Semoga Kau Mengerti, Bahwa Inilah Kesedihan yang Menghantuiku Selama Ini

Salah satu bentuk kesedihanku seumur hidup selama hampir 20tahun

Kesehatan sangat penting bagi kita semua. Lantas, siapa yang tidak ingin sehat? Bayangkan saja jika kita sakit, kita tidak akan bisa melakukan aktivitas, kita tidak akan bisa melakukan kewajiban-kewajiban kita, bahkan kita tidak bisa melakukan sesuatu yang kita sukai. Aku yakin, semua orang pasti akan melakukan yang terbaik demi kesehatan mereka.

Namun, aku sempat bertanya kepada diriku sendiri. Apakah aku sehat? Apakah aku sudah melakukan yang terbaik demi kesahatanku? Apakah aku sendiri yang berbeda dengan orang-orang lain di sekitarku? Jawabanku adalah, tentu aku sudah melakukan yang terbaik untuk kesehatanku. Namun, hal itu tidak akan berpengaruh bagiku.

Advertisement

1. Aku yakin, semua orang pasti akan melakukan yang terbaik demi kesehatan mereka.

Photo by. Niken Nurani (Kumparan)

Photo by. Niken Nurani (Kumparan) via https://today.line.me

Kesehatan sangat penting bagi kita semua, lantas, siapa yang tidak ingin sehat? Bayangkan saja jika kita sakit, kita tidak akan bisa melakukan aktivitas, kita tidak akan bisa melakukan kewajiban-kewajiban kita, bahkan kita tidak bisa melakukan sesuatu yang kita sukai. Aku yakin, semua orang pasti akan melakukan yang terbaik demi kesehatan mereka. Namun, aku sempat bertanya kepada diriku sendiri. Apakah aku sehat? Apakah aku sudah melakukan yang terbaik demi kesahatanku? Apakah aku sendiri yang berbeda dengan orang-orang lain di sekitarku? Jawaban ku adalah, tentu aku sudah melakukan yang terbaik untuk kesehatanku. Namun, hal itu tidak akan berpengaruh bagiku.

Anemia. Penyakit anemia terjadi ketika tubuh kita tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Sebuah kondisi di mana jumlah sel darah merah kita lebih rendah dari jumlah normalnya. Tubuh yang tidak dapat menampung cukup darah yang kaya oksigen tentu akan mengalami anemia, hal ini yang mampu menyebabkan kita merasa lemah, sesak napas, pusing, dsb.

Advertisement

2. Saat itu adalah kali pertama aku jatuh pingsan saat sedang mengikuti baris-berbaris di TK ku dulu.

Photo by. Rena Pangesti (Okecelebrity)

Photo by. Rena Pangesti (Okecelebrity) via https://celebrity.okezone.com

Aku sudah memiliki riwayat anemia ini sejak kecil. Saat aku berumur 5 tahun, tepatnya saat aku duduk di bangku TK. Saat itu adalah kali pertama aku jatuh pingsan saat sedang mengikuti baris-berbaris di TK ku dulu. Aku yang tidak mengerti apa-apa pada saat itu merasa bahwa mungkin aku hanya sedang tidak enak badan saja. Namun, kejadian itu terulang kembali saat aku telah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kedua orang tua ku mengatakan bahwa ini adalah faktor keturunan dari nenek.

Dari setiap banyak saudara yang ku punya, hanya aku yang diwakili nenek untuk memiliki riwayat anemia ini. Hingga sering kali Ayah ku selalu meyakini ku bahwa aku ini sehat, Ayah ku selalu mengatakan bahwa aku harus kuat, aku tidak boleh lemah, dan aku tidak boleh kalah dengan penyakit ini. Aku sering mengalami kondisi di mana tekanan darah ku di bawah rata-rata 90/60 mmHg. Saat itu yang aku rasakan adalah pandangan yang buram, semua berwarna abu-abu, bahkan aku melihat seperti ada kuang-kunang di sekeliling ku, kepala ku terasa pusing, aku dapat merasakan jantung ku berdetak sangat cepat, nafas yang ku hirup pun hanya sedikit, sehingga diriku terasa seperti melayang. Pingsan. Lagi dan lagi.

Advertisement

Ini adalah salah satu bentuk kesedihan ku seumur hidup selama hampir 20tahun. Penyakit anemia ini sering aku sebut dengan kondisi buruk. Aku ingin sekali mengikuti acara-acara live musik seperti konser dari papan artis ternama di belahan dunia. Dengan kondisi ku yang seperti ini, aku sangat yakin bahwa aku tidak dapat mengontrolnya.

Apakah aku dapat dikatakan pesimis? Aku rasa tidak juga. Sebab, saat aku merasa kondisiku sedang sangat baik-baik saja, terkadang aku dapat jatuh pingsan dan mulai merasakan ada yang tidak beres dengan kondisi ku walaupun aku terlihat sangat baik-baik saja.

3. Hingga saat ini, aku memiliki sebuah keinginan yang belum pernah aku rasakan, yaitu aku sangat ingin bertemu dengan idola ku dari salah satu negara di belahan dunia.

Photo by. Rena Pangesti (Okecelebrity )

Photo by. Rena Pangesti (Okecelebrity ) via https://celebrity.okezone.com

Hingga saat ini, aku memiliki sebuah keinginan yang belum pernah aku rasakan, yaitu aku sangat ingin bertemu dengan idola ku dari salah satu negara di belahan dunia. Aku sangat senang saat mendengar kabar bahwa idola ku akan mengadakan konser di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Sahabat ku selalu mengajakku untuk datang bersama ke acara konser tersebut.

Aku sudah menceritakan mengenai kondisi fisik ini ke sahabat ku. Tentu, mereka sangat mendukung ku dan meyakini ku bahwa aku bisa menahan bahkan melawan kondisi burukku itu. Berkali-kali aku ingin mencoba nya, mencoba untuk ikut menghadiri acara konser tersebut bersama sahabat-sahabat ku. Namun, ada sesuatu yang menjanggal, diriku selalu mengatakan bahwa aku tidak bisa. Coba kalian bayangkan kembali.

Saat upacara, aku yang hanya berdiri tidak lebih dari 2 jam saja terkadang sudah memiliki firasat bahwa kondisi burukku itu datang lagi. Aku tidak bisa berdiri terlalu lama apalagi dengan kerumunan orang-orang banyak yang ada di sekelilingku. Lalu, bagaimana jika aku menghadiri acara konser musik?

4. Jei mengatakan kepadaku

Photo by. Triadanti (IDN TIMES)

Photo by. Triadanti (IDN TIMES) via https://www.idntimes.com

Saat itu aku dan ke 5 sahabat ku sedang duduk bersama di sebuah aula, Jei masih sangat penasaran dengan kondisiku ini, Jei yang berpengalaman dengan selalu menghadiri acara konser musik mulai menceritakan bagaimana situasi saat sedang menghadiri acara konser musik, mulai dari riuh nya teriakan dari para fans, bernyanyi bersama dengan para idola, menemukan teman baru sesama penggemar, dsb. Jei mengatakan kepadaku

“Ren, apa kamu yakin tidak ingin ikut bersama kami ke acara konser tersebut?” tanya Jei pada ku.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum sembari meyakininya.

“Kita sudah lama menabung uang ini bersama demi konser itu, Ren. Hasil tabungan ini adalah sebagian dari hasil tabunganmu juga, aku yakin kamu bisa menahannya, ada kita-kita Ren, aku yakin kamu tidak akan merasakan kondisi buruk mu itu lagi selama konser berlangsung” ujar Lia pada ku.

“Kedua orang tua mu juga sudah mengizinkan kamu untuk ikut bersama kita ke konser itu kan Ren? Mereka saja percaya pada kondisi mu” sahut Jei meyakinkan ku.

Aku hanya tersenyum dengan mengangkat kedua pundakku, seolah-olah hanya aku yang mengerti dengan kondisi buruk yang aku rasakan ini.

5. Namun, untuk yang kesekaian kalinya, aku mengatakan bahwa aku ingin sekali menghadiri ke sebuah acara konser musik. Namun, aku tidak bisa.

Photo by. Triadanti (IDN TIMES)

Photo by. Triadanti (IDN TIMES) via https://www.idntimes.com

Hanya dengan melihat para sahabat ku menghadiri acara konser musik tersebut sudah dapat membuat ku ikut merasa senang, apalagi saat mereka sesekali mengirimi ku sebuah foto situasi saat konser sedang berlangsung. Aku tahu betul mereka memiliki niatan yang baik, mereka ingin aku mampu menghilangkan kondisi buruk ku ini.

Namun, untuk yang kesekaian kalinya, aku mengatakan bahwa aku ingin sekali menghadiri ke sebuah acara konser musik. Namun, aku tidak bisa. Beginilah aku dengan kondisi buruk ku. Hanya untuk pergi ke acara konser saja aku tidak sanggup. Bagaimana jika aku pergi haji bersama keluarga ku? Itulah pemikiran baru ku akhir-akhir ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE