Harus saya akui saya bukan pecinta film drama tapi saya penikmat film dan sesekali menjadi pengamat film 'subyektif'. Sejak kecil saya sudah hobi nonton film genre apa pun. Sudah ratusan film yang saya tonton selama hampir seperempat abad ini. The Texas Chainsaw dan Ju-On adalah dua dari sedikit film yang mampu memenangkan hati saya. Drama percintaan? Bukan saya banget. Tapi sebagai pecinta film horror dan thriller saya memiliki catatan untuk beberapa film drama atau romance yang menurut saya sangat berkualitas dari kacamata seseorang yang tidak menyukai film drama.

Nyawa dari list film ini benar-benar membuat saya berfikir tentang hubungan sosial antara satu individu dengan individu lain yang dikemas dengan santai dan cerdas. Didukung dengan casting yang tepat, seting memukau dan bobot percakapan cerdas berikut ini adalah film-film drama romance lama (1995-2008) yang tidak terlalu mendayu-dayu (tapi tetap syahdu) yang dapat anda jadikan referensi untuk movie marathon di hari Valentine.

1. Mamma Mia

Rating Rotten Tomattoes: 54%

Advertisement

Rating IMBD: 6.4

Cast: Meryl Streep, Amanda Seyfried, Pierce Brosnan, Colin Firth & Stellan Skarsgard

Year: 2008

Advertisement

Film drama musikal yang dipenuhi dengan tembang-tembang hits ABBA ini berkisah tentang Sophie (Amanda Seyfried) yang akan melangsungkan pernikahan dengan pemuda yang dicintainya. Selama ini ia dibesarkan oleh ibunya, Donna (Meryl Streep), yang single parent dimana Sophie tidak pernah mengenal sosok ayah bahkan ia tidak pernah mengetahui siapa sosok ayah biologisnya.

Berdasarkan keingin tahuan yang tinggi, Sophie akhirnya memutuskan untuk mencari tahu siapa ayahnya dan menemukan tiga kandidat kuat yakni para mantan kekasih ibunya kemudian mengundang mereka untuk menghadiri pernikahan Sophie tanpa sepengetahuan Donna.

Dengan latar budaya dan hamparan laut mediterania penonton tidak hanya akan disajikan pemandangan indah pesisir Yunani tapi juga musik-musik berkualitas milik ABBA seperti Dancing Queen, Take a Chance on Me, The Winner Takes It All, Honey Honey dan tentu saja Mamma Mia!


Yes, I've been broken hearted… Blue since the day we parted. Why why did I ever let you go? Mamma mia, now I really know. My my, I could never let you go!


Ketegaran seorang ibu yang membesarkan putrinya seorang diri dengan keberanian dan keteguhan membuat film ini menyentuh hati. Plot nya cukup ringan dan ending yang bisa diprediksi seperti judi bola. Well, bagi yang sudah pernah menonton film ini sebelumnya kabarnya Mamma Mia 2 akan tayang di layar lebar Juli mendatang!

2. The Holiday

Rating Rotten Tomattoes: 47%

Rating IMBD: 6.9

Cast: Jude Law, Cameroon Diaz, Jack Black, & Kate Winslet

Year: 2006

Di pinggir kota London, Surrey, di sebuah hunian mungil nan cantik bernama Rosehill Cottage hiduplah seorang wanita muda bernama Iris yang berprofesi sebagai seorang penulis atau jurnalis yang memiliki kisah cinta tragis; cinta tak berbalas. Di tempat lain, Los Angels, Amanda seorang editor film sukses Hollywood mulai merasakan pudarnya cinta antara dia dengan pasangannya yang tidak setia.

Berbeda dengan karakter Iris yang menerima cinta sebelah tangan dan rela menjadi selingan mantan kekasihnya yang ternyata meninggalkannya untuk menikah dengan perempuan lain, Amanda adalah wanita mandiri yang tidak bisa dikhianati. Namun ia tidak setegar itu, sama seperti Iris ia pun merasakan luka yang sama perihnya. Holiday sounds good right? Keduanya butuh pengasingan dan bertemu di suatu situs internet tempat mereka melakukan kontrak untuk bertukar tempat tinggal selama liburan.

Amanda akan menghabiskan liburan di Rosehill Cottage, Surrey, yang tenang dan damai. Sedangkan Iris akan mengunjungi megahnya Los Angels. Meskipun keduanya sedang patah hati dan ingin mengasingkan diri dari para pria yang mungkin akan mematahkan hati mereka lagi, but love can't wait. Di lokasi masing-masing keduanya bertemu dengan sosok lelaki yang sebenarnya mereka butuhkan.

Casting yang familiar, cerita cinta picisan dan solusi obat patah hati yang umum (traveling) membuat the Holiday menjadi salah satu film rekomendasi bagi anda yang sedang patah hati atau pun sedang kasmaran. Dua konflik di dua tempat yang tidak terlalu berkorelasi membuat film ini anti-boring.

P.S: My most favorite scene adalah saat Amanda memutar lagu the Killers – Mr. Brightside dan menyanyi sekencang-kencangnya di Rosehill Cottage yang jauh dari hunian lain. So pain killer! So me :(

3. Before Sunset

Rating Rotten Tomattoes: 100%

Rating IMBD: 8.1

Cast:Ethan Hawke & Julie Delpy

Year: 1995

Jauh sebelum ada aplikasi entertainment dan website-website film dengan seabrek iklan judi, tiap akhir pekan saya selalu datang ke tempat rental vcd atau dvd terdekat atau terjaga hingga larut malam menunggu kejutan film apa yang akan di putar di stasiun televisi swasta (itu saya lakukan antara tahun 2004-2009). Ini salah satunya tak disangka ternyata stasiun TV lokal memutarkan salah satu film tercerdas sekaligus ringan yang pernah ada.

Tidak ada konflik tidak ada plot fluktuatif; hanya percakapan. Ajaibnya percakapan antara Jesse pemuda asal Amerika Serikat dengan Celine seorang gadis Eropa sungguh menarik dan tapi ringan. Seperti deep conversation tanpa seks. Pertemuan tak disengaja antara kedua tokoh protagonis di dalam kereta api membawa mereka berpetualang tak hanya di kota cantik di Austria namun juga dalam perspektif-perspektif satu sama lain yang mampu membuat keduanya sama-sama berkontemplasi.

I would say it is a sweet and adorable romance movie. Dengan latar kota Wina dari sore hingga matahari terbit dimana Jesse akan meninggalkan Celine dan pesona Eropa untuk kembali ke negaranya, film ini akan membuat anda terpukau dengan caranya sendiri.


Why does everybody think relationships should last forever, anyway?


P.S.: Before Sunrise merupakan film trilogi, dengan squel Before Sunset (2004) dan Before Midnight (2013), jujur saja waktu itu saya menyelipkan film The Purge (film yang juga dibintangi Ethan Hawke) setelah menonton before Sunset dan sebelum menonton Before Midnight. What a connected compilation. …For me.

4. Eternal Sunshine of the Spotless Mind

Rating Rotten Tomattoes: 93%

Rating IMBD: 8.3

Cast: Jim Carrey & Kate Winslet

Year: 2004


"Too many guys think I'm a concept or I complete them, or I'm gonna make them alive. But I'm just a fucked-up who's looking for my own peace of mind." -Clementine


I knew what Clem feels. I do. But I was not as tough as her where I should be. After watching this movie I really wish that the mechine did really exist. *yah curhat*

Film yang satu ini merupakan salah satu film terbaik non-komedi Jim Carrey yang pernah ada. Lagi-lagi di dalam kereta, dua tokoh ini bertemu. Kondisi keduanya tidak terlalu baik. Clementine digambarkan sebagai sosok gadis yang menarik, berbeda namun juga complicated yang tampaknya memiliki kondisi mental yang tidak terlalu bagus. Namun, Joel (Jim Carrey) tidak menemukan kekurangan apa pun pada Clem. Joel jatuh hati pada gadis unik ini. Konflik mulai menanjak terjal saat Clementine menghilang dan ia tidak mengenal Joel sama sekali.

Lebih ke arah sci-fy memang, tapi perasaan yang diutarakan dan dirasakan kedua tokoh utama ini sangat dalam dari masing-masing perspektif. Freak and Geek, tapi banyak yang dapat direnungkan dari film ini.

5. Love Actually

Perfect Cast!

Perfect Cast! via https://www.uphe.com

Rating Rotten Tomattoes: 63%

Rating IMBD: 7.6

Cast:Hugh Grant, Liam Neeson, Keira Knightley, Rowan Atkinson, Colin Firth, Emma Thompson, Elisha Cuthberth, Thomas Brodie-Sangster, (Alm.) Alan Rickman, etc.

Year: 2003

(Mentally 15+ movie, bcs there were some (half) naked scene in this movie)

Seperti film Valentine's Day atau New Year's Eve yang merupakan film yang terdiri dari beberapa cerita atau drama, Love Actually lebih booming terlebih dahulu ketimbang film yang dibintangi Taylor Swift dan Zac Efron itu. Keira Knightley dan kawan-kawan mampu menghangatkan suasana natal lebih dari satu dekade yang lalu melalui film Love Actually.

Seluruh tokoh utama di film ini diperankan oleh aktor dan aktris kawakan asal Inggris dan berlokasi di Inggris. Dengan tema utama love, plot-plotnya terkait tentang pengharapan, pengorbanan dan penghianatan. Konflik-konflik dari tiap-tiap cerita (total ada sekitar 9 cerita) cenderung ringan dan menghibur. Dari satu tokoh ke tokoh lain memiliki keterkaitan secara langsung maupun tidak langsung yang membuat potongan-potongan cerita di Love Actually terasa seperti suatu kesatuan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya