Aku cuma mau yang terbaik buat kamu...

Namanya juga udah sayang, kamu tetap pacaran sama cowok perokok, meski kamu tahu kamu sama sekali enggak suka sama bau asapnya. Berulang kali kamu mencoba bikin pacarmu berhenti merokok dengan alasan kesehatan dan lainnya, tapi tetap aja enggak berhasil.

Alhasil, pas nge-date setiap minggu, tanpa sadar kamu rela melihat pacarmu menghabiskan berbatang-batang rokok. Itu sama aja dengan rela membiarkan pacarmu mengurangi menit-menit berharga di hidupnya.

Well, kalau kamu sudah enggak tahan dengan pacarmu yang perokok, tapi kamu juga enggak pengin putus sama dia, coba deh, ingatkan dia akan 7 hal ini. Siapa tahu, sedikit demi sedikit kamu bisa membantunya untuk mengurangi, bahkan berhenti merokok.

1. "Sayang, kamu nggak mau aku sakit gara-gara jadi perokok pasif, kan?"

Yakinkan pacarmu kalau merokok itu nggak enak.

Yakinkan pacarmu kalau merokok itu nggak enak. via http://www.pexels.com

Menyuruh pacarmu berhenti merokok kenyatannya memang susah-susah gampang. Yang perlu kamu lakukan adalah jangan menceramahi atau langsung terang-terangan melarangnya. Semakin dilarang, pacarmu malah makin kepengin merokok.

Coba deh, tuntun ia perlahan untuk mengurangi kebiasaan enggak sehatnya ini. Sadarkanlah ia bahwa jika ia merokok di dekatmu, kamu sama saja dengan perokok pasif, yang mana kamu juga berisiko terserang penyakit, seperti kanker paru-paru.

Advertisement

Di sisi lain, asap rokok yang kamu hirup juga bisa berdampak pada darahmu. Misalnya, merusak dinding pembuluh darah, membuat darah lebih mudah mengumpal, juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hiii… ngeri banget, kan.

2. "Sabtu ini kita nggak jadi nge-date ke café yang baru buka itu, ya. Kita ke rumah sakit kanker, yuk."

Pacaran di cafe sambil ngopi sore-sore.

Pacaran di cafe sambil ngopi sore-sore. via http://www.pexels.com

Sering menghabiskan akhir pekan dengan nongkrong di kafe? Duh, pacarmu pasti bakalan merokok lagi, deh. Coba deh, kasih kejutan spesial ke pacarmu dengan mengajaknya ke rumah sakit kanker. Ajak dia juga untuk menemui langsung pasien yang mengidap kanker paru-paru dan jangan segan untuk bertanya-tanya langsung. Misal, sudah sejak kapan dia merokok dan kapan ia mulai terserang penyakit.

Darinya, kamu dan pacarmu bisa memperoleh pelajaran berharga bahwa hidup memang enggak boleh disia-siakan untuk kesenangan sesaat. Mungkin, banyak yang bilang kalau merokok itu enak, bisa menambah konsentrasi, dan sebagainya. Namun, sadar nggak sih, kalau nanti di masa depan pacarmu sudah terserang penyakit, toh yang susah dia sendiri. Dia bakalan sadar kalau menyembuhkan sakit paru-paru enggak murah, belum lagi dia juga bakalan bikin orang tua, keluarga, dan teman-temannya bersedih.

3. "Kamu bilang kamu paling nggak suka ngelihat aku nangis. Tapi kalau kamu ‘pergi’ nanti, apa sanggup aku nggak nangis?"

Aku nggak pengin kamu ninggalin aku secepat itu.

Aku nggak pengin kamu ninggalin aku secepat itu. via http://www.pexels.com

Advertisement

Kemungkinan terburuk yang bisa dialami seseorang ketika terserang penyakit ialah ajal. Duh, amit-amit banget sih, ya. Makanya, coba deh untuk mengingatkan pacarmu soal risiko terburuk ini. Apalagi, umur orang nggak ada yang tahu.

Bukankah lebih baik untuk melakukan hal-hal terbaik atau hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan semasa hidup di dunia? Misalnya, mengalokasikan uang beli rokok untuk disumbangkan ke panti sosial, atau ditabung buat memberangkatkan haji orang tua. Biar pahala makin besar di surga. Amin.

4. "Babe, tahu nggak, uang rokok kamu kalau dikumpulin bisa buat tambah-tambah modal nikah kita nanti."

Mempersiapkan biaya pernikahan

Mempersiapkan biaya pernikahan via http://www.koinworks.com

Anggaplah pacarmu rutin membeli satu bungkus rokok setiap hari seharga Rp20.000. Jika dikalikan sebulan Rp20.000 x 30 = Rp 600.000. Lalu, kalau dikalikan satu tahun, Rp 600.000 x 12 = Rp 7.200.000. Bayangkan, kalau pacarmu berhenti merokok, ia bisa menghemat Rp7.200.000 dalam satu tahun.

Jangan segan merayu pacarmu. Bilang padanya, ketimbang menghabiskan Rp7,2 juta buat rokok, mending dialokasikan buat modal nikah. Zaman sekarang, apa-apa sudah mahal. Belum lagi kalau kamu dan pacarmu menginginkan pernikahan tak terlupakan, yang tentunya butuh budget yang nggak sedikit.

Kalau nggak mulai nabung dari sekarang, kapan lagi?

5. "Mendingan uang beli rokok kamu investasiin aja, deh."

Yuk, ajak pacarmu untuk investasi

Yuk, ajak pacarmu untuk investasi via http://www.koinworks.com

Selain uang beli rokok ditabung untuk biaya nikah, kamu juga bisa mengajak pacarmu untuk berinvestasi, lho. Misalnya, investasi saham, reksadana, atau juga properti. Namun, kalau kamu merasa investasi itu mahal, cobain deh, investasi online peer to peer lending belum yang lagi happening banget di kalangan generasi millenial.

6. "Yaaang, kalau kamu berhasil ngurangin rokok bulan ini, aku janji bakal kasih hadiah spesial."

Traveling bareng pacar bisa jadi hadiah yang menyenangkan.

Traveling bareng pacar bisa jadi hadiah yang menyenangkan. via http://www.pexels.com

Kasih tantangan ke pacar kamu untuk mengurangi rokok dalam sehari. Misalnya, yang tadinya satu bungkus, jadi setengah bungkus. Jika pacarmu berhasil mengurang jumlah rokok yang ia isap, berikanlah pujian atau hadiah spesial untuknya. Contoh, kamu traktir dia makan malam atau hadiahi ia short getaway pas akhir pekan.

Setelah itu, buat tantangannya jadi lebih sulit. Misal, tidak merokok selama seminggu, dua minggu, sebulan, atau selama yang ia bisa. Semakin sulit tantangan yang kamu kasih, semakin besar juga hadiah yang kamu berikan.

Hitung-hitung, kalian sama-sama berkorban. Jangan lupa, hargailah setiap perjuangan yang ia lakukan untuk kamu dan untuk dirinya sendiri.

7. "Aku sedih kamu nnggak mau dengerin aku. Kalau kamu nnggak mau ngurangin rokok, kita pisah aja."

Sayang, lebih baik kita putus.

Sayang, lebih baik kita putus. via http://www.pexels.com

Saking egoisnya, pacarmu udah enggak bisa dikasih tahu lagi. Kamu pun juga udah mengeluarkan segala jurus untuk membuat dia mengurangi konsumsi rokok. Mungkin, ini waktu yang tepat bagi kamu dan dia untuk menyudahi hubungan nggak sehat ini.

Jangan cuma mementingkan kelangsungan hubungan kalian, kamu wajib memikirkan pula soal kesehatan kamu. Kalau kamu terus membiarkan diri kamu bersama dirinya, selain menyakiti diri, nantinya kamu juga bakalan sakit sendiri.

Terimalah risikonya. Jangan mentang-mentang udah sayang, kamu malah mengkesampingkan urusan kesehatan fisik dan mental kamu. Ingatlah lagi, kamu nggak suka cowok perokok. Jangan memaksakan diri untuk terjebak dalam hubungan yang enggak kamu inginkan, dong.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya