Setiap negara pasti memiliki budaya dan kebiasaan di masyarakat. Bahkan, di Indonesia saja, kita akan menemukan budaya dan kebiasaan yang berbeda di daerah yang berbeda. Budaya dan kebiasaan itu diwariskan secara turun-temurun. Orang-orang yang tinggal di wilayah yang bersangkutan harus menaati budaya dan kebiasaan di wilayah tersebut agar tidak terjadi anomali.

Negara-negara di UK juga memiliki budaya dan kebiasaan sendiri. Seperti pepatah mengatakan “di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung”, tentu saja kamu harus menghormari budaya dan kebiasaan penduduk lokal sangat kamu berada di UK, meskipun budaya atau kebiasaan tersebut jarang kamu temukan di Indonesia. Jika budaya dan kebiasaan yang di maksud tidak bernilai negatif, kenapa tidak? Jadi, sebelum berangkat ke UK, kamu harus tahu setidaknya 5 budaya dan kebiasaan mereka di sana.

1. Berjabat tangan bukan hanya ada di Indonesia, lho, di UK juga ada

The Indian Express

The Indian Express via http://indianexpress.com

Di UK, kebiasaan saat bertemu dengan orang lain, baik yang baru kenal maupun sudah lama kenal, adalah bersalaman tangan. Saat bertemu, beberapa orang yang merasa sudah akrab kadang memilih untuk berpelukan, tetapi tetap saja berjabat tangan adalah cara menyapa yang paling populer. Orang-orang di sana selalu berjabat tangan saat bertemu atau mengakhiri pertemuan, sama seperti kebiasaan yang kita lakukan di Indonesia.

Jadi, jika di Indonesia kamu terbiasa menunjukkan kesopanan dengan berjabat tangan dengan orang lain, maka kamu tidak perlu khawatir lagi untuk beradaptasi dengan budaya dan kebiasaan orang-orang di UK.

Advertisement

2. Makna sebutan ‘Sir’ di UK dan di Indonesia yang berbeda jauh

Business Insider

Business Insider via http://uk.businessinsider.com

Di berbagai sekolah di Indonesia, banyak siswa yang diajari untuk memberi panggilan ‘Sir’ kepada guru bahasa Inggris laki-laki atau guru lain yang berjenis kelamin laki-laki. Namun ternyata, penggunaan sebutan ini sangat berbeda di UK. Orang-orang di sana hanya menyapa seseorang dengan sebutan ‘Sir’ apabila orang tersebut berada di kelas sosial tertentu, misalnya keturunan bangsawan, pejabat tinggi, atau seorang yang sangat terpandang. Jadi, kamu jangan sampai salah panggil, ya!

3. Negara-negara di UK memiliki aturan tidak tertulis yang berkaitan dengan pemberian uang tip

Seputar Forex

Seputar Forex via http://www.seputarforex.com

Advertisement

Di restoran-restoran atau kafe di UK, memberi uang tip kepada pelayan sebesar 10% dari harga makanan adalah hal yang lumrah. Bahkan, banyak restoran di UK yang sengaja menambahkan kolom uang tip (kolom bayaran jasa- service charge) pada tagihan yang diberikan pada pelanggan.

Berbeda dengan di restoran, pemberian tip di pub dilakukan dengan cara berbeda. Kamu tidak boleh memberi tip dalam bentuk uang kepada pelayan di pub. Jika kamu memang ingin memberikan tip kepada pelayan tersebut, kamu harus memesan minuman (biasanya bir) dan mengatakan “yang ini untukmu”. Lalu, ia akan menambahkan harga minuman tersebut ke daftar tagihan yang harus kamu bayar.

Saat memesan kamar di sebuah hotel, kamu juga dapat memberikan uang tip kepada staf hotel jika mereka memberikan pelayanan ‘bonus’, misalnya membawakan tas dan barang-barangmu yang lain hingga ke kamar. Agar terlihat sopan, sebaiknya kamu tidak menunjukkan nominal uang tip yang kamu berikan. Jabatlah tangan staf hotel tersebut sambil mengucapkan terima kasih menyelipkan uang tip ke tangannya.

4. Di UK, orang-orang tidak memberi hadiah sembarangan, tapi harus mengikuti budaya yang ada

UK memiliki budaya yang cukup berbeda dengan budaya negara-negara Eropa lainnya. Jika kamu diundang ke rumah orang UK, itu artinya kamu adalah seorang teman istimewa dan mereka akan senang melayanimu saat kamu berada di rumah mereka. Hal yang paling menarik adalah kultur bahwa tuan rumah akan memberikan hadiah atau oleh-oleh, seperti cokelat, bunga, anggur putih, dan sebagainya, kepada tamu jika tamu tersebut hendak pulang.

Dalam keadaan lain, mungkin giliranmulah yang memberikan hadiah kepada orang lain di UK. Jika kamu memutuskan untuk memberi bunga, kamu harus tahu bagaimana orang-orang di UK mengartikan bunga sebagai pemberian. Mawar merah selalu diidentikkan dengan dengan romantisme, sedangkan lili putih selalu diidentikkan dengan pemakaman.

Jadi, jangan sampai kamu salah memberi hadiah. Jika kamu belum tahu banyak mengenai arti-arti bunga dalam kebudayaan UK, sebaiknya kamu memberi hadiah buket bunga yang berisi campuran dari berbagai macam bunga, karena hadiah tersebut tidak memiliki arti lain selain rasa senangmu memilikinya (penerima bunga) sebagai teman atau pacar.

5. Kebiasaan saat berbelanja di UK juga menjadi hal yang sangat penting

Di Indonesia, tawar-menawar saat berbelanja merupakan hal yang sering kita jumpai, terutama di pasar tradisional. Hal berbeda akan kita jumpai di UK. Meskipun orang-orang berada di pasar tradisional, misalnya Swansea Market, kegiatan tawar-menawar sangat jarang dijumpai di sana. Bagi orang-orang UK, kegiatan tawar-menawar adalah kegiatan yang sangat tidak enak. Pembeli hanya akan membeli barang jika mereka merasa barang tersebut memiliki harga yang sesuai dengan kualitas barang.

Jadi, jika kamu berbelanja di pasar tradisional di UK, jangan langsung menuntut penurunan harga, ya! Walaupun demikian, negoisasi masih berlaku jika kamu membeli barang dalam jumlah banyak atau saat kamu membeli barang dari seseorang secara individu, misalnya membeli sepeda bekas.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya