Setiap hari kita terbangun dari istirahat semalam, memulai menjalani hari baik sebagai mahasiswa, pegawai swasta, guru ataupun profesi lainnya. Kita terbangun karena kita merasa memiliki sebuah kewajiban yang harus segera dilaksanakan. Entah kewajiban itu dilakukan dengan ikhlas atau penuh dengan keterpaksaan namun alasan utama dibalik kewajiban itu sendiri adalah melanjutkan hidup dengan menjalani hari sampai Tuhan berkata “Pulanglah….!!”

Profesi apapun yang kita miliki saat ini tentunya memiliki sebuah tanggung jawab dan tugas yang seharusnya sudah memiliki porsi yang sesuai dengan kemampuan kita. Namun banyak juga dari kita harus dihadapkan dengan masalah tugas-tugas yang melebihi kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya.

Sehingga sering kali kita menggunakan waktu istirahat malam untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Belum lagi orang yang memberikan kita tugas cukup keras kepala dan juga cerewet yang mana lebih sering menekan kita untuk segera menyelesaikannya daripada melihat apa yang terjadi kepada kita. Ditambah masalah di keseharian kita masing-masing, mulai dari kredit bulanan yang menguras dompet, pacar yang ketahuan selingkuh, biaya nikah yang terus naik tiap tahun sampai teman yang tiba-tiba amnesia saat ditagih hutangnya.

Maka tidak heran stres bisa menghampiri kita kapanpun. Stres sebetulnya adalah hal yang normal namun sayangnya jika kita tidak bisa mengatasinya, efeknya cenderung menimbulkan penyakit yang cukup serius. Contohnya saja seperti stroke, serangan jantung sampai bisa menimbulkan sakit jiwa. Untungnya ada ramuan yang cukup mujarab bila dikonsumsi secara konsisten akan menghindari stres dari diri kita bahkan bisa membuat kita jauh lebih tenang saat menjalani hari.

1. Pasrahkan dirimu karena semuanya adalah bagian dari rencana Tuhan

Berdoa dengan Tenang

Berdoa dengan Tenang via https://images.pexels.com

Seluruh manusia yang ada di muka bumi ini tentunya memiliki masalah di hidupnya, mulai dari bangun tidur sampai tertidur kembali masalah hilir mudik menghampiri kita. Besar kecil, kaya miskin, tinggi ataupun pendek semuanya memiliki porsi masalah yang sudah dibagi oleh Tuhan. Namun masalah yang kita miliki saat ini tentunya sudah sesuai dengan kemampuan yang kita miliki karena itu juga bagian dari rencana Tuhan.

Advertisement

Sebaik apapun rencana yang kita miliki tentunya Tuhanlah yang berhak memutuskan apakah rencana itu baik untuk kita atau tidak. Menyerahkan segalanya dan memasrahkan diri kita kepada Tuhan akan jauh lebih memberikan kita rasa tenang dalam hati. Kita hanyalah manusia dan Tuhan adalah Sang Pencipta, dengan menyerahkan diri pada-Nya maka hari yang kita jalani akan lebih damai dan tentram karena telah ikhlas dengan segala keputusan yang diberikan Sang Pencipta.

2. Keluarga adalah rumah terbaik bagi hati yang resah dan gelisah

Keluarga Berfoto Bersama

Keluarga Berfoto Bersama via https://images.pexels.com

Di hari kerja kita sudah begitu disibukkan dengan deadline dan tugas-tugas sampai terkadang komunikasi yang kita jalin dengan keluarga sering kali terhambat. Terutama untuk kita yang merantau jauh dari keluarga namun bukan berarti yang tinggal serumah bersama keluarga komunikasinya berjalan lancar. Bayangkan saja sibuk seharian begitu sampai di rumah, anggota keluarga lainpun ternyata sudah istirahat karena mereka pun tentunya punya kesibukan masing-masing. Sabtu minggu pun berkumpul bersama teman dan pacar lebih diprioritaskan dibanding bersama keluarga dengan alasan sudah ada janji sebelumnya.

Merencanakan waktu berkumpul bersama dengan keluarga tidak perlu hal yang ribet dan mahal karena yang penting adalah quality time nya. Perlu diingat keluarga adalah orang yang pertama kali mengkhawatirkan kita sebelum orang lain. Jadi kamu yang tinggal jauh dengan keluarga, sempatkan untuk menanyakan kabar walaupun hanya sekali dalam sehari. Jangan biarkan penyesalan menghampiri kita karena kurangnya perhatian yang kita berikan. Keluarga kita mungkin tidak sempurna tapi itulah alasan kita harus menjaganya. Kehangatan keluarga yang bisa kita rasakan adalah rumah terbaik bagi hati kita yang resah dan gelisah maka bangunlah kehangatan itu mulai dari diri kita sendiri.

3. Jika kamu punya waktu untuk mengeluh maka kamu tentu punya waktu untuk bersyukur

Bersyukur Menjalani Hidup

Bersyukur Menjalani Hidup via https://images.pexels.com

Advertisement

Kita hanyalah manusia biasa, memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Sebagai manusia tentunya masalah akan menghampiri kita setiap hari dan terkadang masalah yang kita hadapi membuat kita lelah dan letih. Seringkali keluhan dengan umpatan kasar keluar dari mulut kita karena kesal akan masalah yang tak kunjung selesai.

Memang betul tidak semua orang memiliki masalah yang sama namun cobalah untuk duduk dan pikirkan kembali untuk mengeluh dengan membandingkan diri kita dengan mereka yang masih kurang beruntung dibandingkan diri kita. Mulailah dengan mensyukuri bahwa kita masih bisa bernapas dengan gratis karena ada kawan kita yang perlu membawa tabung oksigen kemanapun hanya untuk bernapas. Sebelum kita mengeluhkan apa yang tidak kita miliki cobalah syukuri apa yang kita miliki dan rasakan, percayalah itu akan jauh lebih membuat hati dan hari kita lebih nyaman dan tenang.

4. Mulailah berbagi karena dengan berbagi kamu akan merasakan kekayaan hati

Memberikan Buah

Memberikan Buah via https://images.pexels.com

Ketika di jalan raya menemukan orang yang kesusahan mendorong motor karena kehabisan bensin sering kali kita mengacuhkannya karena kita berpikir “Ah aku juga pernah kaya gitu, biasa aja tuh” atau “Aku lagi buru-buru ah, depan sana juga ada Pom bensin”. Ketidakpedulian kita ternyata menjadikan kerasnya hati yang kita miliki.

Hal tersebut hanyalah contoh kecil bahwa kebanyakan dari kita sudah kurang peduli untuk berbagi dengan sekitar. Kita mungkin tidak sempurna, tidak kaya dan juga tidak memiliki segalanya namun bukankah Tuhan sengaja menciptakan kita berbeda untuk saling mengerti dan berbagi ? Kebaikan apapun yang bisa kita bagi sekalipun hanya menanyakan kabar tentunya akan Tuhan balas. Dan kamu boleh mencoba kekuatan berbagi, kamu akan menemukan hatimu akan jauh lebih bahagia dan tenang.

5. Mulailah harimu dengan sebuah senyuman

Boneka Tersenyum

Boneka Tersenyum via https://images.pexels.com

Senyuman mungkin bisa saja asli atau palsu namun senyuman yang tulus dari hati akan mudah dikenali. Dengan senyuman juga seorang Ibu menyembunyikan penderitaannya begitu rapat sehingga tak satupun anaknya tahu. Masalah kita yang hadapi mungkin setinggi Monas atau seluas Stadion GBK tapi sebesar apapun itu kita berhak untuk merasakan bahagia.

Saat kita bangun dari tidur hal terbaik yang perlu kita lakukan adalah bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani hari. Mengucapkan syukur dan berdo'alah agar harimu berjalan lancar, setelah itu mulailah tersenyum dengan ikhlas. Tak perlu ragu untuk melakukannya, tersenyumlah karena kamu berhak untuk bahagia.


Sebuah Pedang yang bekualitas tentunya sudah melewati proses ditempa berkali-kali sampai benar-benar tajam dan mampu bertahan terhadap segala benturan. Begitu pun kita sebagai manusia dengan masalah di hidup kita, tentunya akan menjadikan kita pribadi yang lebih berkualitas.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya