juga tidak perlu dilakukan di Indonesia karena di sini tidak mengakui dan menerima foto dengan latar belakang merah atau biru. Untuk ukuran pas foto pun berbeda. Kamu bisa melakukannya disini.

Tidak terlalu rumit bukan? Setelah semuanya lengkap, maka kamu sudah bisa berangkat ke FIlipina. Kamu tidak perlu mendaftar visa karena sebagai sesama negara ASEAN, kamu dapat tinggal di Filipina selama 30 hari dengan visa turis. Lho, memang bisa mencari kerja dengan visa turis? Ini juga yang menjadi alasan saya untuk memilih hijrah ke FIlipina. Negara ini merupakan 1 dari sebagian kecil negara yang mengijinkan warga negara asing dengan visa turis untuk mencari pekerjaan. Tetapi, ketika kamu sudah mendapatkan pekerjaan, perusahaanmu harus menaikan status visamu menjadi visa kerja ya! Jika tidak, ada kemungkinan kamu akan di deportasi.

Untuk proses persiapan dokumen di Filipina, langkah-langkah berikut harus kamu lakukan.

1. SSS, PhilHealth dan Pag-Ibig

Identitas dasar di Filipina via https://journeytomillions.com

Hah? Apa tuh?

SSS (Social Security System) adalah asuransi negara yang wajib dimiliki oleh setiap pekerja di Filipina, baik warga negara Filipina maupun warga negara asing. SSS ini juga dapat digunakan untuk melakukan pinjaman untuk membeli tempat tinggal lho, dengan syarat kamu harus memiliki kontribusi selama 36 bulan. Contoh yang lebih mudah, SSS ini seperti BPJS. Pasti tahu dong BPJS itu apa? hehe

PhilHealth adalah asuransi kesehatan dari negara. PhilHealth juga wajib dimiliki oleh setiap penduduk yang bermukim di Filipina. Sedangkan Pag-Ibig adalah pembiayaan rumah dan atau tempat tinggal lainnya. Hampir mirip seperti fungsi SSS ya? tetapi kamu dapat mengajukan pinjaman modal jika kamu sudah berkontribusi minimal 24 bulan.

Advertisement

Kamu dapat pergi ke kantor cabang SSS dan prosesnya sekitar 30 menit – 1 jam untuk mengurus SSS. Untuk PhilHealth, biasanya akan diurus oleh kantor, sedangkan Pag-Ibig dapat kamu proses secara online. Kamu juga hanya perlu membayar sebesar P150 untuk SSS. Sedangkan untuk yang lain, kamu tidak perlu membayar apa-apa.

2. NBI

Presiden juga punya! via http://olanap.com

NBI (National Buerau of Investigation) merupakan suatu badan intelijensi negara. Disini, kamu harus mengurus NBI clearance sebagai salah satu syarat untuk melamar pekerjaan. NBI clearance ini sama seperti SKCK, tetapi berlaku selama 1 tahun dan dapat digunakan sebagai pengganti kartu identitas yang lain. Oh iya, kartu identitas di sini tidak hanya sekedar KTP dan SIM lho! Ada banyak sekali kartu identitas yang harus kamu miliki dan dapat kamu digunakan sebagai pengganti KTP atau government ID.

Untuk WNA, kamu harus mengurus NBI clearance di kantor pusat. Lebih tepatnya di United Nations Ave, Ermita, Manila, Metro Manila, Philippines​. Agar proses lebih cepat, kamu dapat melakukan pendaftaran online dan membayar iuran sebesar P155. Setelah melakukan proses cap 10 jari dan foto biometric, kamu dapat kembali dan mengambil clearance kamu setelah 7 hari kerja.

3. Perpanjang visa turis (jika kamu belum beruntung mendapatkan pekerjaan setelah 30 hari menetap di Filipina)

Tourist Visa Extension via https://silentgardens.com

Sebelum 30 hari kamu habis, kamu sudah harus mengurus perpanjangan visa turismu jika tidak ingin dikenakan denda. Untuk perpanjangan bulan pertama, kamu akan dikenakan biaya P4200 dan untuk perpanjangan bulan kedua, kamu akan dikenakan biaya P8000. Kenapa 2 kali lipat untuk bulan kedua? karena menurut peraturan Filipina:


All foreign nationals under immigrant and non-immigrant visas including holders of Temporary Visitor’s Visa, who have stayed for more than fifty nine (59) days in the Philippines.


Untuk mengurus perpanjangan visa turismu, kamu dapat pergi mengunjungi kantor imigrasi yang tersebar di Filipina.

4. Medical Check Up

Di Filipina, walaupun hanya melamar bekerja sebagai pramusaji, kamu harus tetap melakukan serangkaian tes kesehatan yang melingkupi CBC (Complete Blood Cell), XRay, stool test, urinalysis, physical checkup, eyesight test, syphilis dan malaria. Untuk syphilis test, berlaku untuk wanita dan pria lho, bukan hanya untuk pria saja! Tetapi, jika kamu masih belum beruntung mendapatkan pekerjaan setelah lewat dari 2 bulan, kamu tetap harus melakukan serangkaian tes tersebut untuk memperpanjang visa turis di bulan kedua, sekaligus mendapatkan kartu ACR seperti yang saya informasikan di poin ketiga diatas.

Jika kamu mendapatkan pekerjaan setelah kamu melakukan tes kesehatan tersebut, dengan berat hati kamu harus mengulangi kembali tes kesehatan tersebut, karena biasanya setiap tempat bekerja memiliki koneksi dengan klinik atau rumah sakit untuk melakukan tes kesehatan pre employment. Kalau kamu menyerahkan hasil tes kesehatan bukan dari tempat mereka bekerja sama, kecil kemungkinan untuk hasil tersebut diterima. Suntik lagi deh! huhu

5. Bureau of Quarantine

Karantina dulu yuk! via http://quarantine.doh.gov.ph

Setelah kamu melakukan langkah keempat, yaitu melakukan serangkaian tes kesehatan, maka kamu harus pergi ke Bureau of Quarantine yang beralamat di 25th St Port Area, Ermita Brgy 653 Zone 68, Manila, 1000 Metro Manila. Waktu yang akan dihabiskan disini biasanya sekitar 4-5 jam. Kamu hanya perlu menyiapkan dana sekitar P500 – P1000 untuk mendapatkan cap di paspor kamu yang menyatakan bahwa kamu lolos tes kesehatan dan tidak memiliki penyakit menular. Agak seram ya? hehe.

Setelah kamu mendapatkan cap di paspor kamu, maka selanjutnya kamu bisa memproses perpanjangan visa turis di bulan kedua dan mendapatkan kartu ACR atau jika kamu beruntung sudah mendapatkan pekerjaan, maka tempatmu bekerja sudah dapat menaikan status visamu menjadi working visa.

Oh iya, jangan pernah menerima tawaran bekerja di perusahaan yang tidak akan mengurus visa kerjamu ya! Pertanyaan paling penting sebelum kamu menanyakan berapa gaji yang akan kamu dapat adalah apakah perusahaan tersebut akan mengurus visamu atau tidak.

Bagaimana? tidak sulit bukan untuk prosesnya? dibandingkan dengan proses yang harus dilalui oleh para WNA untuk bekerja di Indonesia, proses ini jauh lebih mudah. Beranikah kamu untuk melangkah ke luar negeri untuk masa depan yang lebih baik? :)