Ikan menjadi salah satu bahan olahan yang digemari masyarakat dunia. Rasanya yang lezat dan kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikan hewan yang hidup di air ini tak pernah sepi peminat.

Namun, ternyata ada juga, lho, ikan yang membawa dampak kurang baik bagi tubuh sehingga akan lebih baik jika dibatasi konsumsinya atau malah dihindari sama sekali.

Tak seperti ikan buntal yang sudah jelas-jelas beracun, tujuh jenis ikan ini justru sering dikonsumsi oleh manusia.

Wah, kira-kira ikan apa saja, ya? Langsung simak informasinya di bawah ini, yuk!

1. Ikan Gindara

Ikan Gindara

Ikan Gindara via https://id.wikipedia.org

Ikan air laut yang bisa ditemukan di kedalaman 288-885 meter ini digadang-gadang memiliki banyak manfaat.

Advertisement

Namun, siapa sangka, ikan gindara memiliki kandungan lemak bernama gemylotoxin yang berbahaya bagi tubuh.

Jika terlalu banyak dikonsumsi, gindara bisa membuatmu menderita diare parah.

Bahkan karena bahayanya, Pemerintah Jepang telah melarang ikan gindara untuk dikonsumsi sejak tahun 1977.

Advertisement

Nah, untuk kamu yang masih nekat ingin memakan gindara, para ahli memperbolehkan dengan batasan 170 gram per hari.

2. Ikan Todak

Ikan todak adalah jenis ikan laut yang bobotnya bisa mencapai 650 kg. Bagian moncongnya berbentuk pipih dan tajam menyerupai sebuah pedang.

Ikan ini sering ditangkap menggunakan metode long line (tali pancing yang disusun panjang dengan kait dan umpan di setiap ujungnya) untuk diperjualbelikan sebagai bahan konsumsi.

Namun, kamu harus tahu, bahwa ikan todak memiliki kandungan merkuri yang berbahaya bagi tubuh. Semakin tua ikan todak, maka akan semakin tinggi zat merkuri yang dikandungnya.

  

3. Ikan Nila

Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang menjadi favorit banyak orang. Rasanya yang lezat dan harganya yang relatif terjangkau membuat ikan nila tak pernah sepi peminat.

Jika kamu juga suka makan ikan nila, sepertinya mulai sekarang kamu harus waspada. Pasalnya, kandungan lemak dalam ikan nila hampir setinggi kandungan lemak pada babi.

Konsumsi ikan nila yang berlebihan bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol. Selain itu, ikan nila sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi orang yang memiliki penyakit jantung, asma, dan nyeri sendi.

4. Ikan Mahi-Mahi

Ikan Mahi-Mahi

Ikan Mahi-Mahi via https://pixabay.com

Ikan mahi-mahi atau yang biasa disebut ikan lemadang merupakan jenis ikan yang sangat digemari karena rasanya yang enak.

Bahkan, restoran-restoran di Bali sering menjadikan ikan mahi-mahi sebagai hidangan special karena para turis begitu menggemarinya.

Namun, di balik rasanya yang menggoda, ikan mahi-mahi memiliki kandungan histamin yang bisa menyebabkan keracunan.

Histamin terbentuk dari asam histidin yang dipecah oleh bakteri. Kandungan zat histamin ini hanya dapat dicegah apabila ikan mahi-mahi diproses secara benar setelah ditangkap.

Jika zat histamin sudah terlanjur terbentuk, maka akan sulit untuk menghilangkannya. Tidak ada cara pencucian atau pemasakan yang dapat menghilangkan zat berbahaya ini.

5. Ikan Makarel

Ikan makarel adalah jenis ikan yang sangat umum dikonsumsi manusia. Saking digemarinya, ikan makarel juga dijadikan sebagai bahan baku sarden.

Namun, tahukah kamu bahwa ikan makarel juga mengandung kadar merkuri yang tinggi?

Menurut para ahli, batas konsumsi ikan makarel yang aman bagi orang dewasa adalah 200 gram per hari. Sedangkan untuk anak-anak, 100 gram per hari.

6. Ikan Tuna

Ikan tuna adalah salah satu jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi manusia.

Kandungan omega-3 dalam daging ikan tuna mampu mencegah penyakit jantung, mengontrol kolesterol jahat, dan menurunkan kadar trigliserida.

Namun, ternyata tuna termasuk salah satu ikan yang kandungan merkurinya tinggi, terutama untuk jenis tuna putih albakora.

Bagi orang normal, konsumsinya dibatasi sekitar 6 ons saja per minggu. Sedangkan untuk ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan hamil, tidak disarankan memakan lebih dari 150 gram tuna putih per bulan.

7. Belut air tawar

Belut Air Tawar

Belut Air Tawar via https://pixabay.com

Buat kamu si penyuka belut, sepertinya mulai sekarang kamu harus mengurangi atau menghindari konsumsi belut.

Pasalnya, jenis ikan anggota suku Synbranchidae ini mampu menyerap limbah yang berasal dari perindustrian maupun pertanian.

Namun, jika tetap ingin mengonsumsi belut, kamu bisa membatasinya dengan hanya memakan maksimal 300 gram belut dalam sehari. Sedangkan untuk anak-anak, batas konsumsinya sekitar 200 gram per hari.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya