1. Jika pun kamu melelah, maka aku rela

Melepasmu tak semudah melepas angin

Melepasmu tak semudah melepas angin via http://bellachrusita11.blogspot.com

Dua tahun mungkin bukan perkara sebentar untuk kita, untuk masa dan penantian yang panjang. Untuk kepastian yang belum pernah pasti. Dan mungkin ini ujung masa lelahmu untuk menantiku. Kekasih, aku tak akan menyalahkan mu jika saja kamu tak bisa berjalan beriringan lagi denganku. Sedari awal sudah ku kata jika perjalanan kita tidak lah semudah mulut orang bicara, dan aku tak pernah menjanjikan bahagia bila bersamaku. Aku tak akan memaksa jika dirasa kamu sudah lelah, maka aku tak akan menahanmu jika kau ingin pergi dariku. Sungguh aku hanya ingin kau bahagia.

2. Doa ku akan mengetuk pintu langit, meminta bahagiamu

tangan yang menapung luka, yang menjagamu

tangan yang menapung luka, yang menjagamu via http://motivationtaurus.blogspot.com

Ingin rasanya aku mengutuk pertemuan kita, bukan lagi ingin bahkan sering aku mengutuk pertemuan kita dan kenapa kita menjadi pesakitan seperti sekarang. Oh Tuhan apa sesungguhnya rencana mu, jujur ini sangat dan amat sangat menyakitkan bagi ku atau pun dia. Menjadi pecinta yang belum pasti ujungnya.
Namun perlahan waktu membuatku sadar, bahwa aku tak bisa dan tak boleh terlalu egois dengan memaksamu berjalan seiring denganku, memaksamu berkata sanggup, sungguh sayang maaf untuk itu. Maaf untuk tak menatap matamu lebih dalam, maaf untuk mengedepankan egoku. Hidup adalah sebuah perjalanan dengan banyak persimpangan, kali ini kubebaskan kamu memilih masa depanmu, terbang dan mengangkasalah dengan kedua sayapmu, karena ku tau kau mampu untuk itu, dan biarkan doaku mengetuk pintu langit memohon bahagiamu.

3. Pun usah kau cemaskan aku

Hujan tumpah dikotaku

Hujan tumpah dikotaku via http://konfrontasi.com

Pun usah kau cemaskan aku yang memilih menjadi pesakitan. Aku akan baik-baik saja, lihatlah aku sekarang baik-baik saja. Sedang luka ku mengangkasa untuk ku nikmati sendiri. Sekali lagi hidup ini pilihan dan aku memilih kebahagiaanmu meski bukan denganku. Dengan ketegaran ku tulis ini di sini, karena jujur aku tak sanggup mengatakan ini dei depanmu, Air mata ini yang jatuh sekarang pantang kutunjukkan di depanmu.

Usah kau cemaskan aku

aku yang terlalu sering berteman dengan sakit hati pasti bisa bertahan dan berdiri menunggu kesuksesanmu. Aku selalu berkata agar kau menjadi lelaki yang sukses yang mampu mengangkasa lebih tinggi lagi, meski bukan denganku ku yakin kau mampu. Kekasih bahagiamu itu adalah bahagiaku, maka ku mohon jadilah laki - laki hebat. Yakinlah aku menunggumu dengan bangga, kan ku nanti kamu meski dengan atau tanpa kepastian. Sungguh aku sudah terlalu terbiasa bersahabat dengan ketidakpastian itu sendiri.

4. Aku lah pecundang sejati

Pecundang sejati

Pecundang sejati via http://youtube.com

Memangah pecundang sejati teralamatkan padaku, biarlah tak mengapa kata itu tersematkan padaku.Sungguh ingin rasanya aku teriakkan bahwa aku menginginkan dirimu, namun mengapa mereka tak mau mengerti?

Kutitipkan kamu padaNya jika tak mampu lagi aku menjagamu dari sakit hati yang ada disekitarmu. meski pada akhirnya hatiku sendiri tak berbentuk.

5. Maaf jika rindu itu selangkah didepanku

jarak menciptakan kerinduan

jarak menciptakan kerinduan via http://circle.cerdasmulia.net

Aku tak bisa berada disampingmu namun tak menjadi siapa-siapa, sungguh aku tak bisa. Jika pun boleh aku meminta, cabut satu saja dariku, yaitu rindu. Rindu yang kualamatkan padamu. rindu yang membuatku mampu bernafas sampai hari ini.

Jika dulu jarak bisa dipangkas dengan waktu. Bagaimana dengan jarak antara kita, kerika bukan lagi kota ataupun waktu yang menjadi batasnya. Karena batas itu kamu sendiri yang meminta, lantas aku bisa apa?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya