Jadi cowok itu serba salah, terlebih di hadapan pacar sendiri. Lha kamu telat jemput, dia teriak. Lha misal dia yang telat, malah sama-sama teriak (eh). Cewek nggak peka itu wajar, kalau cowok yang nggak peka itu kurang ajar. Ini stereotip yang menyesakkan bray, serius!

Belum lagi, beberapa tahun belakangan, perlahan namun pasti keminoritasan cowok semakin menjadi-jadi sejak virus Drama Korea menyerang kaum hawa di Indonesia. Parahnya, kalau ternyata pacarmu juga terjangkit, kamu ya hanya bisa memilih untuk lebih tegar hati atau beranjak pergi.

Beib, coba rambut kamu dipotong seperti rambut Lee Min Ho, keren deh...

Punya cewek yang terbawa arus budaya Korea itu penuh suka dan duka, skala perbandingannya tentu relatif bagaimana kalian memandang hal tersebut. Artikel ini hanya sebatas berbagi pengalaman bagaimana rasanya memiliki pasangan yang addict (candu) akan Drama Korea atau K-Pop ataupun budayanya. Jadi, belum tentu semua sama, mungkin sebagian kecil saja, atau lebih sempit lagi, mungkin hanya segelintir saja yang mengalami. Namun, semoga bisa sedikit memberi gambaran bagaimana rasanya ketika pacar sendiri justru lebih cinta oppa-oppa Korea.

1. Pertama, tiba-tiba kamu dipanggil oppa dan percakapan chattingmu mulai penuh dengan abjad Korea

Berbisik lirih pakai bahasa Korea ๐Ÿ™ via https://www.google.co.id


Oppa ์˜ค๋น 

Naneun sarang hada ( ๋‚˜๋Š” ๋„ˆ๋ฅผ ์‚ฌ๋ž‘ ํ•˜)


Gimana? Puitis, bukan?

Advertisement

Yah, kutipan kata-kata di atas intinya sih cinta. Jadi, misalkan kamu tiba-tiba mulai sering dipanggil oppa oleh pacar, atau tiba-tiba dia kirim pesan dengan bahasa yang mirip-mirip kutipan di atas tadi, siapkan mental kalian ya, ini awal dari dunia barumu.

Selain itu, oppa itu kan terkesan tua karena opa itu artinya orangtua dari orangtua kita? Awal-awal rasanya jengkel dan aneh sih. Tapi ketika ketemu langsung, dengan cara dia mengucap oppa secara langsung dengan manis manja, kok jadi malah makin cinta yaa?


Waktu berlalu, Google beraksi, dan ternyata oppa artinya panggilan sayang, duh.


2. Pembahasan di warung burjo dan di meja kopi bukan lagi skripsi, hampir kesemuanya tentang artis Korea dan berbagai dramanya

Tak lepas dari segala tentang K-Drama via https://www.google.co.id

Secara pribadi, sah-sah saja kalau pacar sendiri suka drama Korea. Addict pun ya sudah, okelah. Tapi, apapun itu bukankah seharusnya tetap dijaga sedisiplin mungkin? Akan menjadi masalah jika sudah berlebihan dalam menyukai sesuatu. Jangankan urusan drama dan budaya Korea, lha perkara berlebihan minum air mineral aja juga tak baik bagi kesehatan.


Ketika di warung burjo, pesan makan kimchi? Minumnya sujeonggwa? Lobak campur cuka ada kali ya?


Entah ketika sedang makan di warung burjo ataupun nongkrong di kedai kopi langganan, semakin sering pembahasan dengan pacar tak akan jauh dari pohonnya drama Korea dan hal Korea lainnya. Padahal ingin berdiskusi tentang skripsi, padahal ingin curhat dan berbicara dari hati ke hati, halah.

3. Kisah cintamu semakin hari akan dipenuhi 'drama', bagi cewek, ini tentang harapan pembuktian cinta cowoknya

Pacar berubah menjadi drama queen via https://www.google.co.id

Ketika obrolan akan segala hal tentang Korea dimulai, kamu sebaiknya bijak dalam bersikap. Alih-alih kamu bisa mendadak menjadi tersangka. Bukan apa-apa, tapi ini karena cewek cenderung akan makin sering ngasih kode aljabar dengan bahasa nonverbal. Tadinya ketawa cekikikan, tiba-tiba cemberut lalu marah tak karuan. Sejenak diam lalu menangis tak terelakkan.

Pada kebanyakan drama Korea, peran cowok sering digambarkan sebagai sosok super gentle dan super peka. Bagi cewek, harapannya sih agar kamu bisa memahami perasaan cewek dan mengerti apa yang diinginkan dan diharapkannya. Paling sederhananya adalah agar kamu bisa seromantis dan peka bak aktor Korea.

4. Kamu jangan kaget, ketika dia semakin hari semakin manja

Manja keterlaluan, tapi kok makin cinta via https://www.google.co.id

Makin sering minta diantar-jemput, makin sering minta jalan-jalan dan kuliner malam. Bahkan jajan ke swalayan saja minta ditemani. Kamu mulai merasa jengkel karena ini merepotkan. Tapi, pahamilah bahwa ada banyak hal dan cara cewek menuntaskan rasa rindu dan sayang. Salah satunya adalah memperbanyak intensitas pertemuan denganmu.

Jangan salah, di kebanyakan cerita drama Korea memang sering ditampilkan adegan kebersamaan yang begitu sering dan begitu dekat dengan kegiatan sehari-hari. Cowok selalu ada untuk ceweknya saat dibutuhkan. Yah, sebut saja ini efek dari saking sukanya cewek dengan alur cerita K-Drama sehingga menerapkannya pada hubungan kalian.

5. Tapi, yang menyenangkan ketika dia mulai pandai berdandan ala gadis Korea, duh makin cinta

Perlahan makin pandai dandan dan menawan via https://www.google.co.id

Semakin sering intensitas pertemuan pun kian membuat cewek mengasah polesan dan kemampuannya dalam berdandan dan merawat diri. Awalnya memang menjengkelkan dan merepotkan karena rasa bosan ketika menunggu berdandan dan lelah antar jemput. Tapi tanpa sadar kamu juga akan semakin cinta. Mengapa? Ternyata dia semakin cantik dan menawan. Jelas saja, karena dia ingin menjadi yang terbaik sebagai pasanganmu. Bahkan walau kalian hanya sejenak pergi makan mie instan di warung burjo.

6. Namun, seketika senangmu hancur karena dirimu juga dituntut berpakain ala cowok Korea

Merepotkan menjadi orang lain via https://www.google.co.id

Ketika diminta untuk berpakaian dan bergaya seperti aktor Korea, sikapi dengan bijak. Ini adalah jebakan dan bom waktu untukmu. Karena sebaik-baiknya cinta adalah menjadi diri sendiri, saling menerima dan mengerti. Tetap jadi dirimu bray, kalau sebatas diminta lebih rapi okelah, tapi kalau berubah jadi aktor Korea, janganlah.

7. Malam mingguan hanya terasa sebentar, karena ketika berdua dia berpaling dengan laptop dan koleksi dramanya

Malam mingguan hanya jadi sandaran via https://www.google.co.id

Malam mingguan hanya terasa sebentar, karena ketika berdua dia berpaling dengan laptop dan koleksi dramanya. Dan tugasmu adalah menjadi sandaran baginya. Mengambil tisu untuk sesekali kau berikan padanya ketika menangis berlinang air mata dan umbelen. Halahโ€ฆ


Intinya sih kamu diminta menemani dia nonton drama favoritnya, dah gitu.


8. Segala hal tentang Korea baik makanan, pakaian, film, drama, dan budayanya kini menjadi prioritas utama

Skala prioritas via https://www.google.co.id

Jarang makan nasi malah makan kimchi. Tadinya sebatas berpakaian modis, lama kelamaan justru menjurus terbuka dan seksi. Laptop isinya drama Korea, bukan lagi revisi dan bahan skripsi. Budaya Korea melekat hingga membuatmu turut terikat. Cewek akan semakin sering berbelanja pakaian dan kosmetik online untuk menunjang penampilan dan perawatan diri. Kamu sebagai cowoknya harus pandai-pandai secara bijak dan kalem untuk mengingatkan dia.


Jangan sampai kebabalasan hingga merusak skala prioritas dan mengorek habis tabungan tanpa bekas.


9. Ketika kamu pergi ke Korea karena pekerjaan, dia justru akan marah tak karuan

Serba salah jadinya via https://www.google.co.id

Salah satu kejadian konyol dan menyesakkan adalah ketika dapat jatah kunjungan dinas ke Korea. Maksud hati menyampaikan pada pacar untuk pamit pergi, namun apa daya justru dia penuh amarah dan emosi. Mungkin ini karena sebenarnya yang ingin pergi ke Korea adalah dia, namun justru kamu mendahuluinya.


Pokoknya aku nggak mau antar kamu ke bandara, nggak mau jemput kamu ke bandara, kalau posting di sosial media sembunyikan dari akunku. Pokoknya nggak mau lihat!


Last, dilema memang menghadapi bidadari langit yang sedang tersesat di dataran bumi. Terkadang pacar sendiri memang menyebalkan, menjengkelkan, merepotkan, dan penuh dengan pengkodean yang menyusahkan. Terlebih ketika menjadi sosok drama queen yang super drama dan super manja. Namun, terlepas dari hal tersebut, perlahan namun pasti justru percikan cinta semakin membakar luas hati. Memberi kehangatan dan terang kedamaian. Merasa menjadi sosok yang dibutuhkan pacar sendiri pun juga menyenangkan. Melihat dia bersikap manja dan senyum gemas pun serasa melelehkan segala penat di setiap kali bertemu.

Opini pribadi mengatakan bahwa cewek yang addict dengan K-Drama justru layak dipertahankan, walaupun kadang drama, namun karakter penyayang dan keibuan mereka tak perlu diragukan. Tentunya sangat layak dijadikan pendamping kehidupan.