5 Cara Saring Hoaks di Kala Pandemi, Supaya Kamu Nggak Kemakan Informasi Palsu di Media Sosial!

Di jaman serba digital, alangkah baiknya bila kemampuan literasi digital kita juga ditingkatkan.

Setiap menit, banyak hal yang terjadi di internet. Dan dari semua informasi yang disebarkan, belum tentu 100% semuanya adalah informasi yang benar, lho. Terlebih lagi selama pandemi, tercatat ada kenaikan penggunaan internet sebanyak 8.9% atau setara 25,5 juta pengguna baru di Indonesia. Kenaikan ini tentu berarti penyebaran berita bohong atau hoaks juga semakin meningkat. Lalu, bagaimana kita harus menyikapi banyaknya sumber yang menyebarkan berita bohong?

Yosep Adi Prasetyo, praktisi media yang juga mantan Ketua Dewan Pers, memberikan tips apa saja yang perlu dilakukan ketika menerima berita baru dari internet. Kira-kira apa saja ya?

 
Advertisement

1. Sadari tidak semua informasi di internet benar

Photo by Glenn Carstens Peters on Unsplash

Photo by Glenn Carstens Peters on Unsplash via https://unsplash.com

Dewasa ini, semua orang bisa menulis secara bebas di internet khususnya di media sosial meskipun tidak berprofesi atau berpendidikan sebagai wartawan maupun jurnalis. Hal ini menjadikan media sosial rentan dalam menyebarluaskan hoaks. Karena itu, kita harus tetap waspada dalam menyeleksi berita yang dikonsumsi.

 
Advertisement

2. Selidiki sumbernya

Photo by Markus Winkler on Unsplash

Photo by Markus Winkler on Unsplash via https://unsplash.com

Ketika menerima informasi baru, segera periksa kebenaran beritanya. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat sumber berita (apakah dari website yang valid atau tidak), selain itu kita juga dapat membandingkan berita dengan media terpercaya.

3. Baca dan periksa beritanya

Photo by Charles Deluvio on Unsplash

Photo by Charles Deluvio on Unsplash via https://unsplash.com

Baca sampai habis berita yang diterima perhatikan apakah isinya benar atau tidak. Contoh berita tidak benar adalah berita yang mengandung hoaks, kebencian, fitnah, ujaran-ujaran menyangkut ras, suku, stereotip atau pun anjuran kekerasan. Selain itu ada juga contoh berita yang belum pasti benar, yakni berita dengan sumber meragukan atau pun tidak masuk akal. Jika berita yang didapat masuk kategori di atas, jangan disebarkan.

 

Advertisement

4. Pertimbangkan manfaat berita

Photo by Markus Winkler on Unsplash

Photo by Markus Winkler on Unsplash via https://unsplash.com

Bila berita yang diterima adalah benar, tanyakan kembali kepada diri apakah berita tersebut bermanfaat bagi orang banyak atau tidak. Karena tidak semua informasi yang benar pun dibutuhkan oleh orang lain. Efek dari berita yang tidak bermanfaat pun bisa memicu konflik, atau pun menciptakan permusuhan.

 

5. Sebarkan berita yang benar dan bermanfaat.

Photo by Maxim Ilyahov on Unsplash

Photo by Maxim Ilyahov on Unsplash via https://unsplash.com

Selamat! Berita yang baru kamu terima adalah berita benar dan bermanfaat, silakan disebarkan ke kerabat dan saudara. Ingat selalu untuk saring sebelum sharing!

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa LSPR Communication & Business Institute

CLOSE