Jangan Melulu Dipendam, Lebih Baik Sadari Dulu 7 Emosi Negatif Ini. Demi Kebaikan Diri Sendiri

emosi negatif jangan melulu dipendam

Hidup itu dipenuhi emosi, baik negatif ataupun positif. Bagus bila kamu merasa positif, tapi perasaan negatif kadang tidak terelakkan. Sayangnya, banyak yang merasa emosi lebih baik dipendam sendiri, katanya sih lebih baik sebarkan yang positif aja. 

Namun, mengambil waktu untuk mengakui dan mencoba mengerti perasaan negatifmu itu penting lho! Hanya dengan begitulah, kamu bisa mengatasi perasaan tersebut dan menyadari apa yang hatimu sedang katakan. 

Yuk, dengarin kata hatimu melalui perasaan-perasaan negatif ini.

Advertisement

1. Kesepian: kamu butuh teman

Photo de Jure ҆irińá provenant de Pexels

Photo de Jure ҆irińá provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Akan selalu ada saat dimana kita sendiri. Saat naik kereta untuk pulang dari kantor, saat sidang skripsi, atau bahkan saat sedang ke kamar kecil. 

Sendiri itu wajar, tapi merasa kesepian itu tidak.

Advertisement

Rasa kesepian berarti hatimu sedang mengatakan: Hei, ayo bersosialisasi. Manusia itu makhluk sosial, kamu punya kebutuhan sosial, dan kamu belum memenuhi koneksi sosial yang kamu butuhkan belakangan ini. 

Luangkan waktu untuk bertemu sahabat atau video call orangtuamu hari ini. Pastikan kebutuhan sosialmu hari ini sudah terpenuhi.

2. Stress: jalani harimu satu per satu

Advertisement
Luis Villasmil

Luis Villasmil via http://unsplash.com

Hidup itu penuh tekanan. Entah tugas yang menumpuk, dikejar oleh target, atau hubungan yang makin memburuk.

Jika stress, selalu ingat ini: Fokus pada satu hal. Kerjakan satu tugas dulu. Lalui hari ini dulu. Jangan membanjiri dirimu dengan semua hal yang akan terjadi besok atau minggu depan. 

Beban hidup itu ibarat sebuah kue. Jika kamu tidak bisa menghabisi semuanya hari ini, tidak apa. Potong sebagian dan simpan di kulkas. Ambil yang kamu bisa hari ini.

Sama halnya, fokus dengan hari ini. Cari tahu apa yang bisa kamu lakukan, apa yang tidak, dan apakah yang kamu kerjakan efektif. Lalu perbaiki besok.

3. Amarah: cek batasan pribadi kamu

Photo de Andrea Piacquadio provenant de Pexels

Photo de Andrea Piacquadio provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Semua orang pernah marah. Itu artinya kamu peduli dengan apa yang terjadi. Namun seringkali kemarahan muncul karena ada batasan pribadimu yang dilangkahi. 

Tanya pada dirimu: Batasan apa yang terlewati sehingga kamu marah? Apa kamu tidak nyaman dengan suatu tindakan atau perkataan? Jika ya, apa mereka tahu bahwa kamu tidak nyaman dengan hal tersebut? Jika mereka tahu, apa kamu cukup nyaman untuk memaafkan mereka? 

Berbincanglah dengan diri kamu agar kamu bisa lebih mengerti penyebab kemarahanmu dan apa yang bisa kamu lakukan. Bila perlu, bicarakan kepada orang yang bersangkutan.

4. Cemas: tenangkan diri sejenak

√úmit Bulut

√úmit Bulut via http://unsplash.com

Cemas berarti kamu peduli, dan peduli itu bagus. Namun, ada kalanya dimana rasa cemas kita menjadi berlebih dan terus menerus (anxiety). 

Di kala seperti itu, perasaan cemas bisa menjadi lebih kuat. Hal yang perlu kamu ingat saat merasa cemas adalah kamu harus tenangkan diri sekarang juga. 

Perasaan cemas itu layak ibu-ibu dalam sinetron. Berisik, lebay, dan suka membesar-besarkan masalah. Akhirnya masalah kecil pun jadi terlihat besar. 

Tarik napas yang dalam setiap kali kamu merasa cemas. Jika perlu, istirahatkan dirimu. Ambil minum. Duduk. Tenangkan diri. 

5. Kesedihan: sudah saatnya mengeluarkan emosi negatif

Aliyah Jamous

Aliyah Jamous via http://unsplash.com

Banyak orang merasa tangisan hanya untuk anak kecil. Tetapi menangis merupakan mekanisme tubuh untuk mengurangi tingkat stres. 

Ketika pikiranmu mulai stres, maka respons tubuh adalah mengeluarkan hormon stres dalam air mata. Setelah menangis, kita pun merasa lebih tenang. Karena itu, lebih baik diluapkan.

Tangisan merupakan hatimu berkata: Biarkan emosiku meluap, agar aku bisa membuang emosi negatif, dan bisa menenangkan diriku lagi. 

Kesedihan memberi kita kekuatan untuk bertahan di kala susah. Karena itu, jangan lupa untuk menangis saat sedih. Semua orang butuh menangis, bahkan cowok sekalipun.

Namanya juga masih manusia.

6. Rasa Bersalah / Malu: Terima Dirimu DAN Kesalahanmu

Parker Johnson

Parker Johnson via http://unsplash.com

Semua orang membuat kesalahan. Jika kamu sudah meminta maaf dan melakukan yang terbaik, maka tidak banyak yang bisa kamu lakukan. Toh kamu tidak bisa memutar balik waktu. 

Rasa bersalah / malu mengingatkan kita untuk menerima diri, walaupun mungkin banyak salah. Malah terkadang dari kesalahan, kamu bisa belajar. 

Asalkan sudah menerima dan mengakui kesalahan terlebih dahulu, kamu pasti bisa menjadi lebih baik. 

7. Takut: Kamu Berada di Jalan yang Tepat!

Caleb Woods

Caleb Woods via http://unsplash.com

Ada satu kutipan penting mengenai rasa takut dari film series berjudul How I Met Your Mother yang berkata: 

Doesn't being scared let you know that you're on to something important? If you're not scared, then you're not taking a chance. And if you're not taking a chance, then what the hell are you doing anyway?

Hal-hal yang penting dalam hidup mengharuskan kamu untuk mengambil risiko atau keluar dari zona nyamanmu. 

Terima rasa takut kamu, tapi jangan biarkan dia mengendalikanmu. Sebaliknya, kendalikan rasa takut itu dengan berkata bahwa kamu sedang mengambil risiko dan apapun hasilnya, terima apa adanya.

Setidaknya, rasa takut berarti kamu sedang berusaha menjadi lebih baik. Bahwa kamu berada di jalan yang tepat.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

‚ÄĚ

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya adalah mahasiswi Komunikasi yang sedang bekerja sebagai penulis konten sekaligus SEO. Selain menulis artikel, hobi saya termasuk bermain ukulele, menulis lagu dan puisi, membaca novel, dan menonton film series di Netflix.

Editor

une femme libre

CLOSE