Suka Duka Menjadi Cewek Mungil. Sempat Mengira Ini Kekurangan, Ternyata Justru Membuat Hidup Lebih Menyenangkan

suka duka menjadi cewek mungil

Sebagai manusia, kita tidak bisa memilih keindahan paras, kelengkapan bagian tubuh serta hal-hal lain yang diatur oleh genetik dan Tuhan.  Salah satu contoh adalah tinggi badan yang dipengaruhi oleh genetik orangtua.

Terlahir sebagai cewek semampai (satu meter lima puluh tidak sampai), tentu ada suka duka yang saya alami. Meskipun begitu, ternyata tubuh mungil yang sebelumnya saya anggap sebagai kekurangan ternyata membuat hidup lebih menarik!

Ada-ada saja pengalaman yang membuat saya cekikikan sendiri atau emo. Jika kamu juga bertubuh mungil, mana yang paling kamu rasakan?

Advertisement

1. Mahasiswa abadi

Photo de Andrea Piacquadio provenant de Pexels

Photo de Andrea Piacquadio provenant de Pexels via https://www.pexels.com

‚ÄúAdik, kuliah di mana?‚ÄĚ

Dikira sebagai mahasiswa adalah hal yang biasa, terutama jika tubuhmu mungil plus wajahmu polos tanpa makeup. Tentu saja menjadi 'mahasiswa abadi' mengundang suka dan duka.

Advertisement

Suka karena kamu tampak awet muda, yang mudah-mudahan senantiasa berlanjut setelah umur mencapai kepala 4 atau 5. Karena tidak perlu beli banyak produk perawatan wajah, jadi hemat, deh! Selain itu, kartu tanda mahasiswa juga selalu siap di dompet. Jika sewaktu-waktu ada promosi untuk mahasiswa, bisa mencoba keberuntungan. 

Dukanya, saat kamu masih diminta untuk menunjukkan KTP atau paspor karena dikira belum cukup umur. Hal ini seringkali terjadi di bioskop, ketika clubbing atau ingin membeli minuman beralkohol.

2. Kurang pede menggebet cowok tinggi

Advertisement
Photo de Jeswin Thomas provenant de Pexels

Photo de Jeswin Thomas provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Poin yang satu ini mungkin subjektif, tapi saya merasa kesempatan saya untuk nge-date lebih tinggi lewat website atau aplikasi online dating daripada langsung berkenalan di kehidupan nyata.

Pasalnya, masih ada sebagian laki-laki yang menilai buku dari sampulnya.

Mungkin saja mereka sebenarnya suka tapi berpikir kamu terlalu muda atau terlalu mungil sehingga tidak jadi mendekatimu. Atau, mungkin kamu merasa tidak percaya diri untuk PDKT karena perbedaan tinggi badan yang mencolok.

Berbeda dengan online dating. Dalam online dating, setelah kedua pihak sama-sama merasa tertarik biasanya terjadi percakapan.

Nah, jika percakapan online mengalir lancar, kamu akan merasa lebih nyaman untuk jujur pada doi kalau tubuhmu mungil.

Jika dia memang benar-benar suka padamu, perbedaan tinggi badan tidak akan menjadi masalah dan ia akan mengajak untuk bertemu di dunia nyata. 

Tubuh mungil dapat membantu 'menyaring' jodoh, antara seseorang yang benar-benar menyayangimu apa adanya dan tidak.

3. Anak bawang di kantor

Photo de fauxels provenant de Pexels

Photo de fauxels provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Saat melamar kerja di sebuah perusahaan, orang yang mewawancaraimu serta atasanmu pasti sudah mengetahui kemampuan dan pengalaman kerjamu lewat resume. Namun, tidak begitu dengan rekan-rekan kerja lainnya. 

Tubuh mungil dan umur muda dapat membuat mereka berpikir kalau kamu kurang berpengalaman. Bersiaplah jika sewaktu-waktu ada yang tidak mengambil berat pendapatmu. 

Atau jika tidak beruntung, ada yang akan mencoba memanfaatkan atau menyabotase karirmu!

Jika ini yang kamu rasakan, tetaplah percaya diri, ramah dan menunjukkan prestasi di kantor. Niscaya lambat laun rekan-rekan kerjamu akan mengakui kemampuanmu dan lebih menghargaimu. 

Apabila kamu merasa diperlakukan tidak adil oleh rekan kerja, jangan takut untuk menyatakan pendapat dan perasaanmu. Alih-alih terpancing suasana lalu amarah 'meledak' sehingga membuatmu terlihat tidak dewasa, lebih baik diskusikan dengan manager atau HR.

4. Pakai baju anak-anak? Cuma kamu yang bisa!

Photo de Naim Benjelloun provenant de Pexels

Photo de Naim Benjelloun provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Jika kamu berpikir kalau desain baju anak-anak terlalu kekanak-kanakan, eits, jangan salah! Tergantung dari brand dan potongan baju tersebut, membeli baju anak-anak dapat membuat penampilanmu unik serta menghemat biaya shopping.

Misalnya saja, beberapa brand dengan ukuran internasional seperti Zara, Adidas dan GAP menyediakan baju anak-anak dengan ukuran tinggi badan hingga 160cm-an atau umur 15 tahun.

Yang lebih menguntungkan, baju anak-anak cenderung lebih murah daripada baju orang dewasa. Apalagi jika sedang diskon, hehe!

Duka sebagai cewek mungil pencinta fashion adalah sulit untuk menemukan dress, celana atau sepatu yang cocok. Misalnya, sebagian maxi dress tidak cocok untuk dipotong pendek mengikuti tinggi badan karena akan kehilangan desain aslinya. Selain itu, lelah juga jika setiap kali membeli celana panjang harus dibawa ke tukang jahit.

Untuk sepatu, jika ukuran kaki pun mungil seperti kaki anak-anak, sulit sekali untuk menemukan high heels! Pilihan sepatu atau sandal cantik sangat terbatas. Seringkali kamu akan bergantung dengan sepatu bermodel strap atau tali agar tidak copot saat melangkah. Aduh, sulitnya mau tampil dewasa!

5. Membuat cowok lebih protektif

Photo de Anastasiya Lobanovskaya provenant de Pexels

Photo de Anastasiya Lobanovskaya provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Sekilas, poin ini adalah salah satu keuntungan menjadi cewek mungil. Ya, sebagai seorang wanita, siapa yang tidak senang jika diperhatikan dan dilindungi? 

Namun, terkadang hal ini dapat membuatmu jadi bertanya-tanya apakah cowok tersebut hanya sebatas merasa protektif  atau ada perasaan suka terhadapmu. 

Tentu akan sulit membedakan antara keduanya jika cowok tersebut adalah seseorang yang ingin kamu jadikan kekasih!

Nah, dari kelima poin di atas, mana yang paling kamu rasakan sebagai cewek mungil? Atau ada poin yang ingin kamu tambahkan? Yuk, berikan komentarmu ūüôā

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

‚ÄĚ

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Theresia Clara adalah blogger mungil yang penuh passion dan optimistik. Ia hobi menulis, traveling, fotografi dan tertarik dengan dunia finansial. Clara adalah pengkut the FIRE movement, ia percaya seseorang dapat berkeliling dunia tanpa mengesampingkan kesehatan finansial.

Editor

une femme libre

CLOSE