Jogja, menjadi kota wisata dengan seribu spot Instagramable yang luar biasa. Namun, kali ini bukan berbincang tentang kota gudeg, melainkan kota tetangga yang berada di timur Jogja. Sukoharjo, yap, kota 'MAKMUR' (Maju Aman Konstitusional Mantap Unggul Rapi) yang tak se-terkenal Jogja maupun Solo. Namun tanpa banyak yang tahu, di sini ada salah satu lokasi wisata yang begitu luar biasa.

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah familiar dengan Gunung Api Purba Nglanggeran yang ada di Gunungkidul, DIY. Salah satu gunung api purba yang memiliki karakteristik tebing bebatuan unik, eksotik, dan gahar. Nah, ternyata ada juga gunung api purba lainnya, lho. Namanya adalah Gunung Sepikul, salah satu gunung api purba yang wajib masuk travel list, mumpung kalian masih muda!

Kali ini Hipwee ingin berbagi cerita tentang Gunung Sepikul, semoga bisa menjadi alternatif kalian untuk menjajaki masa muda dengan alam indah yang belum banyak terekspose media.

1. Lokasi Gunung Sepikul masih asri, dijamin nggak ada gangguan mesin kendaraan yang berbunyi

Dari tebing puncak Gunung Sepikul

Dari tebing puncak Gunung Sepikul via https://www.google.co.id

Gunung Sepikul terletak di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, tak terlalu jauh dari kota Jogja ataupun Solo. Oke deh, jauh dekat itu relatif ding. Terlebih lagi dengan adanya Google Maps, lokasinya mudah dijangkau, pakai saja kata kunci "Gunung Sepikul Sukoharjo" langsung dapat titik lokasinya. Namun, pastikan aplikasi maps kamu sudah di perbarui yaa, agar akurasinya tetap terjaga.

Istilah "sepikul" sendiri karena gunung ini ada 2 puncak dan kembar, seolah keduanya memang sengaja ada untuk dipikul. Menikmati gagahnya bukit kembar ini sebaiknya kamu juga bersiap mendaki bukit kapur di Dukuh Gunung Lor, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, yang letaknya tepat di depan Bukit Sepikul. Namun jangan khawatir, nggak sampai 10 menit kok, guys.

2. Hamparan hijau sawah di sekitar Gunung Sepikul sungguh keterlaluan!

Hamparan sawah di sisi barat Gunung Sepikul

Hamparan sawah di sisi barat Gunung Sepikul via https://www.google.co.id

Advertisement

Ketika kamu sampai di lokasi, kalem aja dan istirahat dulu sejenak di warung yang cuma ada 1-2 di sana. Tepatnya di parkiran motor, sekalian kalau mau buang air kecil juga disediakan wc umum oleh warga.

Bukan apa-apa, karena selama pendakian kamu tak akan menemui warung ataupun wc umum. Jadi, sebaiknya kamu tuntaskan lelah dan hajatmu sebelum mulai mendaki. Kalau perlu, bawa tambahan air minum dan cemilan yaa. Karena memandang alam yang indah, hamparan hijau penuh aura positif itu bikin lapar.


Tiket : Rp. 0,-

Advertisement

Parkir Motor : Rp. 2.000,-

Parkir Mobil : Rp. 5.000,-

WC / Toilet : Rp. 2.000,-

Serius tiket masuk gratis? IYA!!


Tapi, jangan sampai kamu meninggalkan sampah dan barang-barangmu sembarangan di sana yaa! Tetap jaga kebersihan dan biarkan alam tetap bersih dan hijau. Jadilah generasi yang menyayangi lingkungan dan menjadi pribadi yang mawas diri.

3. Bersenandung pagi hari di puncak ini? Yakin nggak mau ikutan?

Pagi ini, aku, gitarku, dan alam

Pagi ini, aku, gitarku, dan alam via https://www.google.co.id

Sedikit kabar dari penduduk daerah setempat nih, kantanya Gunung Sepikul ada di kawasan wisata Batu Seribu dan konon Gunung Batu ini dipercaya warga sebagai bahan dasar pembuatan Candi Prambanan dan ketika Bandung Bondowoso gagal, ia meninggalkan begitu saja tumpukan batu tersebut hingga menjadi gunung yang dikenal dengan Gunung Sepikul ini. Yah, itu adalah sepenggal cerita dari warga setempat, lebih lengkapnya kamu bisa sowan dan ngobrol santai dengan penduduk di sana, ramah-ramah kok masyarakatnya.


Selain itu, kalau kamu datang di pagi hari, apalagi jika malam sebelumnya hujan, biasanya akan ada kabut yang berbentuk lautan awan yang menghiasi sekitar Gunung Sepikul, mirip seperti yang ada di Gunung Nglaggeran atau pun Mangunan.


4. Tapi hati-hati ya, bukitnya lumayan terjal, jangan sok berani juga!

Gunung Sepikul dari puncak utara

Gunung Sepikul dari puncak utara via https://www.google.co.id

Selain mendaki, menikmati pemandangan, dan liburan, tentunya berburu foto terbaik untuk di unggah di sosial media adalah wajib hukumnya bagi warga net sekarang. Namun, perlu diperhatikan ya guys, di sini tak ada pengawasnya, jadi kalau ingin dapat foto bagus ya main teknik, jangan sok berani bertingkah aneh-aneh. Tebingnya curam dan cukup tinggi untuk membawamu ke surga jika sampai jatuh.


Tetaplah berlaku sewajarnya, berlaku sopan tidak hanya kepada diri sendiri atau pun orang lain namun juga dengan alam kita ini.


5. Menikmati terbit dan tenggelamnya matahari sama-sama indah dari puncak ini

Memandang hamparan masa depan

Memandang hamparan masa depan via http://boyolalikotas.blogspot.co.id

Last, ada 2 momen terbaik untuk menikmati pemandangan dan alam di sini. Pertama, ketika matahari mulai terbit malu-malu menyapa harimu. Fajar pagi yang menyengat pelan, menemani senandungmu di puncak Gunung Sepikul secara perlahan. Kedua, ketika sore hari, menyaksikan senja mengakhiri hari lelahmu. Siapa yang tak suka senja? Apalagi di salah satu gunung purba terbaik milik negeri tercinta, Indonesia.

Oh iya, saking masih asrinya, masih ada banyak monyet liar di sepanjang perjalanan mendaki. Namun, mereka tak akan menganggu, kok. Asalkan kamu juga jangan menggangu mereka, dan tak perlu sok-sokan ngasih makan ya! Karena makhluk alam ini belum tentu cocok dengan makanan yang kalian berikan.


Jadi, kapan kamu mau mampir kesini, guys?!


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya