Sejatinya Hidup Itu Murah dan Sederhana. Yang Mahal Itu Kalau Banyak Gaya!

Banyak orang yang mendambakan hidup sempurna. Punya banyak uang, karir yang cemerlang, dengan sederet prestasi dan juga penghargaan. Sepertinya hidup menjadi orang yang biasa-biasa saja sangat ditakutkan. Menjadikan diri seakan kerdil dan siap untuk direndahkan jika kita tidak memiliki harta dan kekayaan seperti standar orang-orang.

Tak sadarkah kita bahwa media sosial begitu kejam dan membuat kita semakin merasa bahwa apa yang kita punya sekarang tak cukup membuat hidup kita bahagia dan sulit untuk hidup apa adanya. Padahal, apa yang kita lihat hanyalah secuil dari kisah perjalanan seseorang yang tentunya dengan sadar mereka memilih dan memilah mana yang sekiranya bagus untuk dibagikan.

Hidup minimalis dan sederhana akhir-akhir ini selalu digalakan. Mendahulukan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan menjadi parameter, agar hidup kita tetap waras dan terhindar dari hidup yang bermewah-mewah.

Banyak orang berpikir bahwa hidup bahagia itu adalah hidup dengan banyak uang, semua keinginan bisa terpenuhi, terhindar dari masalah, punya privilege yang bagus, memiliki popularitas, bisa jalan-jalan keliling dunia, dan perihal keindahan duniawi lainnya. Apakah definisi bahagia memang seperti itu?  

Nyatanya, bahagia bukan diukur bukan dari seberapa kaya, bukan seberapa cantik atau gantengnya, bukan seberapa populernya dia, atau seberapa jauh dia keliling dunia. Pernahkah kita, melihat orang yang penuh dengan kekurangan bahkan  dengan label miskin misalnya, dan itu melekat padanya, nyatanya kita masih melihat dia bahagia. Apa rahasianya?

Rahasianya adalah merasa CUKUP.  Banyak orang yang punya karir cemerlang, punya keluarga yang utuh, harta yang cukup untuk tujuh turunan, tapi hidupnya selalu gelisah dan diri merasa tak pernah puas atas apa yang didapatkan. Ternyata, rasa cukup jauh dari angan-angan. Pandangannya sibuk sekali mendongak keatas hingga lupa kalau jauh dibawah sana ada orang-orang yang lebih membutuhkan dan butuh uluran tangan.

Sangat bagus untuk menjadi orang yang sukses dengan segala pencapaian yang dimiliki, namun juga tak salah jika menjadi orang yang sederhana dan biasa saja. Untuk apa hidup bergaya dan bermewah-mewah tapi ujung-ujungnya bikin kita menangis, lebih baik hidup minimalis dan praktis.

Mulai saat ini, hiduplah dengan sadar dan sabar. Bedakan mana kebutuhan dan keinginan. Jangan-jangan gelisahmu atau khawatirmu selama ini karena kamu sibuk memikirkan keinginanmu bukan kebutuhanmu.

Nah, buat kamu yang bingung mau mulai hidup minimalis dan sederhana dari mana. Gaya hidup minimalis ala Jepang ini mungkin bisa jadi inspirasi. Check this out!

1. Bertanyalah pada diri sendiri mana yang penting dan pantas untuk diprioritaskan

Foto oleh Suzy Hazelwood dari Pexels

Foto oleh Suzy Hazelwood dari Pexels via https://www.pexels.com

Di sini kita ditekankan akan pentingnya untuk menata prioritas hidup kita. 

2. Mulai meyakinkan diri untuk hidup minimalis dan sederhana

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Pastikan memulai hidup minimalis dengan niat yang kuat ya, karena jika tidak diniati dengan kuat biasanya tidak akan bertahan lama. Kita akan kembali pada kebiasaan lama. 

3. Hidup minimalis dan sederhana itu harus dilakukan secara sadar bukan hanya sekedar ikut-ikutan.

Foto oleh Artem Beliaikin dari Pexels

Foto oleh Artem Beliaikin dari Pexels via https://www.pexels.com

Kita perlu sadar dan sabar dalam memulai hidup minimalis ini, jangan terlalu menanam ekspektasi yang tinggi terlebih dahulu terhadap diri kita. Pastikan kita tetap berprogres meskipun pelan. 

4. Pengeluaran hanya untuk yang terbaik dan hanya yang diperlukan

Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels via https://www.pexels.com

Pastikan setiap pengeluaran yang kamu lakukan hanya untuk barang-barang yang kamu butuhkan ya. Disini perlu kamu pisahkan mana yang merupakan keinginan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Kamu juga perlu memulai untuk mencatat setiap pengeluaran yang kamu lakukan. Hal ini dimaksudkan agar pengeluaran kamu dapat terkontrol. 

5. Tak Cuma soal beli barang, makanan juga masuk kedalam hitungan

Foto oleh Vanessa Loring dari Pexels

Foto oleh Vanessa Loring dari Pexels via https://www.pexels.com

Hidup minimalis tak hanya bersikap sederhana terhadap konsumsi suatu barang, akan tetapi juga makanan yang kita  konsumsi. Mulai sekarang mulailah untuk menghitung juga uang yang kita pakai untuk membeli makanan, bahkan untuk sekedar snack atau semacamnya. 

6. Jadikan minimalis sebagai gaya hidupmu sehingga berlaku untuk segala aspek kehidupan

Foto oleh Liliana Drew dari Pexels

Foto oleh Liliana Drew dari Pexels via https://www.pexels.com

Agar hidup minimalis ini tidak hanya bertahan untuk sementara waktu, kamu perlu menjadikan sikap minimalis ini sebagai gaya hidup agar bisa menjadi kebiasaan kita dan kita bisa konsisten dalam menjalankan gaya hidup minimalis. 

7. Bukalah tabungan untuk menyisihkan pendapatan

Foto oleh maitree rimthong dari Pexels

Foto oleh maitree rimthong dari Pexels via https://www.pexels.com

 

Kamu juga bisa memulai hidup minimalis dengan cara menabung ya, SoHip. Kamu bisa menggunakan metode 50 : 30 : 20 untuk mengatur finansial kamu. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang pembelajar ulung yang sedang berpetualang mencari makna kehidupan.