Kamu pasti sering berkecil hati karena dianggap nggak gaul sama teman-temanmu atau kamu malah bingung mau berbagi pengetahuan musik dengan siapa karena rata-rata yang ada di playlist musik temanmu cuma ada lagu-lagu kekinian aja. Eits, jangan minder dulu! Suka musik jadul bukan berarti kamu cupu dan nggak gaul, lho!

Di bawah ini adalah 6 keuntungan yang cuma didapetin kamu yang menggemari lagu-lagu lawas. Wuih, kira-kira apa aja, tuh?

1. Musik lawas bisa membawamu kembali ke masa-masa tempo doeloe

Nggak bisa dipungkiri kalau hanya dengan mendengarkan musik aja bisa membawa imajinasimu melayang kemana-mana. Nah, berhubung kamu suka banget ngedengerin lagu-lagu hits di era lampau, secara nggak langsung imajinasimu pun akan terbawa ke zaman-zaman dimana musik rock n’ roll adalah genre musik “kebangsaannya” kaum ABG.

Dimana Elvis Presley adalah King of The King dan The Beatles adalah King of Boyband (cakep-cakep sih soalnya, he-he-he). Kamu bisa ngebayangin gimana histerianya kaum muda-mudi zaman dulu terutama teriakan cewek-cewek yang membahana (istilahnya sekarang tuh fangirling) tiap kali ngeliat idola mereka tampil. Justin Bieber sama One Direction mah lewat! Apalagi boyband Korea, jauh banget. Jujur aja, nggak akan pernah ada penyanyi cakep yang bisa nandingin pesona Elvis maupun The Beatles, because they’re legends!

2. Nggak cuma modal tampang, penyanyi maupun grup musik lawas emang beneran bertalenta!

ABBA (Duo pemusik dan duo vokalis yang cantik-cantik) via http://img.thesun.co.uk

Advertisement

Kamu bakalan nggak bisa ngebayangin gimana susahnya jadi penyanyi di zaman dulu. Seorang penyanyi dituntut untuk beneran punya talenta dan kualitas yang oke punya. Well, masuk akal juga sih, soalnya ‘kan di zaman dulu belum ada teknologi yang bener-bener canggih kayak zaman sekarang. Kalo zaman sekarang, meskipun suara kamu pas-pasan, asalkan punya tampang cakep aja itu udah ngejual karena adanya teknologi seperti autotune maupun lypsing yang canggih itu tadi. Zaman dulu, kalo kamu mau nyoba jadi penyanyi tapi suara kamu kebetulan pas-pasan, udah pasti kamu bakalan langsung didepak sama perusahaan rekaman, guys.

Dengerin aja suara emas vokalis grup ABBA ini. Duo vokalis cewek ini emang cakep abiss nyaris kayak Barbie, tapi suara mereka beneran kayak suara malaikat karena saking bagusnya harmonisasi yang mereka ciptakan.

3. Nggak cuma merajai chart musik dunia, lagu-lagu hits lawas selalu dikenang sepanjang masa

The Beatles Greatest Hits, wajib punya, sob! via https://beatlesblogger.files.wordpress.com

Pasti waktu kamu kecil, kamu pernah ngederin lagu-lagu evergreen yang sering diputer sama mama/papa kamu. Evergreen itu istilah buat lagu-lagu hits era lampau yang masih terus dikenang sampai sekarang. Kalo bisa dibilang, lagu-lagu evergreen adalah lagu sepanjang masa. Kenapa bisa jadi lagu sepanjang masa? Well, usut punya usut. Sebuah lagu bisa dikenang sampai kapanpun karena lagu itu merupakan terobosan bagi perkembangan musik dunia.

Meskipun ringan dan enak didengerin, lagu-lagu lawas itu berkualitas dan nggak asal bikin terus langsung jadi kayak mie instan. Para komposer lagu di zaman dulu bener-bener menguasai bidangnya dan bener-bener mencintai musik. Mereka nganggep kalo musik itu bukan bisnis, tetapi seni. So, jangan diragukan lagi kenapa lagu-lagu lawas nggak akan hilang ditelan waktu kayak lagu-lagu masa kini.

4. Penyanyi-penyanyi tempo doeloe punya style yang khas dan nggak ada yang bisa nyamain!

Gaya Nyentriknya Elvis Presley via http://www.elvisconcerts.com

Well, siapa coba yang nggak kenal sama style fashionnya Elvis Presley? Meskipun aneh dan nyentrik dengan jambang, rambut berjambul, juga pakaian pentas ala penerjun payung, bang Elvis Presley tetep ganteng maksimal! Selain itu, suaranya yang berat dan serak-serak basah serta goyangan pinggulnya emang cuma Elvis punya! The Beatles, Prince, ABBA, dan Michael Jackson juga punya gaya ikonik masing-masing yang udah jadi ciri khas mereka.

The Beatles menginspirasi terbentuknya boyband-boyband baru di seluruh dunia. ABBA sebagai grup pertama yang mengandalkan duo vokalis wanita kini formasinya juga banyak yang ngikutin. Prince yang tetep kece walau mukanya didandanin ala-ala cewek maupun stylenya MJ yang nggak asing sama topi, sepatu pantofel, dan dance moon walking-nya. Mereka semua punya keunikan yang benar-benar nonjolin siapa diri mereka, hal itulah yang ngebuat nggak ada orang yang bisa ngikutin. Para penyanyi zaman dulu emang nginspirasi kita semua untuk jadi diri kita sendiri, karena semua orang diciptakan unik.

5. Nggak cuma galau ngeributin cinta, lagu-lagu lawas juga bercerita tentang banyak hal. Politik, sosial, persahabatan, hingga bencana alam bisa diciptain jadi sebuah lagu.

Duh… Baper Om, Baper…. via http://kapanlagi.com

Lagu-lagunya bang Iwan Fals emang sering banget ngeributin soal masalah politik dan sosial yang lagi booming pada era itu. Di saat lagu-lagu kekinian yang lebih ngegalauin status jomblo, putus cinta, dan konflik sama pacar, lagu-lagu Iwan Fals justru berisikan potret nyata kehidupan sehari-hari termasuk mengedepankan kondisi rakyat kecil. Hal itulah yang ngebuat sebuah lagu bener-bener menjadi sarana yang menginspirasi generasi muda untuk bangkit dan nggak apatis sama keadaan di sekitar kita. Selain lagu-lagunya Iwan Fals, lirik puitis yang dinyanyiin sama Om Ebiet G. Ade juga selalu berhasil bikin baper tiap kali kita ngederin lagu-lagunya. Siapa yang nggak bakal baper coba sama lirik yang satu ini :

“Kawan coba dengar apa jawabnya

Ketika di kutanya mengapa

Bapak ibunya tlah lama mati

Ditelan bencana tanah ini”

Sungguh bapernya ngalahin baper gara-gara dengerin lagu cinta-cintaan.

6. Dengerin lagu-lagu lawas membuat kamu lebih belajar banyak hal

Ouw!! The Beatles ngerasain “tinju”nya Mr. Ali! via https://i.ytimg.com

Nggak cuma memperkaya pengetahuan musik kamu, lagu-lagu lawas juga membuat kamu secara nggak langsung mempelajari sejarah masa lampau, lho. Rasa penasaranmu tentang karya-karya musisi legendaris favoritmu selalu ngebuat kamu searching tentang diskografi album mereka. Saat kamu searching, nggak sengaja kamu ngebaca biodata musisi favorit kamu, mulai dari awal karier hingga kematiannya juga situasi yang terjadi pada era itu.

Misalnya, nih, kamu suka Elvis Presley, secara nggak langsung kamu menggali informasi tentang sejarah rock n’ roll dan kondisi dunia pasca Perang Dunia II. Contoh lainnya, saat kamu ngebaca biografi The Beatles, eh, ternyata kamu jadi tahu kalo The Beatles itu temenan sama Muhammad Ali pas masa-masa kejayaannya sang petinju. Kamu juga jadi tahu kronologis tewasnya John Lennon yang tragis gara-gara ditembak… Bukan ditembak lagi sama mantannya lho, ya hehehe.

Itulah kira-kira keuntungan yang bakal kamu dapetin sebagai seorang fans sejati musik-musik lawas. Kamu tahu mana lagu-lagu yang emang berkualitas dan mengidolakan penyanyi legendaris yang dikenang sepanjang masa. So, buang jauh-jauh deh rasa minder kamu cuma gara-gara selera musikmu paling beda dari teman-teman yang lain, karena kamu adalah seorang penikmat musik sejati.